JawaPos.com - Real Madrid melanjutkan laju sempurnanya di Liga Champions musim ini dengan kemenangan tipis 1–0 atas Juventus di Santiago Bernabéu, Rabu malam waktu setempat.
Tiga poin ini memastikan start ideal bagi pasukan Xabi Alonso, meski sang pelatih mengakui bahwa jalan menuju kemenangan tidak semulus yang terlihat di papan skor.
Menurut laporan Diario AS, Alonso memberikan pandangannya dalam konferensi pers usai laga. Ia menilai timnya butuh waktu untuk menemukan ritme permainan, namun akhirnya mampu menguasai pertandingan seiring berjalannya waktu.
Baca Juga: Hasil UCL Real Madrid vs Juventus: Skuad Xabi Alonso Kesulitan Taklukan Si Nyonya Tua
“Ada beberapa fase. Kami berkembang dari kurang menjadi lebih. Kami tidak memulai dengan baik, tetapi kami beradaptasi. Kami lebih banyak menguasai bola dan meningkatkan tempo. Itu memungkinkan kami menciptakan peluang,” kata legenda Real Madrid yang pernah berkontribusi dalam gelar La Decima tersebut.
“Saya bilang kepada para pemain bahwa ini adalah permainan kerja keras, dan mencari peluang tanpa kehilangan keseimbangan. Dan begitulah adanya.”
Gol semata wayang dicetak oleh Jude Bellingham, yang baru saja pulih dari cedera. Alonso pun memuji performa gelandang muda Inggris itu, bukan hanya karena golnya, tetapi juga kontribusinya dalam mengatur permainan.
“Kami membutuhkan semua pemain kami, dan saya sangat senang untuk Jude. Setelah cedera, ia butuh pertandingan yang bagus. Selain gol, ia tampil luar biasa di area tengah. Kami menemukan ritmenya di babak kedua, dan saya sangat puas dengan performanya,” kata Alonso.
Pertahanan Real Madrid Masih Rentan
Meski senang dengan kemenangan, Alonso tak menutup mata terhadap kelemahan di lini belakang timnya. Real Madrid beberapa kali terlihat terbuka terhadap serangan balik cepat Juventus, terutama ketika para bek ikut maju membantu serangan.
“Kami meningkat dari minggu ke minggu,” jelasnya. “Namun mereka sempat menjebak kami lewat beberapa transisi cepat karena kami ingin bermain agresif di area lawan.”
Pelatih berusia 43 tahun itu bahkan sempat mengakui ketegangan yang ia rasakan di bangku cadangan.
“Sebagai penonton, itu pertandingan yang spektakuler. Tapi bagi saya di pinggir lapangan? Saya hanya bisa berdoa agar Militao tidak diusir (wasit). Untungnya, ada Thibaut (Courtois) yang tampil luar biasa.”
Dengan kemenangan ini, Real Madrid tetap berada di jalur sempurna di Eropa, namun Alonso tahu masih banyak pekerjaan rumah di sektor pertahanan.
Menjelang El Clásico akhir pekan ini, pelatih muda itu menegaskan pentingnya keseimbangan antara agresivitas menyerang dan disiplin bertahan. Dua hal yang bisa jadi penentu nasib Los Blancos di laga besar nanti.