JawaPos.com - Liverpool kembali menelan kekalahan dari Crystal Palace kali ini di ajang Carabao Cup dengan skor 0-3 di Anfield, Rabu, 29 Oktober 2025.
Selain tersingkir dari Carabao Cup, The Reds juga menelan enam kekalahan dari tujuh laga terakhir. Rekor tersebut merupakan yang kedua dalam 70 tahun terakhir dengan sebelumnya terjadi pada tahun 2009 di bawah asuhan Rafael Benitez.
Awan gelap seolah belum akan hilang di langit Liverpool, tiga pertandingan selanjutnya lawan berat menanti yakni Aston Villa dan Manchester City di Premier League, serta raksasa Spanyol Real Madrid di Liga Champions.
Lalu, apa faktor keterpurukan Liverpool meski sudah jor-joran uang banyak di bursa transfer pemain musim panas lalu?
1. Kehilangan Pemain Kunci
Kehilangan empat pemain kunci yang membawa gelar juara musim lalu yakni Luis Diaz, Darwin Nunez, Trent Alexander-Arnold, dan Diogo Jota diprediksi menjadi faktor kunci keterpurukan Liverpool.
Meski mampu menang di laga awal Premier League, namun permainan The Reds tidak menunjukkan identitas sebagai juara bertahan.
2. Tak Ada Pengganti Luis Diaz
Kepergian Luis Diaz tidak diantisipasi dengan mendatangkan pemain sepadan. Liverpool sendiri beranggapan pemuda 17 tahun Rio Ngumoha akan mampu menunjukkan tajinya sebagai back up dari Cody Gakpo.
Sayangnya, di saat Gakpo bermain buruk, Ngumoha belum mampu membawa perbedaan karena pengalaman yang minim di level tertinggi Inggris.
Baca Juga: 4 Hotel dan Penginapan Murah di Pasuruan: Ramah di Kantong, Strategis untuk Traveler
3. Chemistry Pemain Baru
Para pemain baru seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, Milos Kerkez, dan Jeremie Frimpong belum mampu menyatu dengan permainan Liverpool. Hanya Hugo Ekitike yang sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya.
4. Beban Harga Mahal Pemain Baru
Wirtz dan Isak dibeli dengan harga selangit. Bukan tak mungkin kedua pemain terbebani dengan bandrol mahal yang diterima. Wirtz yang nampak kesulitan dengan Premier League dan Isak dengan drama perpindahan dari Newcastle membuat mental sang pemain diuji.
5. Menurunnya Virgil van Dijk dan Mo Salah
Perpanjangan kontrak sekaligus kenaikan gaji Virgil van Dijk dan Mo Salah justru tak berdampak pada permainan mereka di musim ini.
Sang kapten gagal memberikan kenyamanan di lini belakang. Bahkan terakhir kali Liverpool nirbobol yakni pada pekan ke-4 Premier League ketika bertemu Burnley.
Sementara itu Mo Salah, top skor dan top assist musim lalu, benar-benar kehilangan tajinya. Dalam 12 pertandingan di semua kompetisi, kapten Mesir hanya mampu mencetak 4 gol dan 3 assist.