← Beranda
Reaksi Kylian Mbappe setelah Cetak 2 Gol Kemenangan Real Madrid atas Marseille di Liga Champions
M Shofyan Dwi KurniawanKamis, 18 September 2025 | 15.09 WIB
Kylian Mbappe. (Ig @realmadrid)

JawaPos.com - Kylian Mbappe kembali menunjukkan kelasnya di panggung terbesar Eropa. Dua gol dari titik putih yang ia cetak memastikan Real Madrid membalikkan keadaan dan mengalahkan Olympique de Marseille 2-1 dalam laga pembuka fase grup Liga Champions, Rabu (17/9) dini hari WIB.

Pada malam di mana Los Blancos kesulitan memanfaatkan peluang terbuka, ketenangan Mbappe menjadi pembeda. Sang penyerang tampil sebagai eksekutor utama dan tidak gentar dalam situasi penuh tekanan.

Madrid pun pulang dengan tiga poin, meski kemenangan tersebut dibayangi kontroversi terkait keputusan penalti.

Fokus pada Kemenangan

Usai pertandingan, Mbappe menegaskan bahwa atmosfer Liga Champions di Bernabéu selalu menghadirkan energi khusus, bahkan ketika tim harus bermain dengan 10 orang.

“Senang rasanya bisa berada di sini dan menikmati malam Liga Champions lainnya. Malam yang agak rumit karena kami bermain dengan 10 orang untuk sementara waktu, tetapi kami mendapatkan semangat itu dari Liga Champions di Bernabéu,” ujarnya dikutip dari laman resmi Real Madrid.

Pemain berusia 26 tahun itu menambahkan bahwa hasil akhir adalah segalanya.

“Selalu seperti itu di Bernabéu, apa pun yang terjadi. Kami selalu berharap bisa menang. Hari ini kami menang dan kami sangat bahagia.”

Meski mencetak dua gol penentu, Mbappe menolak label sebagai pemimpin tunggal. Ia lebih menekankan pada perannya sebagai bagian dari tim.

“Saya merasa sangat baik. Saya tidak terlalu memikirkan menjadi pemimpin, saya hanya memikirkan menjadi diri saya sendiri. Saya ingin membantu rekan satu tim dan tim saya. Ini adalah hal-hal yang datang secara alami, yang tidak diminta.”

Ia juga menyinggung perannya dalam mendukung generasi muda di skuad.

“Saya merasa nyaman di tim ini. Ada banyak pemain yang lebih muda dari saya dan saya harap saya bisa membantu mereka mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Saya ingin kita semua bergerak bersama ke arah yang sama untuk memenangkan gelar.”

Baca Juga: Banding Ditolak, Real Madrid Harus Terima Hukuman Kartu Merah Dean Huijsen

Intruksi Xabi Alonso

Di sisi lain, Mbappe mengungkap instruksi spesifik dari manajer Xabi Alonso. Sang pelatih menginginkan pressing agresif dari lini depan untuk merebut bola lebih cepat.

“Dia ingin kami merebut bola dengan cepat. Kami harus memahami apa yang kami lakukan, dan ketika kami memahaminya, kami memiliki tekad untuk melakukannya karena kami ingin menang.”

Mbappe menegaskan bahwa ia selalu siap menjalankan strategi pelatih.

“Saya selalu melakukan apa yang pelatih inginkan. Hari ini beliau meminta saya untuk menekan dan membantu karena kami memiliki blok yang tinggi untuk merebut banyak bola. Kami akan semakin terbiasa melakukan itu, akan lebih mudah untuk keluar dan itu akan membantu tim memenangkan gelar.”

Kontroversi Penalti

Mengenai dua penalti yang ia eksekusi, Mbappe mengakui bahwa aturan handball memang kerap menimbulkan kebingungan.

“Masalah tangan itu sangat rumit. Terkadang mereka bilang mereka semua bersiul, lalu mereka tidak bersiul. Sulit menemukan logikanya. Kami mengikuti aturan dan jika itu penalti, ya penalti.”

Ia menambahkan dengan tegas:

“Bagi saya memang begitu, tapi saya bisa mengerti kalau ada yang bilang tidak, semua orang bingung dengan aturan itu. Entah itu hand atau bukan. Tapi kalau ada penalti, saya akan melemparnya dan memasukkannya, itu saja.”

Ditanya soal target pribadi, Mbappe tidak mau memasang batas. Bagi dia, kontribusi untuk tim jauh lebih penting daripada sekadar angka gol.

“Semaksimal mungkin. Saya tidak membatasi diri. Saya hanya ingin membantu tim: saat menjaga, menjaga; saat menekan, menekan; atau saat membantu, membantu. Saya ingin melakukan semua yang dibutuhkan tim.” (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah