← Beranda
3 Alasan Mengapa Endrick Harus Tinggalkan Real Madrid pada Bursa Transfer Januari
M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 3 Oktober 2025 | 21.43 WIB
Tiga Alasan Mengapa Endrick Harus Tinggalkan Real Madrid pada Bursa Transfer Januari

JawaPos.com - Para pemain muda Real Madrid sejatinya diharapkan menjadi kelompok yang paling diuntungkan setelah pergantian pelatih musim panas ini. 

Nama Endrick pun masuk dalam daftar talenta yang diprediksi bisa lebih menonjol. Namun, kenyataannya perjalanan penyerang muda asal Brasil tersebut tidak berjalan sesuai harapan. 

Setelah melalui musim yang sulit bersama Carlo Ancelotti tahun lalu, ia justru kembali diganggu cedera ketika Real Madrid berkompetisi di Piala Dunia Antarklub FIFA. Cedera kambuhan itu membuatnya absen di awal musim baru.

Endrick memang sudah kembali masuk skuad ketika Madrid melawan Espanyol, tetapi ia tidak diturunkan. Begitu pula saat menghadapi Levante, Atletico Madrid, dan Kairat Almaty. 

Baca Juga: Bellingham dan Endrick Siap Comeback, Real Madrid Umumkan Skuad untuk Hadapi Espanyol

Minimnya menit bermain ini mulai menimbulkan pembicaraan soal kemungkinan hengkang pada Januari, entah secara permanen atau sekadar dengan status pinjaman. Ada setidaknya tiga alasan mengapa pindah mungkin jadi keputusan terbaik bagi Endrick.

1. Piala Dunia FIFA Tahun Depan

Alasan terbesar adalah peluang tampil di Piala Dunia FIFA mendatang. Sebagai salah satu prospek terbaik Brasil, Endrick tentu menargetkan tempat dalam skuad Carlo Ancelotti. 

Namun, untuk bisa dilirik, ia butuh menit bermain reguler di level klub. Dengan situasi saat ini, kesempatan itu tampak sulit didapatkan. 

Apalagi, Endrick bahkan tidak masuk daftar panggilan timnas pada jeda internasional berikutnya. Bila ingin menjaga asa tampil di turnamen bergengsi tersebut, hengkang sementara mungkin satu-satunya jalan.

Baca Juga: Endrick Diprediksi Pulih Tepat Waktu untuk Laga Real Madrid vs Kairat Almaty di Liga Champions

2. Dominasi Kylian Mbappé

Meski cedera berperan besar dalam minimnya kontribusi Endrick musim ini, kenyataannya tak banyak yang berubah sekalipun ia bugar. 

Pasalnya, performa Kylian Mbappé bersama Los Blancos benar-benar luar biasa. Bintang Prancis itu bukan hanya menjadi pilihan utama, melainkan juga hampir selalu bermain penuh selama 90 menit. 

Rotasi memang dilakukan Alonso, tetapi tidak menyentuh Mbappé yang terus menjadi pusat serangan. Situasi ini otomatis memperkecil peluang Endrick untuk unjuk gigi.

3. Preferensi Xabi Alonso

Alonso dikenal adil dalam memberi kesempatan kepada skuadnya, namun jelas terlihat ia sudah memiliki hierarki pemain di benaknya. 

Jika menilik apa yang terjadi sejauh musim ini, Gonzalo García tampaknya lebih diprioritaskan ketimbang Endrick. Bahkan, menit bermain yang seharusnya bisa jadi jatah Endrick saat Mbappé diistirahatkan lebih sering jatuh kepada García. 

Keputusan ini pun sulit digugat, sebab sang penyerang muda Spanyol tampil memukau, termasuk mencetak empat gol di Piala Dunia Antarklub FIFA.

Dengan García yang kian dipercaya, Endrick berisiko makin tenggelam di bangku cadangan. Situasi seperti ini jelas tidak ideal untuk perkembangan kariernya, terutama dengan usianya yang masih sangat muda. 

Karena itu, mencari klub baru—meskipun hanya sebagai pemain pinjaman—akan lebih baik ketimbang bertahan tanpa kepastian menit bermain.

Singkatnya, kombinasi antara target Piala Dunia, performa luar biasa Mbappé, dan preferensi Alonso terhadap pemain lain membuat peluang Endrick sangat terbatas di Madrid. 

Bursa transfer Januari bisa jadi momentum terbaik baginya untuk menemukan panggung baru demi menjaga karier tetap berkembang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho