JawaPos.com- Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, mengakui gelandang muda Carlos Baleba sempat terganggu oleh spekulasi transfer besar menuju Manchester United pada bursa musim panas lalu.
Baleba, yang menjadi salah satu target utama Setan Merah di bawah asuhan Ruben Amorim, santer dikabarkan bakal diboyong ke Old Trafford. United ingin menjadikan pemain berusia 21 tahun itu sebagai tandem ideal Bruno Fernandes di lini tengah. Namun, negosiasi tidak berjalan mulus setelah Brighton memasang banderol tinggi mencapai GBP 115 juta. Akhirnya, MU mundur dan gagal mendapatkan gelandang bertahan baru yang mereka cari.
Hurzeler sebelumnya sudah optimistis bahwa Baleba tidak akan dijual, dan prediksinya terbukti benar. Namun, ia mengakui sang pemain mengalami dampak mental akibat rumor tersebut.
"Kadang-kadang pemain muda tidak menunjukkan wajah yang ingin kita lihat," ujar Hurzeler.
"Saya pikir wajar saja ketika media menciptakan banyak ‘noise’ di sekelilingnya. Itu tidak mudah untuk dihadapi, apalagi di usia muda. Kami perlu memberinya waktu dan dukungan agar ia bisa kembali ke performa terbaiknya," jelasnya.
Baleba pun harus rela duduk di bangku cadangan dalam laga Premier League akhir pekan lalu ketika Brighton kalah 1-2 dari Bournemouth. Ia baru masuk di menit ke-66, menandai untuk pertama kalinya musim ini ia tidak turun sebagai starter.
Meski begitu, Baleba tetap dianggap sebagai pemain penting dalam proyek jangka panjang Brighton. Sejak bergabung pada 2023, ia telah mencatat 82 penampilan dan mencetak empat gol. Namanya kini disejajarkan dengan para gelandang top yang sebelumnya bersinar bersama Brighton, seperti Yves Bissouma, Moises Caicedo, hingga Alexis Mac Allister.
Hurzeler menegaskan, tantangan terbesar saat ini bukanlah rumor transfer, melainkan bagaimana membantu Baleba menemukan kembali ketenangan serta konsistensinya.
"Semua pemain pasti terpengaruh, apalagi di usia muda ketika mendengar hal-hal seperti ini. Tapi itu hanya kebisingan yang sebenarnya tidak kita butuhkan," pungkasnya.