← Beranda
Djed Spence Jadi Pemain Muslim Pertama dalam Tim Nasional Inggris pada Laga Piala Dunia
Risma Azzah FatinJumat, 12 September 2025 | 05.45 WIB
Djed Spence. (Instagram @djedspence)

JawaPos.com – Djed Spence siap mencatat sejarah sebagai pemain Muslim pertama yang memperkuat tim nasional Inggris.

Dilansir dari laman Sky Sports pada Kamis (11/9), Bek sayap Tottenham Hotspur ini berpotensi tampil melawan Andorra atau Serbia pada kualifikasi Piala Dunia mendatang. Pemanggilan ini dilakukan oleh pelatih Inggris, Thomas Tuchel, untuk memperkuat skuadnya.

Spence mengaku terkejut mendapat panggilan pertamanya ke tim senior Inggris. Ia sebelumnya belum pernah berbicara langsung dengan Tuchel, sehingga kabar tersebut menjadi kejutan besar. Pemain berusia 25 tahun itu menyebut kesempatan ini sebagai berkah yang luar biasa.

Baca Juga: Melangkah dengan Iman dan Keberanian: Kisah Djed Spence, Bintang Baru Timnas Inggris

Identitas Muslim Spence menjadi sorotan dalam perjalanan bersejarahnya ke tim nasional Inggris. Ia menegaskan tidak merasakan tekanan meski menjadi pemain Muslim pertama di skuad senior. Spence hanya fokus bermain sepak bola dengan senyum dan kebahagiaan.

Keimanan berperan penting dalam hidup dan karier Spence. Ia kerap menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan melalui media sosial. Menurutnya, doa dan keyakinan menjadi kekuatan saat menghadapi masa-masa tersulit.

Perjalanan Spence tidak selalu mulus menuju pencapaian ini. Setelah dibeli Spurs dari Middlesbrough pada 2022, ia sempat terpinggirkan oleh pelatih Antonio Conte. Rasa percaya diri Spence sempat goyah, tetapi ia tetap berjuang dan menunjukkan mentalitas kuat.

Baca Juga: Djed Spence Debut di Timnas Inggris, Kapten Harry Kane Emosional Saksikan Perjuangan Bintang Tottenham Hotspur

Pinjaman ke Rennes, Leeds, dan Genoa menjadi bagian dari proses pembentukan karakter Spence. Ia selalu percaya bahwa kepercayaan diri dan keyakinan pada Tuhan akan membuahkan hasil. Keyakinan itu terbukti ketika akhirnya debut penuh bersama Tottenham pada Desember lalu.

Kini Spence berharap kisahnya bisa menginspirasi generasi muda dari berbagai latar belakang. Ia menegaskan bahwa tekad dan fokus dapat membawa siapa pun meraih impian besar. Bagi Spence, sejarah ini bukan hanya untuk Muslim, tetapi juga untuk semua yang berjuang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho