← Beranda
Reaksi Arne Slot Soal Kartu Merah Hugo Ekitike: Tidak Perlu dan Bodoh
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 25 September 2025 | 20.35 WIB
Pelatih Liverpool, Arne Slot (Instagram @liverpoolfc)

JawaPos.com - Pelatih Liverpool, Arne Slot, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap kartu merah yang diterima Hugo Ekitike pada laga terakhir timnya. 

Ia menilai momen itu seharusnya sama sekali tidak perlu terjadi, apalagi striker muda tersebut sedang dalam performa yang menjanjikan sejak bergabung. 

Dengan nada tegas, Slot menggambarkan keputusan Ekitike di lapangan sebagai sesuatu yang "tidak perlu dan bodoh." Insiden bermula ketika Ekitike menerima kartu kuning pertamanya karena membuang bola. 

Situasi kemudian semakin rumit ketika ia melakukan selebrasi berlebihan setelah mencetak gol, sehingga wasit mengeluarkan kartu kuning kedua yang otomatis berbuah kartu merah. 

Akibatnya, ia harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan, yang membuatnya absen dalam laga Liga Premier berikutnya di Selhurst Park. 

Padahal, sejak awal musim, Ekitike sudah mencetak tiga gol dari lima pertandingan perdananya di Liga Inggris—sebuah catatan yang cukup impresif untuk seorang penyerang anyar.

Slot menegaskan bahwa semua itu sebenarnya bisa dihindari. Bagi sang pelatih, kehilangan pemain kunci hanya karena emosi sesaat jelas merugikan tim. 

Setelah memastikan Liverpool lolos ke babak keempat Carabao Cup, ia tak ragu melontarkan kritik keras.

"Itu tidak perlu, ya. Dan itu bodoh, ya," ujarnya kepada para wartawan.

Slot kemudian menguraikan pandangannya lebih jauh. 

"Yang pertama sudah tidak perlu dan, sampai batas tertentu, bodoh karena Anda harus mengendalikan emosi. Saya tahu betapa sulitnya jika Anda bermain di Liga Premier, atau liga mana pun di dunia, jika Anda seorang pemain nomor 9, karena bek dapat melakukan hampir semua yang dia inginkan, tetapi jika Anda mendorongnya sedikit, Anda akan mendapatkan tendangan bebas," ungkapnya. 

"Namun, yang terbaik adalah mengendalikan emosi Anda, dan jika tidak bisa, lakukan dengan cara yang tidak berujung pada kartu kuning."

Komentar itu jelas mencerminkan kekecewaan Slot, namun sekaligus menjadi pesan pembelajaran bagi pemain muda sekelas Ekitike. Ia bahkan mengingat pengalaman pribadinya saat masih aktif bermain. 

"Saya rasa saya pernah berkata ketika saya mendapat kartu merah melawan Everton, itu selalu bodoh karena Anda bisa menunjukkan emosi Anda, tetapi jika itu berujung pada kartu kuning atau merah, maka itu bodoh. Itulah yang terjadi dengan kartu kuning pertama."

Slot juga menyinggung selebrasi Ekitike yang dianggap terlalu berlebihan. Dengan sedikit humor, ia mengatakan: 

"Kalau kamu mencetak gol di final Liga Champions pada menit ke-87 setelah melewati tiga pemain dan menceploskannya ke pojok atas gawang, mungkin saya bisa mengerti 'ini semua tentang saya'." 

Lalu ia menambahkan, "Tapi saya kuno, saya berusia 47 tahun, dan tua, dan saya belum pernah bermain di level ini, tetapi saya mencetak beberapa gol, dan jika saya mencetak gol seperti ini, saya akan berbalik ke Federico Chiesa dan berkata, 'gol ini semua tentangmu'. Tidak perlu, tidak cerdas, kamu menyebutnya bodoh dan aku juga menyebutnya bodoh."

Robertson: Dia Tidak Akan Melakukannya Lagi

Tidak hanya Slot, kapten Liverpool malam itu, Andy Robertson, juga memberi reaksi jujur terkait insiden tersebut. Ia menilai tindakan Ekitike sepenuhnya bisa dihindari dan menekankan bahwa pemain muda itu harus belajar dari kesalahannya.

"Saya akan sangat terkejut jika dia melakukannya lagi," kata Robertson kepada Sky Sports.

Ia melanjutkan, "Menurutku mencetak gol selalu emosional, dan emosi itu selalu ada. Tapi ya, dia jelas lupa kalau dia sudah dikartu kuning. Yang pertama adalah kebodohan, menendang bola jauh-jauh. Kita tahu aturannya. Lalu, ya, ada dua kartu kuning konyol yang harus diambil, dan sekarang kami jelas merindukannya untuk hari Sabtu. Memang konyol dari pihaknya, tapi dia masih muda, dan dia akan belajar darinya."

Robertson juga mengakui bahwa meski senang dengan kontribusi gol Ekitike, kartu merah itu membuat situasi akhir pertandingan semakin berat. 

"Senang dia mencetak gol, tapi kemudian, Anda tahu, 10 menit terakhir pertandingan menjadi sedikit lebih sulit karena bermain dengan 10 orang, jadi dia akan belajar dari itu dan seperti yang saya katakan, saya yakin dia tidak akan melakukannya lagi."

Bagi Liverpool, kehilangan Ekitike meski hanya untuk satu laga tetap menjadi kerugian, mengingat ia tengah dalam tren positif dan memberi warna baru di lini depan. 

Namun, baik Slot maupun Robertson sepakat bahwa insiden ini bisa menjadi pelajaran penting. Ekitike masih muda, penuh potensi, tetapi kedewasaan dalam mengendalikan emosi adalah kunci agar dirinya bisa benar-benar berkembang menjadi pemain top di level tertinggi.

EDITOR: Candra Mega Sari