← Beranda
Kapten Manchester City Bernardo Silva Kesal dengan Jadwal Pertandingan yang Padat
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 23 September 2025 | 19.56 WIB
Kapten Manchester City Bernardo Silva Kesal dengan Jadwal Pertandingan yang Padat

JawaPos.com - Kapten Manchester City, Bernardo Silva, melontarkan kritik keras terhadap penyusun jadwal kompetisi sepak bola. Ia menilai pihak terkait tidak menghormati kondisi fisik pemain dan kurang adil dalam memberikan waktu istirahat. 

Kekecewaan Silva muncul usai timnya hanya bermain imbang 1-1 melawan Arsenal di Stadion Emirates, Minggu lalu.

City datang ke laga krusial Premier League tersebut dengan kondisi yang tidak ideal. Pasalnya, mereka baru saja menuntaskan pertandingan Liga Champions melawan Napoli di Etihad hanya 66 jam sebelumnya. 

Baca Juga: Arsenal Cemas! Noni Madueke Terancam Cedera ACL Usai Lawan Manchester City

Sementara itu, Arsenal memiliki waktu pemulihan lebih panjang. The Gunners menjalani laga pembuka Liga Champions melawan Athletic Bilbao pada Selasa malam, alias 48 jam lebih awal dibanding City.

Perbedaan waktu istirahat itu menurut Silva menjadi faktor penentu jalannya pertandingan. City sempat unggul cepat lewat gol Erling Haaland, namun Arsenal bisa menyamakan kedudukan lewat Gabriel Martinelli di masa tambahan waktu. 

“Kenyataannya, kami tidak bisa menghadapi salah satu pertandingan terpenting musim ini dengan kondisi kurang istirahat seperti ini. Tidak adil memainkan salah satu pertandingan seperti ini. Ini tidak benar,” tegas Silva.

Baca Juga: Pep Guardiola Catat Rekor Penguasaan Bola Terendah Sepanjang Karier Saat Manchester City Tahan Imbang Arsenal

Pep Guardiola sendiri tetap menurunkan susunan pemain yang sama seperti saat menghadapi Napoli, tanpa rotasi signifikan. Namun, Silva menilai hasil akhir bukan sekadar soal pilihan pelatih, melainkan akibat langsung dari padatnya jadwal. 

“Mereka punya waktu lima hari dan kami dua setengah hari. Dalam salah satu pertandingan terpenting, hal ini tidak boleh terjadi. Itu tidak cukup,” lanjutnya.

Gelandang asal Portugal itu mengaku tidak merasa berada dalam kondisi fisik optimal. Ia bahkan menyinggung bahwa banyak orang tidak memahami beratnya tuntutan bermain di level tertinggi. 

“Saya tidak merasa dalam kondisi prima untuk bermain seperti ini, dan orang-orang yang belum pernah bermain di level tertinggi tidak tahu bagaimana rasanya. Anda harus berada dalam kondisi terbaik,” ucapnya.

Silva juga menyinggung cedera yang dialami Abdukodir Khusanov, yang menurutnya menjadi bukti betapa berbahayanya jadwal yang terlalu rapat. 

“Kami melihat Khusanov cedera karena pertandingan-pertandingan ini menuntut banyak hal. Saya merasa frustrasi karena kami tidak bisa berada di level terbaik hanya karena keputusan seseorang yang menganggap adil untuk pulang setelah dua setengah hari lebih sedikit dari Arsenal,” keluhnya.

Lebih jauh, Silva menilai situasi ini bukan hanya merugikan pemain, tetapi juga memengaruhi kualitas kompetisi dan pengalaman penggemar. 

“Begini, jadwalnya tetaplah jadwal, dan saya paham Anda punya kompetisi yang berbeda-beda, dan UEFA, Liga Primer, serta para penyiar ingin meraup untung. Yang kami minta adalah akal sehat karena ini adalah salah satu pertandingan terbesar musim ini. Para pemain harus berada dalam kondisi fisik yang sama, kalau tidak, saya rasa ini tidak adil,” katanya.

Meski begitu, Silva skeptis bahwa keluhan para pemain akan benar-benar didengar. 

“Mereka tidak mendengarkan kami. Kami ingin mengubah sesuatu. Tapi itu tidak pernah berubah,” ujarnya pasrah. 

Ia menegaskan, masalah ini sebenarnya bukan sekadar urusan internal klub, melainkan demi menjaga keadilan kompetisi. 

“Sebenarnya tidak masalah, tapi demi para penggemar, demi rasa hormat klub, dan demi keadilan kompetisi, saya rasa apa yang terjadi bukanlah hal yang baik.”

Dengan komentar pedasnya, Silva kembali mengangkat isu lama soal padatnya kalender sepak bola, yang hingga kini masih menjadi perdebatan besar di dunia olahraga.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho