← Beranda
El Clasico Berakhir Dramatis, Barcelona Raih Trofi Piala Super Spanyol!
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 13 Januari 2026 | 22.51 WIB
Barcelona menaklukkan Real Madrid 3–2 di final Piala Super Spanyol lewat laga El Clasico penuh drama. Raphinha tampil sebagai pembeda dengan dua gol krusial. (Instagram/@fcbarcelona)
 

JawaPos.com - Barcelona akhirnya keluar menjadi juara dalam laga final Piala Super Spanyol. Dalam laga el clasico itu Raphinha berhasil mencetak dua gol yang menjadi penentu kemenangan atas Real Madrid.

Melansir Sports Illustrated, Barcelona langsung mengambil inisiatif permainan sejak peluit awal dibunyikan. Dominasi penguasaan bola menjadi ciri khas tim asuhan Hansi Flick, meski peluang berbahaya pertama justru datang dari Real Madrid.

Vinicius Junior lolos di sisi sayap dan melesat ke arah gawang, tetapi tembakannya terlalu lemah dan berhasil diamankan Joan Garcia. Itu menjadi tembakan tepat sasaran pertama dalam pertandingan.

Butuh waktu lebih dari 25 menit bagi Barcelona untuk benar-benar menguji Thibaut Courtois. Raphinha melepaskan tembakan keras, namun bola mengarah tepat ke posisi kiper asal Belgia tersebut.

Di sisi lain, Madrid tampil disiplin dengan skema lima bek setiap kali Barca menguasai bola, melakukan penjagaan ketat dan menutup ruang gerak lini serang Barcelona.

Menjelang akhir babak pertama, peluang emas datang dari umpan silang brilian Lamine Yamal yang membuat Raphinha berdiri bebas di depan gawang. Namun, secara mengejutkan, pemain Brasil itu justru menembak jauh melenceng.

Kesalahan tersebut tak lama berselang langsung ditebus. Raphinha menerima bola, berlari menusuk ke arah Aurélien Tchouameni, lalu melepaskan tembakan rendah keras dari tepi kotak penalti.

Bola meluncur melewati sela-sela kaki kiper dan bersarang di sudut bawah gawang, membawa Barcelona unggul pada menit ke-36.

Barcelona mencoba menambah keunggulan sebelum turun minum. Courtois tampil sigap dengan menggagalkan peluang Fermín López dan Yamal di tiang dekat, saat Madrid mulai terlihat tertekan di menit-menit akhir babak pertama.

Namun, Vinicius Jr. muncul dengan aksi individu luar biasa. Ia mengecoh Jules Koundé dengan nutmeg, melewati Pau Cubarsí, lalu menyelesaikan peluang dengan tembakan akurat ke sudut bawah gawang untuk menyamakan skor.

Drama belum berakhir. Hanya semenit berselang, Pedri mengirimkan umpan matang kepada Robert Lewandowski.

Dengan ketenangan khas striker veteran, Lewandowski melambungkan bola melewati Courtois yang maju, bola sempat membentur tiang sebelum masuk ke gawang dan mengembalikan keunggulan Barcelona di masa tambahan waktu babak pertama.

Kegilaan terus berlanjut. Dari sepak pojok, Dean Huijsen memenangkan duel udara dan memaksa Joan García melakukan penyelamatan sundulan di garis gawang.

Bola rebound jatuh ke kaki Gonzalo Garcia yang melepaskan tembakan, membentur mistar, dan masuk ke gawang. Skor kembali imbang saat kedua tim menuju ruang ganti.

Babak kedua dibuka dengan tempo tinggi dan permainan agresif. Real Madrid terlihat lebih menguasai jalannya laga, sementara Barcelona sempat kesulitan mempertahankan penguasaan bola. Tanpa penampilan solid Joan García, Barcelona bisa saja tertinggal sekitar menit ke-60.

Barcelona perlahan bangkit lewat serangan dari sisi kanan. Jules Kounde mengirimkan umpan silang keras ke kotak penalti yang disambut Lamine Yamal, tetapi tembakannya kembali mengarah tepat ke pelukan Courtois.

Tekanan Barca akhirnya berbuah hasil. Kerja sama apik antara Dani Olmo dan Ferran Torres membuat bola jatuh ke kaki Raphinha.

Tanpa ragu, ia melepaskan tembakan yang mengenai Raúl Asencio dan mengecoh Courtois, mencetak gol keduanya pada menit ke-73 untuk membawa Barcelona kembali unggul.

Di sisa laga, Barcelona mencoba mengontrol permainan dengan penguasaan bola, sementara Real Madrid meningkatkan intensitas lewat masuknya para pemain pengganti.

Situasi semakin sulit bagi Barca ketika Frenkie de Jong diusir keluar lapangan di menit-menit akhir setelah tekel keras terhadap Kylian Mbappe.

Madrid mendapatkan dua peluang emas di masa tambahan waktu melalui Alvaro Carreras dan Asencio dari jarak dekat. Namun dua kali pula Joan García berdiri kokoh di bawah mistar, menjaga keunggulan timnya.

Setelah menit-menit terakhir yang penuh ketegangan, Barcelona akhirnya bertahan hingga peluit akhir. Kemenangan 3–2 ini memastikan trofi Piala Super Spanyol menjadi milik Blaugrana, sekaligus menegaskan peran Raphinha sebagai bintang utama dalam El Clasico yang mendebarkan.

EDITOR: Edi Yulianto