JawaPos.com - Presiden Real Madrid, Florentino Perez, kembali melontarkan pernyataan keras terkait kondisi sepak bola Spanyol.
Melansir AS, dalam resepsi Natal tradisional klub bersama awak media, Perez menyampaikan pidato panjang yang berfokus pada persoalan perwasitan, dengan kasus Negreira sebagai isu utama yang menurutnya belum mendapat kejelasan dan keadilan.
Ia membuka acara dengan nada hangat, menyambut para jurnalis dan menggarisbawahi pentingnya momen kebersamaan tersebut.
“Selamat siang semuanya. Terima kasih telah bergabung dengan kami dalam pertemuan tahunan tradisional ini. Saya berharap Anda menikmati musim liburan yang bahagia bersama orang-orang terkasih. Saya ingin kita mengenang rekan-rekan seprofesi kita yang telah meninggal dunia tahun ini.”
Perez kemudian menyoroti peran media dalam perjalanan Real Madrid sebagai institusi besar.
“Pada saat seperti ini, saya mengambil kesempatan untuk berterima kasih atas kerja informatif Anda. Di klub ini, kami selalu menghargai kerja media, dalam kerangka kejujuran, profesionalisme, dan ketelitian,” ujarnya.
“Ini adalah momen untuk mengingat nilai-nilai yang telah mendefinisikan kita, nilai-nilai yang telah membantu menjadikan Real Madrid sebagai klub yang paling dikagumi dan paling banyak meraih gelar di dunia. Dan, media telah membantu kita dalam hal ini.”
Berbicara lebih jauh soal identitas klub, Perez menegaskan bahwa kesuksesan Real Madrid tidak datang begitu saja.
“Semua yang telah kita raih adalah berkat pengorbanan, kerendahan hati, dan solidaritas. Klub ini mewakili jutaan orang. Real Madrid adalah sesuatu yang sangat istimewa. Itulah mengapa kami yang menjadi bagian dari klub ini merasakan tanggung jawab yang besar.”
Ia juga menyinggung peran sosial klub melalui yayasan Real Madrid.
“Para pendukung Real Madrid tahu bahwa lencana ini memiliki makna khusus, bahkan ketika tujuan tampak mustahil. Kami berusaha mewujudkannya melalui Yayasan kami. Berkat yayasan ini, kami membantu lebih dari 400.000 orang di seluruh dunia. Olahraga adalah alat yang sangat ampuh untuk solidaritas.”
Memasuki bagian reflektif, Perez memuji kekuatan institusional klub, terutama dari sisi finansial dan prestasi.
“Natal adalah waktu yang mengundang refleksi. Klub ini telah membangun sejarah dan legendanya. Kami adalah klub dengan pendapatan tertinggi di dunia menurut Deloitte dan klub paling berharga menurut Forbes.”
“Hal ini memungkinkan kami untuk menjalani salah satu periode paling sukses dalam sejarah kami selama 15 tahun terakhir, baik dalam sepak bola maupun bola basket.”
Namun, nada pidato berubah saat Perez mulai membahas kekhawatiran utamanya.
“Dan, Natal juga merupakan waktu untuk merenung. Dan kekhawatiran terbesar Real Madrid adalah situasi perwasitan. Seperti yang Anda ketahui, situasi yang sangat serius yang terjadi dengan 'kasus Negreira' selama hampir dua dekade layak mendapatkan keadilan.”
Ia secara terbuka mengkritik Barcelona dan sikap lembaga sepak bola Spanyol.
“Sama sekali tidak dapat dipahami bahwa lembaga-lembaga tersebut telah meninggalkan Real Madrid sendirian dalam pertarungan ini. Bagaimana mungkin presiden wasit meminta kita untuk melupakannya?”
“Bagaimana kita bisa melupakan skandal terbesar dalam sejarah sepak bola? Bagaimana RFEF dan La Liga bisa bersikap seperti ini? Mereka memiliki kewajiban untuk melindungi integritas.”
Perez menyebut kasus Negreira sebagai masalah serius yang mencoreng sepak bola Spanyol.
“Kasus 'Negreira' adalah kasus paling serius dalam sepak bola saat ini. Kita tahu bahwa lebih dari delapan juta euro dibayarkan untuk laporan teknis tentang wasit. Dan yang lebih buruk lagi, laporan tersebut tidak pernah diterima oleh para pelatih.”
Menurutnya, hal itu menimbulkan banyak pertanyaan mendasar.
“Siapa yang bisa percaya bahwa laporan-laporan ini dibayar padahal para pelatih pun tidak mengetahui keberadaannya? Ini menyoroti perlunya perubahan radikal.”
Ia juga menyinggung keputusan wasit dalam pertandingan liga terbaru, termasuk insiden yang melibatkan Vinicius Jr dan Rodrygo.
“Kemarin kami dipimpin oleh seorang wasit yang mengancam akan mengambil tindakan terhadap klub kami menjelang final Copa del Rey. Dan tampaknya pelanggaran yang dialami Vinicius dan Rodrygo bukanlah penalti. Itulah hal baru musim ini.”
Perez memperingatkan bahwa dampak kasus Negreira bisa meluas.
“Ada kemungkinan beberapa klub terdegradasi sebagai korban dari 'kasus Negreira'. Sepak bola Spanyol telah dirugikan dan keadilan harus ditegakkan.”
Ia menutup kritiknya dengan mengingatkan status hukum kasus tersebut.
“Jangan lupa bahwa hakim penyelidik menggambarkannya sebagai korupsi sistemik. Dan Barcelona mengakui bahwa pembayaran ini dilakukan karena dianggap menguntungkan. Mengapa? Untuk tujuan apa?”
Meski demikian, Perez menegaskan Real Madrid tidak akan berhenti menekan isu ini.
“Real Madrid akan terus bersikeras, dan Anda di media memainkan peran fundamental.”
Di akhir pidato, ia kembali ke nada optimistis dengan menyinggung masa depan klub dan proyek Santiago Bernabeu.
“Di luar kasus ini, kami sangat gembira. Kami menyaksikan tahap akhir pekerjaan di Bernabeu. Pertandingan NFL telah memungkinkan semua orang untuk menikmati stadion, salah satu daya tarik utama Madrid. Kita sedang hidup di masa perubahan.”
Pidato tersebut ditutup dengan ucapan terima kasih dan harapan baik.
“Kita memiliki kesamaan minat terhadap olahraga, dan dari Real Madrid kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras Anda. Dan sebagai penutup, atas nama Dewan Direksi dan saya sendiri, saya mengucapkan Selamat Natal. Terima kasih banyak,” pungkasnya.