JawaPos.com - Kembalinya Jude Bellingham ke timnas Inggris diperkirakan akan berjalan mulus, tetapi rasa frustrasi yang tampak pada sang gelandang telah menciptakan topik pembicaraan tak terduga seputar posisinya dalam rencana Thomas Tuchel.
Selama kemenangan Inggris 2-0 atas Albania, bintang Real Madrid itu ditarik keluar pada menit ke-84 setelah malam yang campur aduk. Namun, reaksinya saat diganti dengan cepat menutupi penampilannya di lapangan.
Begitu Bellingham melihat nomornya di papan pergantian pemain, ia langsung menunjukkan gestur kejengkelan yang cukup jelas.
Baca Juga: Real Madrid Ragu Tawarkan Perpanjangan Kontrak pada Rudiger
Momen ini sulit bagi sang gelandang, terutama karena ia sedang berusaha menjamin tempatnya di starting XI Inggris setelah periode performa yang tidak konsisten dan absen akibat cedera.
Selama ia absen, pemain lain tampil meyakinkan. Hal ini membuat Tuchel mengisyaratkan bahwa struktur timnya mungkin tidak bisa mengakomodasi semua nama besar sekaligus.
Apa yang dikatakan Tuchel?
Saat meninggalkan lapangan, Bellingham melambaikan tangan dengan ekspresi kesal, sebuah gestur yang mengingatkan pada rekan setimnya di Real Madrid, Vinicius Jr., ketika digantikan melawan Barcelona.
Melansir Sky Sports, ditanya mengenai perilaku tersebut, Tuchel memberikan jawaban tegas.
"Itu adalah keputusan dan dia harus menerima keputusan itu."
Baca Juga: Real Madrid Kehilangan Bek Andalan, Dean Huijsen Mundur dari Timnas Spanyol karena Cedera!
"Temannya sudah menunggu di pinggir lapangan. Terima saja, hormati, dan teruslah maju,” tambahnya.
Ketika ditanya apakah insiden tersebut bertentangan dengan nilai-nilai yang ingin ia bangun menjelang Piala Dunia, Tuchel tetap tenang namun tidak mengurangi ketegasannya.
"Saya tidak melihatnya seperti itu. Saya harus meninjaunya, dan saya lihat dia tidak senang. Saya tidak ingin mempermasalahkannya lebih besar dari sekarang. Pemain seperti Jude sangat kompetitif. Mereka tidak akan pernah menyukainya,” jelas pelatih asal Jerman tersebut.
Ia kemudian menegaskan kembali prinsipnya.
"Ini soal standar dan level tertentu. Ini soal komitmen dan rasa saling menghormati. Kami tidak akan mengubah keputusan hanya karena seseorang melambaikan tangan."