← Beranda
Komentar Toni Kroos Saat Vinicius Jr. Ngamuk Setelah Diganti di El Clasico: Saya Juga Tidak Suka Diganti
M Shofyan Dwi Kurniawan• Rabu, 29 Oktober 2025 | 18.25 WIB
Komentar Toni Kroos Saat Vinicius Jr. Ngamuk Setelah Diganti di El Clasico: Saya Juga Tidak Suka Diganti

JawaPos.com - Reaksi Vinicius Jr. saat diganti oleh Xabi Alonso di laga El Clásico masih menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola. 

Dalam kemenangan 2–1 Real Madrid atas Barcelona, pemain asal Brasil itu terlihat marah besar, bahkan sempat langsung menuju ruang ganti sebelum akhirnya kembali ke bangku cadangan.

Kini, suara pembelaan datang dari sosok yang sangat mengenal atmosfer Santiago Bernabéu: Toni Kroos. 

Baca Juga: Statistik Dean Huijsen Membuktikan Real Madrid Menemukan “Toni Kroos” di Posisi Bek

Mantan gelandang Los Blancos itu menilai reaksi Vinicius bukanlah sesuatu yang harus dibesar-besarkan, melainkan bentuk dari gairah dan ambisi seorang pemain yang ingin terus berjuang di lapangan.

Melansir dari MARCA, Kroos membahas insiden tersebut dalam podcast pribadinya. Ia menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Vinicius bisa dimengerti, terutama dalam pertandingan sebesar El Clásico.

“Saat Anda memainkan permainan yang luar biasa, terutama dalam pertandingan seperti ini, wajar kalau tidak senang ketika diganti,” ujar Kroos.

Baca Juga: Tottenham Hotspur Saingi Arsenal dan Liverpool Buru Rodrygo, Real Madrid Siapkan Pengganti Toni Kroos

“Saya juga tidak suka diganti. Tapi sejujurnya, saya tidak pernah langsung ke ruang ganti setelahnya.”

Kroos, yang sempat berbagi ruang ganti dengan Vinicius selama beberapa musim, memahami betul karakter pemain Brasil itu. Menurutnya, perasaan seperti itu justru menunjukkan betapa besarnya rasa tanggung jawab seorang pemain terhadap tim.

Legenda asal Jerman itu juga menekankan bahwa publik tidak seharusnya menilai reaksi emosional pemain tanpa memahami tekanan di lapangan.

“Anda selalu bisa menilai dari luar, tapi hanya mereka yang berada di lapangan dengan 80.000 penonton dan skor 2–1 yang tahu rasanya,” jelasnya.

“Tak seorang pun yang menghakimi emosi itu bisa benar-benar membayangkannya. Kebanyakan orang tak bisa menempatkan diri di posisinya.”

Menurut Kroos, momen seperti itu adalah bagian dari intensitas pertandingan besar. Dalam suasana panas dan penuh adrenalin, bahkan pemain paling tenang pun bisa terbawa emosi.

Meski membela Vinicius, Kroos tetap berharap rekannya itu bisa merenungkan tindakannya setelah situasi mereda.

“Begitu dia tenang dan melihat semuanya dari perspektif baru, mungkin dia akan berpikir: ‘Baiklah, aku bisa menahan amarahku sedikit lebih lama,’” ujar Kroos.

Gelandang yang dikenal kalem itu kemudian menutup komentarnya dengan pesan yang menenangkan untuk para penggemar Real Madrid.

“Saya sudah mengalaminya berkali-kali, jadi Anda tidak perlu menganggap semuanya terlalu serius. Pelatih juga biasanya tidak. Terutama mereka yang pernah jadi pemain,” pungkasnya.

Dalam laga sebesar El Clásico, setiap pemain ingin berada di lapangan hingga peluit akhir berbunyi. Dan seperti kata Kroos, terkadang emosi bukan tanda kurangnya profesionalisme melainkan bukti betapa besar cinta mereka pada tim ini.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho