JawaPos.com - Real Madrid berhasil kembali ke jalur kemenangan setelah menundukkan Villarreal 3-1 di Santiago Bernabeu pada Sabtu malam.
Dua gol dari Vinicius Jr. dan satu tambahan dari Kylian Mbappe memastikan Los Blancos bangkit usai kekalahan telak dalam derby melawan Atletico Madrid pekan sebelumnya.
Kemenangan ini menjadi angin segar bagi pasukan Xabi Alonso yang tengah mencari konsistensi di La Liga. Berikut tiga sorotan utama dari laga tersebut dilansir dari Managing Madrid.
Baca Juga: Ditanya Kapan Endrick Main untuk Real Madrid, Xabi Alonso: Waktunya Akan Tiba
1. Franco Mastantuono Tak Kenal Lelah
Meski tidak mencetak gol maupun mencatat assist, Franco Mastantuono kembali menunjukkan kualitas yang membuatnya berbeda. Ia menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di lapangan berkat pergerakannya yang dinamis, koneksi antar lini yang cair, dan keberaniannya mengambil risiko.
Mastantuono terus mencoba membuka ruang, menjadi penghubung serangan, serta menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.
Yang paling menonjol dari pemain 18 tahun ini adalah kegigihannya. Ia tidak pernah berhenti mencoba meskipun beberapa kali gagal dalam umpan atau dribel.
Setiap kali kehilangan bola, ia segera berlari kembali untuk membantu pertahanan, sesuatu yang jarang terlihat dari pemain muda seusianya. Komitmen seperti ini memperlihatkan kedewasaan yang melampaui usianya.
Performa Mastantuono melawan Villarreal menjadi bukti bahwa ia tidak hanya berbakat secara teknis, tapi juga memiliki mental dan etos kerja tinggi. Jika kemampuan dan pengalamannya terus diasah, Real Madrid bisa memiliki gelandang komplit untuk masa depan.
2. Masalah Madrid di Babak Pertama
Meski akhirnya menang besar, Real Madrid sempat kesulitan di paruh pertama. Villarreal tampil sabar dengan blok pertahanan rendah yang membuat Madrid frustrasi.
Pola ini mengingatkan pada kelemahan yang mereka tunjukkan saat kalah dari Atletico: kurangnya kreativitas di sepertiga akhir dan minimnya variasi serangan untuk menembus pertahanan rapat.
Pada babak pertama, permainan Madrid tampak berat dan monoton. Pergerakan tanpa bola di area half-space jarang terlihat, kecuali dari Mastantuono. Sementara itu, para full-back jarang melakukan overlap, membuat serangan dari sayap kurang hidup.
Menariknya, pola seperti ini juga pernah menjadi tantangan bagi Alonso saat masih melatih Bayer Leverkusen, sehingga masalah tersebut tampaknya belum sepenuhnya hilang dari gaya mainnya. Namun, segalanya berubah di babak kedua.
Madrid tampil jauh lebih agresif, lini serang bergerak lebih cepat, dan ruang terbuka mulai tercipta. Tiga gol yang lahir menjadi bukti bahwa penyesuaian taktik berjalan efektif, meski masih ada pekerjaan rumah untuk memperbaiki kreativitas dalam menyerang.
3. Fede Valverde Jadi Pemimpin di Posisi Tak Biasa
Salah satu cerita menarik dari laga ini adalah penampilan Fede Valverde di posisi bek kanan. Setelah sempat menjadi bahan perdebatan karena video tanpa konteks yang beredar di media sosial, Valverde membuktikan loyalitas dan profesionalismenya di lapangan.
Ia menegaskan bahwa dirinya selalu siap bermain di posisi apa pun demi Real Madrid dan malam itu, ia menunjukkan bukti nyata.
Meski bukan posisi naturalnya, Valverde tampil luar biasa. Umpan-umpannya akurat, ia beberapa kali menciptakan peluang dari sisi kanan, dan bertahan dengan disiplin.
Catatan statistiknya mengesankan: dua umpan kunci, empat umpan silang, empat umpan panjang akurat, empat tekel sukses, serta dua intersepsi penting.
Selain itu, ia mengenakan ban kapten dengan penuh tanggung jawab dan memperlihatkan semangat juang khasnya di setiap momen pertandingan.
Penampilan ini menunjukkan sisi lain dari Valverde. Ia bukan hanya bisa bermain sebagai gelandang box-to-box dengan tenaga besar, tapi juga pemain serba bisa yang tak pernah mengeluh dan selalu memberikan totalitas.
Ia menjadi contoh nyata bagi para pemain muda tentang arti profesionalisme dan dedikasi terhadap klub.
Kemenangan atas Villarreal bukan hanya soal tiga poin, tapi juga bukti bahwa Real Madrid perlahan menemukan keseimbangannya kembali.
Dari energi muda Mastantuono, adaptasi taktik Alonso, hingga kepemimpinan Valverde, Los Blancos menunjukkan bahwa mereka siap melangkah lebih mantap menghadapi jadwal padat setelah jeda internasional.