JawaPos.com - Wiliam Marcilio kembali menjalani karier tak mengenakkan di Liga Indonesia. Setelah pada musim lalu dibuang oleh Arema FC di tengah kompetisi, kali ini pemain asal Brasil itu terpinggirkan dan mulai ditinggalkan oleh Persib Bandung.
Wiliam Marcilio datang ke Indonesia pada musim lalu. Tepatnya jelang Liga 1 2024/2025 untuk memperkuat Arema FC.
Meski berstatus pendatang baru, tapi Wiliam langsung nyetel dengan Liga Indonesia. Bersama Arema FC, dia mampu memegang peranan penting di lini serang sebagai playmaker.
Dari 15 laga pertama di Liga 1 2024/2025, Wiliam menjadi starter dalam 13 pertandingan. Kontribusinya pun nyata dengan catatan 5 gol dan 5 assist untuk Singo Edan. Wiliam kemudian harus absen mengalami cedera paha. Tiga pertandingan dilewati Arema FC tanpa sang playmaker.
Wiliam baru bermain lagi saat Arema menghadapi Borneo FC. Dia masuk di babak kedua dan tampil 45 menit, kemudian bermain penuh lagi ketika Singo Edan kalah 1-3 dari Pesib Bandung.
Namun setelahnya, situasi Wiliam di Arema FC mendadak. Dia mengawali laga dari bangku cadangan dan hanya bermain 15 menit lawan Bali United serta 5 menit kontra PSM Makassar.
Tanda tanya nasibnya makin besar setelah dalam delapan laga berikutnya, Wiliam Marcilio tak bermain. Bahkan namanya tak masuk dalam line-up Arema FC.
Awalnya Wiliam disebut oleh Koordinator Presidium Aremania Satu, Ali Rifki sebagai pemain dengan sikap dan tingkah laku buruk. Tapi ia langsung membantahnya.
Namun persoalan ini terus berlanjut hingga akhirnya Wiliam diumumkan tak lagi menjadi pemain Arema FC. Ia cabut karena kontraknya habis pada 30 April dan manajemen tak memperpanjangnya.
Statistik yang cukup apik di awal musim bareng Arema FC membuat Wiliam jadi salah satu pemain yang banyak diburu klub Super League. Sejumlah tim dikaitkan dengan dirinya termasuk Persija Jakarta dan Persib Bandung.
Tapi akhirnya Wiliam bergabung dengan Persib. Dia didatangkan dengan harapan dapat jadi pengganti Tyronne del Pino yang hengkang ke Malut United FC.
Penampilan Wiliam di Persib pun sempat memberikan harapan pada awal musim. Dia langsung mencetak gol debut ke gawang Dewa United FC dalam ajang Piala Presiden 2025.
Tapi ternyata Wiliam tak benar-benar sesuai harapan. Hingga November 2025, dia baru bermain 10 kali dengan hanya tiga kali sebagai starter. Jumlah menit bermainnya pun sangat minim karena cuma 422 menit dan kontribusinya baru dua assist.
Penampilan Wiliam jadi sorotan. Puncaknya saat Persib bermain di AFC Champions League Two 2025/2026 melawan Lion City Sailors. Dia dimasukkan pada menit ke-89 dan diharapkan memberikan dampak nyata karena Pangeran Biru tertinggal. Tapi pada akhirnya Persib kalah 2-3.
Usai laga, Bojan Hodak selaku pelatih Persib terang-terangan mengaku tak puas dengan performa para pemain pengganti. Mereka dianggap tak mampu memberikan perubahan, termasuk Wiliam Marcilio.
"Saya tidak senang dengan pemain yang masuk (sebagai pengganti) dan beberapa dari mereka harus bertanya kepada diri sendiri apakah sudah mengeluarkan permainan terbaik atau tidak," kata Bojan Hodak.
"Tentu saja ada beberapa dari mereka yang tidak akan berada di klub ini lagi. Beberapa dari mereka berada dalam level ini," tambahnya.
Selain Wiliam, pemain pengganti dalam laga tersebut antara lain Federico Barba, Luciano Guaycochea, Saddil Ramdani, dan Ramon Tanque.
Tapi sorotan saat ini makin tertuju ke Wiliam karena pemain asal Brasil itu tak dibawa Hodak ke dalam skuad untuk laga kontra Persib Bandung lawan Madura United FC di Pamekasan, Minggu (30/11).
Hodak menyatakan bahwa Wiliam dipulangkan ke Bandung. Bahkan alasannya sangat gamblang karena tak suka dengan penampilan sang gelandang.
"Wiliam saya kirim pulang ke Bandung, karena saya tidak senang dengan performa dia," tegas Bojan.
Kini, isu Wiliam Marcilio akan keluar dari Persib semakin kencang. Apalagi kompetisi akan jeda dan ada bursa transfer pertengahan musim sehingga bukan tak mungkin dia jadi pemain yang terkena evaluasi.