← Beranda
Real Madrid Keluhkan Jadwal Padat La Liga
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 30 Oktober 2025 | 19.38 WIB
Real Madrid Keluhkan Jadwal Padat La Liga

JawaPos.com - Real Madrid tampaknya mulai gerah dengan jadwal padat yang disusun oleh La Liga.

Klub raksasa Spanyol itu merasa diperlakukan tidak adil karena harus memainkan dua pertandingan penting hanya berselang 70 jam—dua jam lebih pendek dari rekomendasi minimum FIFA untuk masa pemulihan pemain.

Padahal, pedoman 72 jam ini sudah lama menjadi standar emas dalam menjaga kebugaran pemain di kompetisi elite dunia. Tapi kalender padat La Liga musim ini tampaknya memaksa aturan itu dikesampingkan.

Baca Juga: Klub-Klub Besar Eropa Siap Tampung Vinicius Jr Jika Tinggalkan Real Madrid

Jadwal Super Ketat Setelah El Clásico

Melansir dari Madrid Universal dan laporan Marca, Real Madrid baru saja menikmati kemenangan besar atas Barcelona dalam El Clásico pertama musim 2025/26. Namun euforia kemenangan itu langsung terbentur kenyataan pahit: jadwal padat yang menanti.

Los Blancos dijadwalkan menjamu Girona pada Minggu, 30 November pukul 21.00, lalu hanya tiga hari kemudian, mereka harus melawat ke San Mamés menghadapi Athletic Club Bilbao pada Rabu, 3 Desember pukul 19.00.

Dengan kata lain, hanya ada 70 jam waktu pemulihan di antara kedua laga. Waktu yang dianggap terlalu singkat bagi tim dengan intensitas pertandingan seperti Real Madrid.

Baca Juga: Perubahan yang Dibawa Xabi Alonso Mulai Picu Perpecahan di Ruang Ganti Real Madrid

Efek Domino dari Piala Super Spanyol

La Liga mengonfirmasi bahwa perubahan jadwal ini disebabkan oleh restrukturisasi Matchday 19, demi menyesuaikan jadwal Piala Super Spanyol yang akan digelar di Arab Saudi. 

Turnamen tersebut akan menampilkan empat tim top: Real Madrid, Barcelona, Atlético Madrid, dan Athletic Bilbao.

Agar kompetisi tetap berjalan seimbang, pertandingan keempat tim itu dimajukan ke awal Desember dan dampaknya paling terasa bagi Real Madrid.

Meski alasan kalender terlihat logis, pihak internal Madrid dilaporkan tidak senang. Mereka menilai bahwa kepadatan jadwal ini berisiko tinggi terhadap kesehatan pemain, terutama menjelang periode sibuk Natal dan jadwal Eropa.

Tradisi 72 Jam yang Dilanggar

Sejak era Carlo Ancelotti, Real Madrid dikenal punya kebijakan internal yang ketat: tidak bermain tanpa jeda 72 jam penuh antar pertandingan kompetitif. 

Ancelotti bahkan pernah menegaskan, “Ini adalah terakhir kalinya kami memainkan pertandingan tanpa 72 jam istirahat penuh.”

Kebijakan itu bukan sekadar tradisi, tapi bagian dari filosofi klub soal manajemen energi dan performa puncak. Hingga musim ini, kalender La Liga biasanya masih mematuhi prinsip tersebut hingga akhirnya berubah karena jadwal Piala Super.

Kini, kebijakan itu kembali dilanggar, dan pihak Madrid dikabarkan siap mengajukan protes resmi ke operator La Liga, terutama terkait perlindungan kebugaran pemain dan kepatuhan pada pedoman FIFA.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho