← Beranda
Presiden Barcelona Joan Laporta Buka-Bukaan Soal Alasan di Balik Pemecatan Xavi Hernandez
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 25 November 2025 | 02.38 WIB
Presiden Barcelona Joan Laporta Buka-Bukaan Soal Alasan di Balik Pemecatan Xavi Hernandez

JawaPos.com - Presiden Barcelona, Joan Laporta, akhirnya memberikan versi terperinci mengenai rangkaian peristiwa dramatis yang menyebabkan pemecatan Xavi Hernandez pada tahun lalu. 

Kisah yang terjadi antara Januari hingga Mei 2024 itu menjadi salah satu episode manajerial paling bergejolak yang pernah dialami klub dalam beberapa waktu terakhir.

Yang membuat situasi semakin kacau adalah Xavi sendiri, yang memulai badai ketika mengumumkan secara terbuka niatnya untuk mundur di akhir musim, namun kemudian membatalkan keputusan tersebut beberapa minggu kemudian. 

Bulan-bulan itu dipenuhi ketegangan di balik pintu tertutup, ketidaksepakatan mengenai arah olahraga, dan harapan yang tidak selaras.

Baca Juga: Joan Laporta Pastikan Messi Tidak Akan Kembali ke Barcelona

Laporta Menjelaskan Alasan Pemecatan Tersebut

Berbicara kepada Esport3, Laporta memaparkan sudut pandangnya tentang apa yang salah. Dia memulai dengan mengingat kembali momen ketika Xavi berubah pikiran tentang kepergiannya, dengan mengatakan:

“Xavi sendiri telah mengumumkan kepergiannya, dengan mengatakan ia akan pergi pada akhir musim. Lalu dia meminta bertemu di rumah saya untuk menjelaskan bahwa, pada kenyataannya, dia ingin melanjutkan dan merasa perlu untuk melakukannya,” jelas Laporta.

“Saya hanya bertanya satu hal kepadanya – 'Xavi, apakah kamu percaya pada tim ini?' Dia menjawab: 'Saya percaya 100% dan saya akan menjadikan para pemain ini juara,'” lanjutnya.

Laporta kemudian mengingat bagaimana segalanya berubah hanya seminggu kemudian, ketika Xavi membuat komentar dalam konferensi pers yang bertentangan dengan kepercayaan diri yang ia ungkapkan secara pribadi.

Baca Juga: Joan Laporta Tutup Pintu Kembalinya Lionel Messi ke Barcelona, Masih Taruh Hormat untuk La Pulga

“Seminggu kemudian, saya mendengarnya berkata dalam konferensi pers bahwa ia dan timnya membutuhkan waktu dua tahun untuk bisa kompetitif. Saya berpikir: 'Apa-apaan ini?'”

Ketidakpastian terus bertambah ketika Xavi mendekati Deco, direktur olahraga, dengan saran tentang restrukturisasi skuad. Laporta mengungkapkan bagaimana percakapan tersebut berdampak padanya dan memaksanya untuk menilai kembali situasi.

"Dia kemudian berbicara dengan Deco tentang kemungkinan mengganti beberapa pemain tim utama. Seperti yang Anda ketahui, saya sangat menghormati Xavi, dan kata-katanya sangat menyentuh saya,” ungkap Laporta.

Meski itu menjadi momen paling emosional baginya, Laporta harus mengambil keputusan sulit itu. Karena menurutnya klub lebih penting dari yang lainnya.

“Kami pernah membuat keputusan sulit sebelumnya dengan Messi, Alba, Busquets, Pique, bahkan dengan Xavi dan Koeman… tetapi di Barça, institusi selalu diutamakan. Itu di atas para pemain, presiden, dan pelatih,” pungkasnya.

Jelas bahwa meskipun ada upaya untuk menenangkan keadaan, Laporta akhirnya membebastugaskan Xavi pada 24 Mei, mengakhiri siklus yang semakin tidak terkendali.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho