JawaPos.com–Dengan asumsi Belgia dapat menghindari hasil terburuk dalam sejarah, Setan Merah bakal berambisi mengejar kemenangan demi lolos ke Piala Dunia 2026 pada Rabu (19/11). Mereka akan menjamu Liechtenstein di Stade Maurice Dufrasne, Liege.
Skuad asuhan Rudi Garcia unggul dua poin di puncak Grup J, sementara tim tamu, pimpinan pelatih Konrad Funfstuck berada di posisi terbawah klasemen terancam mengakhiri kualifikasi ini dengan rekor kekalahan 100 persen.
Tim nasional berjuluk Setan Merah ini berada di ambang tiket otomatis ke pertemuan global tahun depan. Namun, mereka dikejutkan dengan hasil imbang di markas Kazakhstan pada akhir pekan lalu.
Meski begitu Jeremy Doku cs masih memiliki rekor terbaik setidaknya di grup ini dengan empat kemenangan dan tiga hasil imbang dari tujuh laga. Timnas Belgia unggul dua poin dari Wales dan Makedonia Utara membuat mereka tak boleh lengah dengan kekalahan.
Sebenarnya hasil imbang saja hampir pasti cukup bagi pasukan Garcia untuk mencapai Piala Dunia tanpa perlu playoff. Selain kemenangan telak melawan Liechtenstein yang selalu kalah akan dianggap sebagai kegagalan luar biasa.
Sementara tim tamu tidak akan kaget dengan hasil yang sudah diprediksi. Sebagai juru kunci, Liechtenstein, negara terkecil keempat di Eropa dengan penduduk sekitar 40.000 jiwa, tidak mengherankan nasib mereka menyedihkan di kompetisi ini.
Berada di peringkat 206 dunia versi FIFA, negara Eropa dengan peringkat terendah kedua di atas San Marino, rekor Die Landle setelah tujuh laga adalah tujuh kekalahan, nol gol, dan 24 kebobolan.
Tim asuhan Konrad Funfstuck adalah satu-satunya negara UEFA yang belum mencetak gol di Kualifikasi Piala Dunia. Sudah lebih dari setahun sejak terakhir mereka kalah 11 kali berturut-turut sejak hasil imbang tanpa gol dengan Gibraltar pada Oktober 2024.
Pada pertemuan pertama Liechtenstein dibantai dalam laga perdana melawan Belgia di bulan September, skor 6-0 menjadi kejayaan untuk Belgia. Youri Tielemans mencetak brace ditambah gol Kevin De Bruyne, Malick Fofana, Maxim De Cuyper, dan Arthur Theate.
Duel beda kasta dan kualitas ini bakal disiarkan langsung di iNews dan Vision+ pada Rabu (19/11) dini hari, pukul 02.45 WIB. Berikut preview dan prediksinya.
Belgia
Tuan rumah akan mendapat suntikan tambahan dengan kembalinya Thomas Meunier dari skorsing, tetapi Timothy Castagne kemungkinan akan dipertahankan di bek kanan, setelah penampilan impresifnya.
Pasukan Setan Merah masih tampil tanpa Thibaut Courtois karena cedera, tetapi mereka berada dalam kondisi yang menawan, ketika Matz Sels kembali mendapatkan kesempatan bermain di bawah mistar daripada Senne Lammens yang masih perlu membutuhkan waktu.
Sementara pilar Aston Villan, Tielemans hanya menjadi pemain pengganti di babak kedua pada pertandingan akhir pekan lalu karena masih dalam tahap pemulihan pasca cedera betis, dan kemungkinan masuk lapangan dengan skema yang sama saat melawan Liechtenstein.
Prediksi starting line-up Setan Merah (4-2-3-1): Matz Sels (kiper); Timothy Castagne, Koni De Winter, Arthur Theate, Maxim De Cuyper (bek); Amadou Onana, Nicolas Raskin (gelandang); Dodi Lukebakio, Hans Vanaken, Jeremy Doku (gelandang serang); Lois Openda (striker).
Liechtenstein
Berbicara tentang tim tamu, mereka juga akan menyambut kembalinya seorang bek sayap andalan dari hukuman larangan bertanding, yaitu Jens Hofer, yang akan bermain lebih maju sejajar dengan empat gelandang tengah lainnya.
Kembalinya Hofer secara tepat waktu, bisa menggantikan Emanuel Zund, yang ditarik keluar karena cedera saat melawan Wales, begitu pula striker Fabio Luque-Notaro, Willy Pizzi adalah satu-satunya pengganti sepadan yang dimiliki Die Landle di bangku cadangan.
Di tempat lain, kapten Nicolas Hasler berpeluang untuk mencatatkan caps ke-109 untuk tim nasional, torehan tujuh gol internasional juga menjadikannya pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah negara yang terletak di pegunungan Alpen ini.
Prediksi starting line-up Die Landle (3-5-2): Benjamin Buchel (kiper); Livio Meier, Andreas Malin, Maximilian Goppel (bek); Nicolas Hasler, Aron Sele, Luchinger, Alessio Hasler, Jens Hofer (gelandang); William Pizzi, Dennis Salanovic (striker).
Head-to-Head Belgia vs Liechtenstein
Kualifikasi Piala Dunia 2026 (5/9) Liechtenstein 0–6 Belgia
Lima Pertandingan Terakhir Belgia
Kualifikasi Piala Dunia (5/9) Liechtenstein 0–6 Belgia
Kualifikasi Piala Dunia (8/9) Belgia 6–0 Kazakhstan
Kualifikasi Piala Dunia (11/10) Belgia 0–0 Makedonia Utara
Kualifikasi Piala Dunia (14/10) Wales 2–4 Belgia
Kualifikasi Piala Dunia (15/11) Kazakhstan 1–1 Belgia
Lima Pertandingan Terakhir Liechtenstein
Kualifikasi Piala Dunia (5/9) Liechtenstein 0–6 Belgia
Kualifikasi Piala Dunia (7/9) Makedonia Utara 5–0 Liechtenstein
Kualifikasi Piala Dunia (10/10) Kazakhstan 4–0 Liechtenstein
Uji Coba (13/10) Montenegro 2–1 Liechtenstein
Kualifikasi Piala Dunia (16/11) Liechtenstein 0–1 Wales
Jajaran Pengadil Lapangan Belgia vs Liechtenstein
Wasit: Mohammed Al-Hakim (Swedia)
Asisten Wasit: Mehmet Culum – Fredrik Klyver (Swedia)
Wasit Keempat: Kristoffer Karlsson (Swedia)
VAR: Andrew Dallas (Skotlandia)
Asisten VAR: Steven McLean (Skotlandia)
Pengamat Wasit UEFA: Ferenc Szekely (Hungaria)
Delegasi UEFA: Cristiano Ascari (San Marino)
Prediksi Skor: Belgia 4–0 Liechtenstein
Ketangguhan lini belakang Liechtenstein melawan Wales memang patut dikagumi, tetapi penyelesaian akhir yang buruk dari The Dragons juga menjadi penyebab Die Landle hanya kalah 1-0 pada laga sebelumnya.
Namun, kini lawannya berbeda. Belgia seharusnya tidak mengalami masalah serupa dengan kekejaman di kotak penalti, bahkan anak asuhan Garcia dengan mudah menghukum jala gawang lawan-lawannya.
Seharusnya hanya masalah berapa banyak gol yang akan dicetak Setan Merah dalam perjalanan menuju kemenangan yang nyaman, dan yang lebih penting, tidak ada pemain yang masuk ruang perawatan.