← Beranda
Ancelotti Kenang Masa Tugasnya di Real Madrid, Samakan Pemain Ini Mirip dengan Legenda Brasil Kaka
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 13 November 2025 | 20.27 WIB
Ancelotti Kenang Masa Tugasnya di Real Madrid, Samakan Pemain Ini Mirip dengan Legenda Brasil Kaka

JawaPos.com - Carlo Ancelotti kini resmi menukangi timnas Brasil. Perannya kali ini membuatnya bereuni kembali dengan sejumlah mantan anak asuhnya di Real Madrid seperti Vinicius Jr, Rodrygo, Casemiro, hingga Éder Militão.

Situasi ini jelas memudahkan pelatih asal Italia tersebut dalam menjalankan tugasnya di timnas Brasil. Terlebih lagi, sebagian besar pemain di atas pernah dipromosikan ke tim utama Real Madrid berkat kontribusinya. Salah satunya adalah Vinicius Jr, yang kini dianggap sebagai salah satu winger paling berbakat di dunia.

Dalam wawancaranya di podcast Rest is Football, Ancelotti mengenang masa-masa kepelatihannya di Real Madrid mulai dari gaya melatih, manajemen ruang ganti, hingga cara ia membentuk pemain muda menjadi bintang kelas dunia.

Baca Juga: Ancelotti Ingin Jadikan Vinicius Jr. Sebagai Pusat Permainan Timnas Brasil

Manajemen Ruang Ganti

Sebelumnya, banyak yang beranggapan bahwa saat melatih Real Madrid, Don Carlo hanya mengelola keseimbangan ruang ganti dan jarang mengatur sisi taktis. 

Anggapan ini muncul setelah pernyataan Gareth Bale beberapa waktu lalu yang menyebut Real Madrid lebih bergantung pada kemampuan individu pemain ketimbang taktik.

Namun, Ancelotti membantah pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa meski mengelola ruang ganti yang diisi banyak pemain top, ia juga memperhatikan aspek taktis.

“Orang bilang saya hanya mengendalikan ego di Real Madrid? Tidak benar. Kami juga banyak berlatih aspek taktis,” ucapnya.

Ancelotti kemudian menambahkan bahwa pada periode keduanya di Real Madrid, tidak ada masalah ego di ruang ganti.

“Ketika saya kembali ke Real Madrid, saya beruntung menemukan tim tanpa ego. Mereka adalah pemain-pemain fantastis seperti Modric, Casemiro, Kroos, Carvajal, dan Benzema tanpa (masalah) ego,” tambahnya.

Baca Juga: Kekalahan Menyakitkan Brasil atas Jepang, Ancelotti Soroti Keseimbangan Mental

Mengorbitkan Pemain Muda

Jika mencari sosok yang berjasa besar dalam karier pemain muda Real Madrid seperti Vinicius Jr, Rodrygo, Valverde, hingga Camavinga, nama Carlo Ancelotti jelas ada di depan.

Pelatih berpengalaman itu membagikan kisah bagaimana ia mengembangkan para pemain muda tersebut hingga kini menjadi nama-nama besar dan aset penting bagi Los Blancos.

“Kami membangun koneksi yang baik antara pemain muda seperti Vini Jr, Rodrygo, Valverde, dan Camavinga,” jelas Ancelotti.

Ia juga tidak melupakan peran klub yang turut memperkuat tim dengan mendatangkan pemain muda berbakat di masa kepelatihannya.

“Tentu saja klub sangat membantu karena mereka merekrut pemain-pemain fantastis seperti Bellingham, Güler, dan Endrick. Dengan begitu kami bisa membangun koneksi dan memenangkan dua Liga Champions bersama klub yang sangat mendukung kami,” tambahnya.

Dalam wawancara itu, dari semua pemain yang disebutkan, ada satu nama yang paling disorot oleh Ancelotti. Ia bahkan menyamakannya dengan sosok legenda Brasil sekaligus mantan pemain Real Madrid — Kaka.

“Jude Bellingham adalah pemain yang fantastis. Kalau saya harus membandingkannya, dia mirip dengan Kaka,” ungkap Ancelotti.

Gaya Kepelatihan Ancelotti

Tidak diragukan lagi, Carlo Ancelotti merupakan salah satu pelatih paling sukses di dunia. Ia telah meraih kejayaan di berbagai liga top: La Liga bersama Real Madrid, Serie A bersama AC Milan, hingga Bundesliga bersama Bayern Munchen.

Meski dikenal sebagai ahli taktik, Ancelotti lebih masyhur berkat kemampuannya dalam manajemen pemain. Keahliannya meredam ego para bintang dunia membuatnya sangat dihormati di ruang ganti.

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan pendekatan personal yang selalu ia terapkan saat menangani tim penuh pemain bintang.

“Saya berusaha membangun hubungan dengan orangnya, bukan pemainnya,” ujar Ancelotti.
“Jika Anda bertanya kepada pemain: ‘Siapa Anda?’, mereka akan menjawab: ‘Saya pesepakbola’, bukan ‘orang yang bermain sepak bola’.”

Tak heran jika gaya kepelatihan Ancelotti kerap disebut santai dan fleksibel, memberi ruang bagi kreativitas pemain untuk berkembang.

Namun, ia juga mengakui bahwa terkadang konflik tetap tidak bisa dihindari. Sama seperti yang mungkin dialami Xabi Alonso sekarang di Real Madrid, Ancelotti menyebut pemain terkadang menganggap keputusan taktis sebagai masalah pribadi.

“Misalnya, kalau saya mencadangkan pemain yang punya hubungan baik dengan saya, keesokan harinya dia mungkin tidak akan menyapa karena merasa tersinggung. Padahal, saya mencadangkan ‘pemainnya’, bukan ‘orangnya’,” jelasnya.

Menutup wawancara, Ancelotti menyampaikan doa terbaik untuk Xabi Alonso yang kini menjabat sebagai pelatih Real Madrid.

“Saya berharap dan mendoakan yang terbaik untuk Xabi Alonso karena saya seorang Madridista,” pungkasnya.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho