← Beranda
Sempat Jadi Andalan, Kini Mastantuono Harus Berjuang Jadi Starter Kembali di Real Madrid
M Shofyan Dwi KurniawanRabu, 29 Oktober 2025 | 17.54 WIB
Franco Mastantuono

JawaPos.com - El Clásico hari Minggu lalu menghadirkan semua yang diharapkan dari salah satu rivalitas paling panas di dunia sepak bola. 

Namun, di tengah hiruk-pikuk Santiago Bernabéu, ada satu detail penting yang luput dari perhatian banyak orang: absennya Franco Mastantuono dari skuad Real Madrid pada hari pertandingan.

Pemain ajaib asal Argentina berusia 18 tahun ini sempat menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di skuad Los Blancos. Namun, dalam laga penuh gengsi itu, namanya tak muncul di daftar starting XI, bahkan tidak turun sebagai pemain pengganti. 

Keputusan tersebut nyaris tak disadari publik, tetapi memberi sinyal bahwa posisi Mastantuono di bawah komando Xabi Alonso mulai tergeser.

Baca Juga: Ruang Ganti Real Madrid Tetap Tenang Meski Vinicius Jr. Ngamuk Saat Diganti di El Clásico

Kehilangan Keunggulan di Bawah Alonso

Melansir dari AS, menit bermain sang gelandang muda kian menurun. Dalam laga melawan Juventus, Mastantuono hanya dimainkan selama enam menit, waktu yang jauh dari cukup untuk menunjukkan kemampuan sebenarnya. 

Bahkan dalam pertandingan yang sama, posisi di sisi kanan lebih dipercayakan kepada Brahim Díaz, padahal area itu merupakan posisi alami bagi Mastantuono.

Ketika Real Madrid menghadapi Barcelona di El Clásico, Brahim kembali menjadi pilihan utama sebagai pemain pengganti pertama. 

Rangkaian keputusan ini seolah menegaskan bahwa meski Mastantuono masih dianggap bagian penting dari proyek jangka panjang klub, ia kini harus berjuang ekstra untuk mendapatkan kembali tempatnya di skuad inti.

Baca Juga: Xabi Alonso Dinilai Bisa Keluarkan Potensi Terbaik Eduardo Camavinga di Real Madrid

Alonso Masih Menaruh Kepercayaan

Meski situasinya tak ideal, kabar baiknya adalah Xabi Alonso dikabarkan masih menaruh kepercayaan penuh terhadap sang pemain muda. 

Pelatih asal Spanyol itu disebut-sebut berencana memberikan Mastantuono kesempatan bermain di pertandingan berikutnya melawan Valencia, sebuah laga yang bisa menjadi titik balik baginya.

Sejauh musim ini, Mastantuono telah tampil dalam 11 pertandingan di semua kompetisi, dengan delapan kali menjadi starter. 

Ia datang ke Madrid dengan ekspektasi besar dan sempat mencuri perhatian lewat gol indahnya ke gawang Levante. Namun, setelah momen itu, pengaruhnya perlahan memudar.

Dalam dua laga terakhir melawan Atletico Madrid dan Getafe, pemain berusia 18 tahun itu hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dan lima dribel sukses—angka yang belum cukup impresif untuk memastikan tempat di tim utama.

Meskipun performanya tengah menurun, pihak klub disebut masih optimistis bahwa Mastantuono akan segera bangkit. Mentalitas kerja keras dan potensi luar biasa yang ia miliki membuat banyak pihak yakin bahwa penurunan ini hanya sementara.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho