← Beranda
Pep Guardiola Dirumorkan Meninggalkan Manchester City, Burn Out Jadi Alasannya
M Shofyan Dwi Kurniawan• Sabtu, 7 Februari 2026 | 19.17 WIB
Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Fredrik Varfjell/NTB Scanpix via AP)
 

JawaPos.com - Masa depan Pep Guardiola di Manchester City kembali menjadi bahan spekulasi serius. Meski kontraknya masih berlaku hingga 2027, berbagai laporan menyebut sang manajer legendaris mulai merasa kelelahan secara mental dan mempertimbangkan untuk meninggalkan Etihad lebih cepat dari perkiraan.

Pelatih berusia 55 tahun itu disebut akan membuat keputusan sepenuhnya dengan caranya sendiri, terlepas dari rumor yang terus berkembang. Namun, sinyal-sinyal ketidakbahagiaan mulai terlihat, terutama setelah musim lalu berakhir tanpa satu pun trofi, sesuatu yang sangat jarang terjadi sepanjang era Guardiola di Man City.

Isu ini tidak hanya beredar di internal Manchester City, tetapi juga sudah sampai ke telinga klub-klub Premier League lain. Status Guardiola sebagai salah satu pelatih paling dihormati di dunia membuat setiap potensi kepergiannya langsung memicu efek domino.

Kontrak Guardiola memang masih panjang, tetapi musim yang mengecewakan saat ini membuka peluang perpisahan lebih cepat.

Jika Man City kembali gagal mengangkat trofi untuk musim kedua berturut-turut—setelah musim lalu kalah di final Piala FA—posisi Guardiola disebut bisa berada di bawah tekanan serius.

Meski Man City berhasil mencapai final Carabao Cup dan akan menghadapi Arsenal, hasil imbang 2-2 melawan Tottenham di liga kembali menegaskan bahwa musim ini tidak berjalan semulus biasanya.

Guardiola Mulai Lelah?

Sejumlah sumber internal menyebut Guardiola tidak lagi sepenuhnya bahagia di Manchester City. Musim kesepuluhnya bersama klub menjadikannya manajer dengan masa jabatan terlama di Premier League saat ini, bahkan lebih lama dibanding masa baktinya di klub-klub sebelumnya.

Melansir Football Insider 247, dalam sebuah pembahasan, muncul pandangan bahwa kemungkinan kepergian Guardiola di akhir musim bukan lagi sekadar rumor kosong.

“Ya, tampaknya ada perasaan yang berkembang bahwa Guardiola bisa pergi di akhir musim. Di mana pun dia pernah melatih sebelumnya, kontraknya selalu habis, tetapi ada banyak rumor yang beredar bahwa Guardiola bisa meninggalkan Man City musim panas ini.”

“Ini adalah musim kesepuluhnya di City, jadi dia adalah manajer dengan masa jabatan terlama di Premier League saat ini, dan dia bertahan lebih lama di City daripada di klub-klub sebelumnya.”

“Ada desas-desus yang beredar di klub-klub Liga Premier lainnya bahwa mereka merasa ini mungkin musim terakhir Guardiola sebagai pelatih, jadi, seperti kata pepatah, tidak ada asap tanpa api dalam hal ini.”

“Ini adalah persaingan yang mungkin akan berlanjut hingga akhir musim, dan jelas City akan menyerahkannya kepada Guardiola.”

“Dia juga berhak atas hal itu di klub, dan apa pun keputusannya, jika dia ingin pergi di akhir musim atau ketika kontraknya berakhir pada tahun 2027, itu akan menjadi keputusannya sendiri.”

Nada tersebut memperkuat dugaan bahwa faktor kelelahan mental atau burn out mulai memainkan peran besar dalam pertimbangan Guardiola.

Man City Mulai Siapkan Pengganti?

Di tengah ketidakpastian ini, Manchester City dikabarkan tidak tinggal diam. Klub mulai mengevaluasi sejumlah opsi jika mereka harus bergerak cepat mencari pengganti.

Nama Vincent Kompany mencuat sebagai kandidat utama. Mantan kapten City itu sedang menikmati musim yang sangat solid bersama Bayern Munchen, memimpin klasemen Bundesliga dengan keunggulan enam poin dan hanya satu kali kalah sejauh ini. Hubungan emosional Kompany dengan Man City membuat namanya terasa “alami” sebagai penerus Guardiola.

Selain itu, Enzo Maresca—mantan asisten Guardiola—juga disebut sempat berkomunikasi dengan Man City sebelum hengkang pada Januari. Sementara itu, Xabi Alonso turut masuk radar klub-klub besar Premier League setelah meninggalkan Real Madrid, meski minat kuat juga datang dari Liverpool.

Untuk saat ini, semua masih sebatas rumor dan spekulasi. Namun satu hal jelas: jika Pep Guardiola benar-benar memutuskan pergi, itu bukan karena tekanan eksternal semata, melainkan keputusan pribadi setelah satu dekade penuh intensitas di Manchester City. Dan, jika momen itu tiba, Premier League bakal memasuki era yang sangat berbeda.

EDITOR: Edi Yulianto