← Beranda
Joan Laporta Kecewa dengan Keputusan Dro Fernandez Hengkang dari Barcelona
M Shofyan Dwi Kurniawan• Selasa, 27 Januari 2026 | 23.49 WIB
Dro Fernandez tinggalkan Barcelona, Joan Laporta kecewa. (Istimewa)

JawaPos.com - Presiden Barcelona, Joan Laporta, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya atas keputusan Dro Fernandez yang memilih angkat kaki dari Camp Nou. 

Melansir Sports Illustrated, Laporta menggambarkan proses kepergian gelandang muda tersebut sebagai sebuah “situasi yang tidak menyenangkan”, sebuah akhir pahit dari hubungan yang sempat terlihat penuh harapan.

Dalam waktu singkat, Dro Fernandez berubah status dari pemain muda kesayangan menjadi figur yang memicu kekecewaan internal klub. Setelah tampil menjanjikan dan menarik perhatian Hansi Flick selama tur pramusim musim panas, situasinya berbalik drastis. 

Sang pelatih bahkan sempat menegur Dro secara terbuka, sampai harus menjadikan Marcus Rashford sebagai contoh ideal tentang seperti apa mentalitas pemain yang pantas membela Barcelona.

Dro baru genap berusia 18 tahun pada Januari lalu, yang berarti ia masih terikat kontrak akademi ketika bursa transfer musim dingin dibuka. 

Menurut Laporta, klub sebenarnya sudah menyiapkan rencana untuk mengamankan masa depan sang pemain dengan kontrak baru, lengkap dengan peningkatan signifikan pada klausul pelepasannya.

Namun rencana itu tak pernah terwujud. Klausul pelepasan senilai €6 juta tetap aktif setelah Dro menunjukkan keinginannya untuk pindah ke klub lain. 

Meski sudah mencatatkan lima penampilan di tim senior dalam lima bulan pertama musim ini—termasuk satu kali menjadi starter di Liga Champions—hal itu rupanya belum cukup memuaskan ambisinya untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Paris Saint-Germain bergerak cepat, mengalahkan minat dari klub-klub Premier League dan Bundesliga. Kepindahan ini jelas tidak diterima dengan baik oleh petinggi Barcelona.

“Dia telah mengumumkan bahwa dia tidak akan melanjutkan. Ini situasi yang tidak menyenangkan,” kata Laporta.

“Kita akan dapat memperbaiki situasi seperti yang awalnya disampaikan. Ini mengejutkan. Kami telah menyepakati solusi lain untuk Dro ketika dia berusia 18 tahun, dan yang mengejutkan, agennya memberi tahu kami bahwa kami tidak dapat menghormati kesepakatan kami.”

“Kami akan mencoba agar semuanya berjalan dengan sebaik mungkin demi kepentingan Barça.”

Dro Fernandez dan Preseden yang Mengkhawatirkan

Daya tarik PSG memang sulit diabaikan. Klub tersebut adalah juara Eropa dan kini ditangani pelatih yang dikenal memberi ruang bagi talenta muda, khususnya pemain dengan latar belakang Catalan. 

Namun, tanda tanya besar tetap ada: seberapa banyak menit bermain yang benar-benar bisa didapatkan Dro di tengah persaingan ketat dengan deretan pemain ofensif kelas atas?

Sejarah juga tidak sepenuhnya berpihak pada keputusan ini. Dalam dua dekade terakhir, beberapa lulusan akademi Barcelona memilih jalur serupa—meninggalkan klub lebih awal demi PSG—dan hasilnya sering kali jauh dari harapan. 

Ada yang hanya mencicipi sedikit menit bermain, ada pula yang akhirnya harus memulai ulang karier di level yang lebih rendah.

Kisah sukses memang ada, tetapi jumlahnya sangat terbatas. Justru banyak contoh yang menjadi pengingat bahwa meninggalkan Barcelona di usia muda adalah perjudian besar, terlebih ketika tujuan akhirnya adalah klub dengan tekanan dan persaingan setinggi PSG.

Kini, keputusan Dro Fernandez sudah final. Barcelona harus merelakan satu lagi talenta mudanya pergi, sementara sang pemain bersiap membuka lembaran baru di Paris. 

Apakah langkah ini akan menjadi jalan pintas menuju puncak, atau justru mengulang preseden yang tak diinginkan, hanya waktu yang bisa menjawab?

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra