JawaPos.com - Sudah lebih dari empat tahun sejak Sergio Ramos meninggalkan Real Madrid, namun sosok sang kapten legendaris itu masih terasa kuat di setiap sudut Santiago Bernabéu.
Waktu memang berjalan, tapi ikatan antara Ramos dan klub yang ia bela selama 16 tahun belum benar-benar pudar.
Dan kini, seolah membuka babak baru dalam saga panjang hidupnya, pemain 39 tahun itu memberi isyarat bahwa ia mungkin siap kembali untuk satu momen terakhir.
Isyarat Halus dari Media Sosial
Setelah kabar beredar bahwa Ramos tidak akan melanjutkan petualangannya bersama Monterrey, akun Instagram MadridXtra mengunggah montase dirinya dalam jersey putih dengan keterangan:
"Berita Terkini: Sergio Ramos telah memutuskan untuk meninggalkan Monterrey sebagai agen bebas. Satu tarian terakhir."
Menariknya, unggahan itu langsung mendapat ‘like’ dari Ramos sendiri. Mungkin terdengar sepele, namun hal ini bisa jadi semacam anggukan diam-diam.
Seperti laporan SPORT, hal ini bisa dianggap sinyal kuat bahwa ia membuka pintu untuk kembali ke rumah lamanya: Santiago Bernabéu.
Luka Lama dan Perjalanan Panjang
Kepergian Ramos dari Real Madrid pada 2021 memang penuh drama. Negosiasi kontrak yang rumit serta hubungan yang merenggang dengan Florentino Pérez membuat perpisahan itu lebih mirip sinetron daripada perpisahan elegan seorang kapten besar.
Awal tahun ini, Ramos bahkan sempat menyenggol Pérez melalui langkah yang cukup tidak biasa: merilis lagu baru yang dianggap sebagai sindiran langsung.
Setelah petualangan singkatnya di PSG dan kembalinya ia ke Sevilla dengan penuh nostalgia, Ramos menjalani dua musim terakhir di Meksiko sebagai pilar pertahanan Monterrey.
Kini, kontraknya telah berakhir. Dan di usia yang sudah mendekati empat dekade, Ramos masih merasa sanggup berkompetisi di level top. Motivasi utamanya? Bukan uang. Bukan kejayaan klub. Tapi tim nasional Spanyol.
Mengejar Mimpi Terakhir
Meski pelatih Luis de la Fuente pernah mengatakan bahwa Ramos tidak masuk dalam rencananya, sang legenda belum menyerah pada mimpi tampil di Piala Dunia 2026.
Ia paham, untuk kembali masuk radar La Roja, ia harus bermain di kompetisi elite Eropa. Dan tidak ada panggung yang lebih besar dan lebih bermakna dibanding kembali mengenakan jersey putih yang pernah menjadi identitasnya.