JawaPos.com - Nama Estevao Willian mendadak jadi pembahasan hangat di seluruh Eropa. Mantan winger muda Palmeiras yang satu ini sempat jadi rebutan klub-klub besar, tapi akhirnya justru mendarat di Chelsea pada 2024 dan resmi bergabung musim panas tahun ini. Dan, well keputusan itu langsung terbukti jitu.
Baru sebentar berseragam The Blues, Estevao sudah tampil gemilang. Aksinya melawan Barcelona di Liga Champions plus gol yang ia cetak, menguatkan satu hal: bocah ini bukan sekadar “wonderkid”, tapi calon bintang besar.
Namun, yang mungkin tidak banyak tahu, Real Madrid sebenarnya juga pernah masuk dalam perburuan. Bahkan cukup serius.
Madrid Oke, Pemain Juga Oke Tapi Situasinya Tidak Mendukung
Menurut laporan dari MARCA, Real Madrid saat itu termasuk klub elite yang mengincar Estevao, bersaing dengan Barcelona ketika sang pemain masih memperkuat Palmeiras.
Blaugrana bahkan mengakui sang winger cocok dengan gaya main mereka, tetapi situasi keuangan mereka membuatnya mustahil untuk bersaing dengan pelamar lainnya.
Madrid pun sebenarnya punya visi yang jelas: mereka menganggap bakat, keberanian, dan kemampuan Estevao menembus pertahanan sebagai “profil ideal” untuk masa depan. Bahkan dari pihak sang pemain, Madrid adalah mimpi besar.
Tapi sayangnya, waktu berkata lain. Skuad Los Blancos saat itu sudah penuh sesak oleh para talenta muda di posisi serupa.
Rodrygo sedang berada dalam performa top, sementara pemain-pemain seperti Brahim Diaz dan Arda Guler terus menuntut menit bermain. Alhasil, tidak ada “ruang langsung” bagi Estevao untuk berkembang dengan stabil.
Dalam kata lain: bukan karena Madrid tidak mau, tapi karena mereka tak bisa menjamin jalur pertumbuhan yang jelas.
Chelsea Masuk di Saat yang Tepat
Ketika Madrid dan Barcelona tak bisa bergerak maksimal, Chelsea datang membawa paket lengkap: tawaran finansial yang kuat, proyek olahraga yang jelas, dan ambisi besar untuk menjadikan Estevao bagian penting dari masa depan klub.
Untuk pemain muda berusia 18 tahun, itu jelas tawaran sulit ditolak. Transfer pun terjadi, dan sisanya adalah sejarah yang sedang ia tulis di London barat.
Sejak resmi mengenakan seragam Chelsea, Estevao tampil luar biasa. Lima gol dari 17 pertandingan—tiga di antaranya di Liga Champions—membuktikan bahwa The Blues tidak salah memilih.
Dan melihat performanya yang makin matang, rasanya wajar jika banyak pihak percaya bahwa ia ditakdirkan untuk mencapai level tertinggi dalam waktu dekat.
Bagi Madrid? Ini mungkin salah satu “peluang hilang” yang akan mereka ingat lama. Tapi toh, kadang sepak bola memang soal momentum. Dan pada saat itu, momennya belum berpihak pada Los Blancos.