← Beranda
Liverpool Tumbangkan Southampton 2-1 di Carabao Cup, Alexander Isak dan Hugo Ekitike Patahkan Teori Tak Bisa Dipakai Bersamaan
Alvin Fahrizal BayyuniKamis, 25 September 2025 | 03.16 WIB
Hugo Ekitike bisa bermain bersama Alexander Isak. (dok. Liverpool)

JawaPos.com-Liverpool melangkah ke babak keempat EFL Cup setelah menang tipis 2-1 atas Southampton di Anfield, Rabu (24/9) dini hari WIB. Laga dramatis itu menjadi panggung bagi dua rekrutan anyar, Alexander Isak dan Hugo Ekitike

Mereka sukses membuktikan diri sekaligus membantah anggapan keduanya sulit dimainkan dalam satu skuad. The Reds sempat waspada ketika Southampton mampu menyamakan kedudukan melalui Shea Charles menjelang akhir laga.

Namun, Ekitike kembali jadi pahlawan lewat gol telatnya yang memastikan kemenangan Liverpool. Dia kemudian harus menerima kartu merah yang dianggap kontroversial.

"Liverpool sekali lagi menunjukkan keahlian mereka dalam mencuri kemenangan di momen genting," melansir dari Sports Mole.

Gol Isak di babak pertama menjadi awal sempurna bagi pasukan Arne Slot. Striker asal Swedia itu memperlihatkan kualitasnya sebagai predator di depan gawang, sekaligus mencetak gol perdana untuk Liverpool sejak bergabung pada musim panas lalu.

Dia bahkan nyaris menggandakan keunggulan andai tembakannya tak digagalkan kiper lawan. Namun, kegembiraan itu sirna sejenak ketika Shea Charles berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang Liverpool. Kerja sama cepat dengan Joshua Quarshie berujung pada gol penyeimbang yang membuat suporter Southampton bersorak di tribun Anfield.

Meski statistik menunjukkan dominasi Liverpool, Southampton tidak menyerah begitu saja. Tim asuhan Will Still mampu beberapa kali merepotkan pertahanan The Reds.

Giorgi Mamardashvili dan Giovanni Leoni dipaksa bekerja keras untuk mengamankan gawang tuan rumah dari serangan balik cepat The Saints.

Kemenangan Liverpool akhirnya dipastikan melalui Ekitike. Striker muda Prancis itu mencetak gol kelimanya dalam delapan laga bersama The Reds. Gol ini bukan hanya jadi penentu lolos ke babak berikutnya, tetapi juga menegaskan perannya sebagai pelapis ideal Isak di lini depan.

"Ekitike membuktikan dirinya sebagai alternatif elit yang dibutuhkan tim sebesar Liverpool," tulis laporan Sports Mole.

Sayangnya, euforia Ekitike hanya bertahan singkat. Tak lama setelah mencetak gol kemenangan, dia diganjar kartu merah akibat pelanggaran yang dianggap sembrono.

Keputusan itu menuai perdebatan, namun setidaknya membuat Slot lebih mudah menentukan formasi di laga Premier League akhir pekan melawan Crystal Palace, karena Ekitike dipastikan absen.

Dari sisi Southampton, hasil ini memang pahit. Namun, performa mereka di Anfield bisa jadi modal positif untuk menatap Championship.

Will Still patut berbangga karena anak asuhnya mampu memberi perlawanan berarti meski punya catatan buruk sebelumnya, delapan kekalahan beruntun di markas Liverpool dengan agregat 25-2.

Southampton memang sudah tersingkir, tetapi keberanian mereka menguji juara Premier League musim lalu layak mendapat apresiasi. Kini, fokus utama mereka adalah bangkit dari keterpurukan di liga domestik dan menghentikan rentetan lima laga tanpa kemenangan.

Bagi Liverpool, kemenangan ini semakin menguatkan ambisi untuk meraih gelar Carabao Cup ke-11, rekor yang sudah mereka pegang sebagai kolektor terbanyak. Dengan kedalaman skuad yang semakin kaya, Slot memiliki banyak pilihan untuk merotasi pemain tanpa kehilangan kualitas permainan.

Dua nama anyar, Isak dan Ekitike, kini jadi bahan pembicaraan utama. Kritik yang menyebut keduanya tak mungkin dimainkan bersama tampaknya mulai dipatahkan. Justru, keduanya memperlihatkan sinergi yang bisa jadi senjata baru Liverpool di musim panjang penuh persaingan.

Kemenangan di Anfield bukan sekadar tiket ke babak keempat, tetapi juga pernyataan tegas dari Slot bahwa Liverpool punya lini depan yang siap memberi mimpi buruk bagi lawan. Dengan ritme kemenangan seperti ini, The Reds semakin percaya diri menatap laga berikutnya, baik di Premier League maupun di ajang Eropa.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah