JawaPos.com - Legenda FC Barcelona, Rivaldo, ikut angkat suara soal krisis pertahanan yang tengah melanda mantan klubnya.
Dalam empat laga terakhir saja, Blaugrana sudah kebobolan delapan gol—angka yang jelas membuat alarm peringatan berbunyi keras. Kekalahan 3-0 dari Chelsea di Liga Champions menjadi puncak dari kekhawatiran itu.
Situasi ini semakin pelik setelah legenda Premier League, Alan Shearer, ikut mengkritik garis pertahanan tinggi dan taktik jebakan offside Barcelona. Menurutnya, struktur pertahanan Barca terlalu mudah ditembus, terutama oleh tim yang agresif seperti Chelsea.
Baca Juga: Hansi Flick Hadapi Dilema Memilih Penyerang Sayap Jelang Barcelona vs Alaves
Rivaldo: Flick Tidak Bisa Terus seperti Ini
Melansir SPORT, sejalan dengan kritik tersebut, Rivaldo juga menyatakan keraguannya terhadap sistem yang digunakan Hansi Flick saat ini. Ia menegaskan bahwa Barcelona tidak bisa lagi bersikeras memakai pendekatan yang sama.
"Dia harus melakukan beberapa perubahan. Dia tidak bisa terus seperti ini," kata Rivaldo.
Namun, ia tidak sepenuhnya menimpakan kesalahan kepada Flick. Menurutnya, para pemain juga punya andil besar dalam kekacauan di lini belakang.
Rivaldo menilai bahwa beberapa kesalahan terjadi bukan hanya karena taktik, tetapi karena eksekusi yang kurang matang.
Baca Juga: Diparkir Saat Lawan Chelsea, Rashford Ngamuk ke Bos Barcelona Hansi Flick
“Jelas bahwa beberapa situasi mungkin merupakan tanggung jawab pelatih, tetapi yang lainnya adalah permainan yang dilatihkan sehingga para pemain tidak dapat mengeksekusinya dengan baik dalam pertandingan.”
Kurangnya komunikasi, minimnya konsentrasi, serta kegagalan membaca pergerakan lawan menjadi masalah yang, menurut Rivaldo, tidak selalu bisa disalahkan pada pelatih. Terkadang para pemain sendiri tidak sepenuhnya menyerap apa yang sudah dilatih.
Soal Lamine Yamal: Terjebak, Terbaca, dan Kehabisan Ide
Rivaldo juga menyoroti performa Lamine Yamal yang dibuat tidak berkutik oleh Marc Cucurella saat melawan Chelsea.
"Lamine tidak dalam performa terbaiknya karena dia dijaga sangat ketat. Dalam situasi seperti itu, saya pikir dia perlu memiliki lebih banyak pilihan di lapangan, lebih banyak variations dalam permainannya," ujarnya.
Menurut Rivaldo, Lamine terlalu terpaku bermain di sisi kanan dan mengulang pola yang sama. Bakatnya luar biasa, tapi menjadi tidak maksimal karena mudah ditebak.
Ia menilai tugas Flick adalah memberikan opsi alternatif ketika pemain muda itu terjebak oleh lawan.
"Ketika dia menghadapi bek yang mengenalnya dengan baik, seperti di Chelsea, lebih mudah untuk menetralisirnya. Dia terjebak di sayap kanan, tidak bisa bergerak," tegasnya.
Karena itu, Rivaldo mendorong pelatih untuk lebih kreatif.
"Pelatih harus menciptakan alternatif untuknya: menempatkannya di tengah, di kiri, peran alternatif... Dengan begitu, dia bisa tampil lebih baik. Dia bermain buruk karena terbatas di satu sisi lapangan, dijaga dengan baik, dan mudah ditebak," ujarnya.
Dengan tekanan dari legenda-legenda klub dan performa yang semakin dipertanyakan, kini semua mata tertuju pada Hansi Flick. Perubahan apa yang akan ia lakukan? Barcelona butuh solusi cepat.