JawaPos.com – Meskipun Inggris menghasilkan beberapa talenta terbaik Liga Premier sejak evolusi liga dimulai pada 1992, tidak dapat disangkal bahwa pemain dari seluruh dunia sering kali memberikan sentuhan kecemerlangan ekstra di tanah Shakespeare ini.
Beberapa pemain impor telah menikmati kesuksesan sesaat di sepak bola Inggris, seperti Zlatan Ibrahimovic misalnya, tetapi pemain yang memiliki keterikatan abadi dengan Liga Inggris yang benar-benar dipuja oleh para penggemar.
Ada beberapa tokoh-tokoh ikonik yang bertahan selama bertahun-tahun di kasta tertinggi kompetisi paling ketat di dunia ini. Tidak selalu yang paling mencolok atau paling berbakat, tetapi pemain andalan yang selalu dapat memberi kontribusi di atas lapangan.
Faktanya, beberapa pemain dengan penampilan terbanyak di Liga Inggris bukanlah orang yang berasal dari Inggris asli. Justru sebaliknya, banyak yang mencetak banyak penampilan berasal dari luar negeri atau negara tetangga seperti Wales, Skotlandia, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia.
Berikut jajaran nama-nama pesepak bola di setiap posisi yang memiliki umur panjang ketika berkarier di sepak bola The Three Lions di era Liga Premier.
Penjaga Gawang
Mark Schwarzer (Australia) – (514 penampilan – Middlesbrough, Fulham, Chelsea, Leicester City)
Mark Schwarzer menikmati karier yang panjang dan gemilang di Inggris, bermain untuk sejumlah klub, terutama sebagai kiper nomor satu yang tak tergantikan di Middlesbrough dan Fulham di masa primanya.
Mantan pemain Bradford City ini terbukti membawa keberuntungan di Liga Premier Inggris. Ia berperan penting dalam membawa The Boro dan The Cottagers mencapai final Piala UEFA/Liga Europa, dan bahkan 'memenangkan' Liga Premier dua kali bersama Chelsea dan Leicester.
Meskipun tidak pernah tampil di liga dalam kedua musimnya yang menghasilkan mahkota domestik paling bergengsi tersebut, namun karier panjangnya di kompetisi ini menunjukkan perjalanan di olahraga ini yang gemilang
Jajaran kiper non-Inggris dengan penampilan terbanyak di Liga Inggris:
- Shay Given (Republik Irlandia) — (451 penampilan – Blackburn Rovers, Newcastle United, Manchester City, Aston Villa, Stoke City)
- Brad Friedel (Amerika Serikat) — (450 penampilan – Liverpool, Blackburn Rovers, Aston Villa, Tottenham Hotspur)
- Petr Čech (Republik Ceko) — (443 penampilan – Chelsea, Arsenal)
- Jussi Jaaskelainen (Finlandia) — (436 penampilan – Bolton Wanderers, West Ham United)
- David de Gea (Spanyol) — (415 penampilan – Manchester United)
- Tim Howard (Amerika Serikat) — (399 penampilan – Manchester United, Everton)
- Lukasz Fabianski (Polandia) — (376 penampilan – Arsenal, Swensea City, West Ham United)
- Thomas Sorensen (Denmark) — (364 penampilan – Sunderland, Aston Villa, Stoke City)
- Hugo Lloris (Prancis) — (361 penampilan – Tottenham Hotspur)
Pemain Bertahan
Sylvain Distin (Prancis) — (469 penampilan – Newcastle United, Manchester City, Portsmouth, Everton, Bournemouth)
Sylvain Distin adalah salah satu pemain yang memiliki longevitas yang terus-terusan menjadi andalan di kompetisi Liga Inggris selama bertahun-tahun dan gantung sepatu untuk mengakhiri kareir profesionalnya pada 2016 di usia 38 tahun.
Sebagai bek yang tangguh, petualangan pertama Distin di Inggris adalah masa pinjaman selama satu musim bersama Newcastle United, yang akhirnya berujung pada kepindahan permanen ke Manchester City.
Ia kemudian menjadi kapten juara Liga Inggris masa depan tersebut, sebelum investasi besar-besaran mereka, dan sebelum menikmati masa dua tahun di Portsmouth yang menghasilkan kesuksesan gelar Piala FA.
Setelahnya, Everton diuntungkan oleh performa terbaik Distin yang berlanjut hingga usia 30-an dan ia hampir mencatatkan jumlah penampilan yang sama untuk The Toffees seperti Man City dengan 174 pertandingan dalam enam musim.
Jajaran bek non-Inggris dengan penampilan terbanyak di Liga Inggris:
- Aaron Hughes (Irlandia Utara) — (455 penampilan – Newcastle United, Aston Villa, Fulham)
- John O’Shea (Republik Irlandia) — (446 penampilan – Manchester United, Sunderland)
- Richard Dunne (Republik Irlandia) — (432 penampilan – Everton, Manchester City, Aston Villa, Queens Park Rangers)
- Jonny Evans (Irlandia Utara) — (386 penampilan – Manchester United, Sunderland, West Bromwich Albion, Leicester City)
- Stephen Carr (Republik Irlandia) — (377 penampilan – Tottenham Hotspur, Newcastle United, Birmingham City)
- Seamus Coleman (Republik Irlandia) — (372 penampilan – Everton)
- Kolo Toure (Pantai Gading) — (353 penampilan – Arsenal, Liverpool, Manchester City)
- Cesar Azpilicueta (Spanyol) — (349 penampilan – Chelsea)
- Kenny Cunningham (Republik Irlandia) — (335 penampilan – Birmingham City, Sunderland)
- Hermann Hreiðarsson (Islandia) — (332 penampilan – Crystal Palace, Brentford, Wimbledon, Charlton Athletic, Portsmouth)
- Denis Irwin (Republik Irlandia) — (328 penampilan – Leeds United, Manchester United)
- Gary Kelly (Republik Irlandia) — (325 penampilan – Leeds United)
- Gael Clichy (Prancis) — (325 penampilan – (Arsenal, Manchester City)
- Antonio Valencia (Ekuador) — (325 penampilan – Wigan Athletic, Manchester United)
Gelandang
Ryan Giggs (Wales) — (632 penampilan – Manchester United)
Rekor Ryan Giggs dengan 13 gelar Liga Inggris bersama Manchester United mungkin tidak akan pernah terlampaui oleh siapapun, mengingat pergantian pemain yang cepat di sepak bola modern dan semakin sulitnya untuk terus bermain di level tertinggi yang pernah ditunjukkan sang legenda.
Pemain asal Wales ini sudah menjadi pemain andalan Setan Merah ketika era Liga Premier Inggris dimulai pada musim 1992/1993, dan ia merupakan figur kunci bagi Sir Alex Ferguson saat United dengan cepat menjadi tim terbaik di negara bahkan dunia.
Kemudian dalam kariernya, Giggs beralih menjadi gelandang tengah, walau selama bertahun-tahun bermain cepat di sayap kiri akhirnya berdampak pada performanya dan menghasilkan beberapa permainan terbaik dalam kariernya.
Memenangkan penghargaan PFA Players’ Player of the Year pada musim 2008/2009 (pada usia 35 tahun) adalah bukti apa yang dipikirkan bagaimana menakjubkannya karir Giggs dengan dua gelar liga lainnya menyusul penghargaan tersebut sebelum ia pensiun pada 2014.
Jajaran pemain tengah non-Inggris dengan penampilan terbanyak di Liga Inggris:
- Gary Speed (Wales) — (535 penampilan – Leeds United, Everton, Newcastle United, Bolton Wanderers)
- George Boateng (Belanda) — (382 penampilan – Conventry City, Aston Villa, Middlesbrough, Hull City)
- Roy Keane (Republik Irlandia) — (366 penampilan – Nottingham Forest, Manchester United)
- Rory Delap (Republik Irlandia) — (359 penampilan – Derby County, Southampton, Sunderland, Stoke City)
- Cesc Fabregas (Spanyol) — (350 penampilan – Chelsea, Arsenal)
- Robbie Savage (Wales) — (346 penampilan – Manchester United, Leicester City, Birmingham City, Blackburn Rovers)
- Darren Fletcher (Skotlandia) — (341 penampilan – Manchester United, West Bromwich Albion)
- Steed Malbranque (Prancis) — (336 penampilan – Fulham, Tottenham Hotspur, Sunderland)
- Gary McAllister (Skotlandia) — (325 penampilan – Leicester City, Leeds United, Liverpool)
- Kevin Kilbane (Republik Irlandia) — (324 penampilan – Sunderland, Everton, Wigan Athletic, Hull City)
- James McArthur (Skotlandia) — (323 penampilan – Wigan Athletic, Crystal Palace)
- Gylfi Sigurðsson (Islandia) — (318 penampilan – Tottenham Hotspur, Swensea City, Everton)
- James Morrison (Skotlandia) — (311 penampilan – Middlesbrough, West Bromwich Albion)
- Christian Eriksen (Denmark) — (310 penampilan – Tottenham Hotspur, Brentford, Manchester United)
Penyerang
Damien Duff (Chelsea) — (392 penampilan – Blackburn Rovers, Chelsea, Newcastle United, Fulham)
Era awal Jose Mourinho bersama Chelsea mungkin banyak penggemar sepak bola tidak akan lupa sosok Damien Duff, sosok winger bintang sejati di Stamford Bridge, namun ia seringkali diremehkan dan tidak mendapatkan penghargaan yang pantas diterima.
Sebagai pemain yang cepat dan konsisten, Duff mulai dikenal saat membela Blackburn Rovers sebagai pemain sayap kiri alami, menakutkan bek kanan lawan bukan hanya dengan kemampuan berlarinya tetapi juga umpan silangnya yang luar biasa ke area penalti.
Gol-gol yang dipersembahkan pun segera menyusul, menarik minat Chelsea sebagai tim yang memiliki ambisi besar menguasai Inggris setelah pengambilalihan oleh Roman Abramovich pada 2003.
Duff berperan penting dalam kemenangan Chelsea menyabet gelar dua musim berturut-turut, meskipun ia akhirnya tersingkir karena kebijakan peningkatan kualitas pemain yang terus-menerus diterapkan oleh The Blues
Newcastle United adalah pemberhentian berikutnya dalam kariernya selama 18 tahun di liga utama, sebelum kemudian bermain di Fulham dan akhirnya pindah ke Australia untuk penghujung karier si kulit bundar yang gemilang.
Jajaran pemain tengah non-Inggris dengan penampilan terbanyak di Liga Inggris:
- Dwight Yorke (Trinidad dan Tobago) — (375 penampilan – Aston Villa, Manchester United, Blackburn Rovers, Birmingham City, Sunderland)
- Nicolas Anelka (Prancis) — (364 penampilan – Arsenal, Liverpool, Manchester City, Bolton Wanderers, Chelsea)
- Robbie Keane (Republik Irlandia) — (349 penampilan – Conventry City, Leeds United, Tottenham Hotspur, Liverpool, West Ham United, Aston Villa)
- Shane Long (Republik Irlandia) — (344 penampilan – Reading, West Bromwich Albion, Hull City, Southampton)
- Son Heung-min (Korea Selatan) — (333 penampilan – Tottenham Hotspur)
- Willian (Brasil) — (327 penampilan – Chelsea, Arsenal, Fulham)
- Dennis Bergkamp (Belanda) — (315 penampilan – Arsenal)
- Mohamed Salah (Mesir) — (315 penampilan – Chelsea, Liverpool)
- Alex Iwobi (Nigeria) — (307 penampilan – Arsenal, Everton, Fulham)
- Jordan Ayew (Ghana) — (305 penampilan – Aston Villa, Swensea City, Crystal Palace, Leicester City)
- Wilfried Zaha (Pantai Gading) — (305 penampilan – Crystal Palace, Manchester United, Cardiff City)