JawaPos.com – Arsenal harus bersusah payah menaklukkan Athletic Bilbao di Stadion San Mames pada Selasa (16/9) malam, dengan skor akhir 2–0. Dua pemain pengganti Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard memastikan awal yang gemilang perjalanan The Gunners di Liga Champions.
Arsenal gagal memecah kebuntuan di babak pertama lantaran tampil kurang mengesankan. Tendangan Viktor Gyokeres menjadi satu-satunya tembakan yang mengarah ke gawang sejak awal laga hingga turun minum.
Namun, dua momen berharga bagi tim tamu di babak kedua mampu menentukan hasil pertandingan, dengan Mikel Arteta melakukan sulapnya ketika memasukkan Martinelli dan Trossard yang jadi pahlawan.
Awal langkah dengan kemenangan ini sangat diinginkan Arsenal untuk memulai perburuan trofi mereka di Eropa. Mengingat musim lalu mereka hanya tinggal selangkah lagi untuk mencapai babak puncak kompetisi Si Kuping Besar ini.
Berikut tiga poin penting lainnya dari kemenangan Arsenal di laga pembuka Liga Champions:
Pemain Pengganti Sebagai Penyelamat
Selama 70 menit laga berjalan, Arsenal tampak harus menerima hasil imbang yang mengecewakan dari laga pembuka Liga Champions mereka, tetapi dua pergantian pemain yang inspiratif dari Mikel Arteta membalikkan keadaan di menit-menit akhir.
Martinelli mencetak gol dalam waktu 36 detik setelah melangkahkan kaki di lapangan, memanfaatkan umpan Trossard saat serangan balik, winger Brasil itu berlari melewati pertahanan Bilbao dan melepaskan tembakan yang tak mampu diantisipasi Unai Simon.
Dua pemain tersebut lagi-lagi menjadi aktor utama gol kedua The Gunners. Martinelli menusuk sisi kanan pertahanan Les Leones untuk mengirimkan umpan datar ke Trossard kemudian sontekannya sempat mengenai bek Bilbao membuat Simon sulit mengantisipasi tendangan itu.
Skor 0 – 2 untuk kejayaan tim tamu pada laga sengit ini.
Tentu saja, ini bukanlah penampilan menyerang yang klasik yang ditampilkan Arsenal asuhan Arteta, tetapi positifnya mereka punya senjata rahasia dari bangku cadangan dalam diri Martinelli dan Trossard.
Arsenal Menang Tanpa Kebobolan untuk Kesekian Kalinya
Performa menyerang Arsenal yang relatif lemah sejak menit awal, tidak dapat mengurangi kekuatan papan atas lini pertahanan The Gunners yang juga luar biasa. Ini merupakan clean sheet keempat dari lima pertandingan kompetitif mereka musim ini.
Pasukan Arteta hanya kebobolan satu gol ajaib dari Dominik Szoboszlai yang tak terhentikan dalam kekalahan The Gunners dari Liverpool di pekan ketiga Liga Inggris pada 31 Agustus sebelum jeda internasional September.
Arteta menurunkan jajaran benteng pertahanan yang sama seperti yang digunakan saat kemenangan akhir pekan lalu atas Nottingham Forest, dengan setiap individu pemain kembali bekerja secara sempurna.
David Raya praktis hanya mendapat sedikit ancaman pada laga melawan Athletic Bilbao kali ini dengan dua penyelamatan saja. Duet baru di jantung pertahanan, Cristhian Mosquera dan Gabriel Magalhaes sudah cukup menghentikan serangan tuan rumah sebelum sampai gawang.
Di sisi kelebaran, Riccardo Calafiori tampil impresif saat berhasil menghentikan kecepatan dan kegigihan Inaki Williams yang menyisir sebelah kiri pertahanan Arsenal, hanya memberikan ruang gerak yang terbatas bagi penyerang Les Leonesini.
Sementara di sisi yang berlawanan, Jurrien Timber juga menampilkan performa bertahan yang tangguh di samping bantuan serangan-serangannya yang sering dan menguji pertahanan lawan berduet dengan Noni Madueke yang sering menusuk.
Organisasi pertahanan Arsenal yang luar biasa ini akan memastikan langkah besar The Gunners di Liga Champions musim ini. Mereka masih memiliki William Saliba yang masih mangkir karena masa pemulihan cederanya.
Noni Madueke Kembali Masuk Starting Line-up Arteta Lagi
Arsenal selalu kesulitan melawan tim-tim dengan sistem pertahanan low block seperti yang diterapkan Athletic asuhan Ernesto Valverde. Tetapi Noni Madueke berhasil menjadi solusi untuk memecah kebuntuan itu.
Setelah tampil gemilang melawan Forest terakhir kali, rekrutan terbaru musim panas ini sekali lagi membungkam semua pendukung yang meragukannya dengan penampilan yang memukau meski gagal berkontribusi dalam statistik gol dan asis ketika tandang ke Bilbao kali ini.
Kecepatan dan kecerdikan Madueke membuatnya seringkali ditugaskan sendirian untuk membongkar pertahanan Athletic dari sisi kelebaran sayap kanan, bahkan keberanian pemain timnas Inggris dalam menusuk bisa menjadi senjata ampuh untuk menembus lini belakang.
Sayangnya di babak pertama Madueke harus tampil kurang memuaskan di San Mames. Walau mampu merepotkan bek kiri Les Leones Adama Boiro, ia tak bisa berkontribusi untuk umpan-umpan lainnya ke kotak penalti.
Di babak kedua, Arsenal kembali mengandalkan Madueke untuk menciptakan dari sisi kiri pertahanan lawan, tetapi hari ini penyelesaian akhirnya kurang memuaskan sehingga terlihat kebuntuan sangat tampak bagi pasukan Arteta.