JawaPos.com - Kekalahan Real Madrid di ajang Copa del Rey benar-benar meninggalkan luka mendalam. Bukan hanya bagi para pendukung, tetapi juga di lingkaran internal klub.
Ada kemarahan besar yang dirasakan di tubuh Los Blancos, terutama karena minimnya intensitas, minat, dan keinginan yang terlihat di lapangan. Situasi ini jelas tak bisa dianggap sepele dan berpotensi memicu dampak besar dalam waktu dekat.
Melansir Defensa Central, Florentino Perez selaku Presiden Real Madrid disebut telah menyoroti enam pemain yang dinilai paling terpengaruh dan paling bertanggung jawab atas hasil buruk tersebut.
Nama-nama seperti Vinicius Junior, Eduardo Camavinga, Andriy Lunin, dan Fran García masuk dalam daftar utama. Kekalahan melawan Albacete disebut sangat memukul mental mereka, dan kini, dengan satu atau lain cara, semuanya terbuka terhadap kemungkinan menerima tawaran di bursa transfer.
Tak hanya itu, dua pemain lain juga masuk radar pengawasan klub, yakni Dean Huijsen dan Arda Güler. Pihak manajemen sebenarnya masih percaya bahwa para pemain ini bisa kembali ke performa terbaik ketika kondisi fisik mereka membaik.
Namun, ketidakpuasan terhadap penampilan dan sikap mereka dalam beberapa bulan terakhir sulit diabaikan. Yang menjadi garis bawah, para pemain muda tentu tidak memikul tanggung jawab sebesar para pemain tim utama.
Di atas kertas, Real Madrid seharusnya tampil jauh lebih dominan dibanding Albacete. Fakta bahwa hal itu tidak terjadi justru memperbesar kekecewaan di internal klub.
Real Madrid Sangat Terguncang
"Kita semua terluka, kita harus bangkit dan bersiap untuk pertandingan pada Sabtu," ujar Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa dalam konferensi pers seusai laga.
Kata-kata itu mencerminkan suasana ruang ganti Real Madrid setelah pertandingan. Keheningan mencekam menyelimuti para pemain, seolah semua kehilangan arah.
Arbeloa yang mengambil peran untuk menyemangati tim, mencoba membangkitkan mental para pemain agar tidak terus terjebak dalam rentetan hasil negatif. Saat ini, semuanya memang terlihat suram dari sudut pandang mereka.
Setelah kekalahan menyakitkan seperti ini, Real Madrid tak punya banyak pilihan selain bangkit. Melupakan hasil buruk hanya bisa dilakukan dengan kerja keras dan evaluasi menyeluruh.
Analisis mendetail atas kesalahan di lapangan menjadi keharusan, begitu pula dengan upaya memperbaiki sikap dan profesionalisme.
Bakat di dalam skuad jelas ada. Namun, tanpa kondisi fisik yang optimal dan mentalitas yang tepat, potensi itu tak akan berarti banyak.
Beberapa kebiasaan yang merugikan profesionalisme pemain juga harus segera diubah jika Real Madrid ingin kembali ke jalur yang semestinya.
Harapan kini bertumpu pada Alvaro Arbeloa. Ia telah membela para pemainnya setelah kekalahan tersebut. Sekarang, giliran para pemain untuk membalas kepercayaan itu, bukan dengan kata-kata, tetapi dengan performa di atas lapangan.