← Beranda
Lisensi Vitesse Arnhem Dikembalikan, Klub Hadapi Pengurangan 36 Poin dan 9 Pemain
Andre Rizal HanafiMinggu, 7 September 2025 | 22.23 WIB
Vitesse Arnhem mengalami kendala serius jelang perjuangan mereka hadapi Eerste Divisie musim ini. (Dok. Vitesse)
 

JawaPos.com - Vitesse Arnhem akhirnya mendapatkan kembali lisensi profesionalnya dan dipastikan bisa berlaga di Eerste Divisie, kasta kedua Liga Belanda. Namun, kabar gembira itu tak disambut baik para suporternya.

Kabar gembira itu memang tidak sepenuhnya membuat klub asal Gelderland ini bisa bernapas lega.

Pasalnya, sejumlah persoalan serius menanti menjelang laga perdana mereka di Eerste Divisie musim ini, yakni menghadapi Jong AZ Alkmaar pada Sabtu, 13 September 2025.

Minus 36 Poin Jadi Beban Berat

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) memang mengizinkan Vitesse untuk kembali tampil setelah drama panjang terkait masalah finansial dan administrasi.

Akan tetapi, mereka harus menerima hukuman berat berupa pengurangan 36 poin sejak awal kompetisi.

Kondisi ini membuat peluang Vitesse untuk bertahan di Eerste Divisie hampir mustahil.

Dengan beban minus poin sebesar itu, tim yang berdiri sejak 14 Mei 1892 tersebut dituntut tampil sempurna sepanjang musim hanya untuk sekadar keluar dari zona degradasi.

Selain hukuman poin, Vitesse juga dibayangi persoalan finansial lain yang tak kalah berat. Klub masih memiliki tunggakan sewa stadion GelreDome yang berkapasitas 21.248 penonton.

KNVB memberikan tenggat waktu hingga 1 Oktober 2025 sebagai batas akhir pembayaran.

Jika Vitesse gagal melunasi kewajiban tersebut, bukan tidak mungkin mereka akan kembali terjerat sanksi, bahkan bisa kehilangan hak bermain di kandang sendiri.

Kondisi ini membuat manajemen harus bekerja ekstra keras mencari solusi cepat.

Skuad hanya Memiliki 9 Pemain, Bursa Transfer Sudah Tutup

Kesulitan semakin bertambah karena Vitesse saat ini hanya memiliki sembilan pemain senior yang terdaftar.

Situasi tersebut menjadi pukulan telak, mengingat bursa transfer pemain di Liga Belanda sudah resmi ditutup.

Untuk menambal kekosongan skuad, Vitesse kemungkinan besar akan mengandalkan pemain muda dari tim Jong Vitesse Arnhem yang mayoritas berusia di bawah 21 tahun. 

Walaupun hal ini bisa menjadi kesempatan emas bagi para talenta muda, tetap saja pengalaman minim akan menjadi tantangan besar ketika berhadapan dengan klub-klub berpengalaman di Eerste Divisie.

Meski berada dalam kondisi sulit, Vitesse masih memiliki dukungan fanatik dari para pendukung setia. Rivalitas klasik dengan NEC Nijmegen diprediksi tetap akan memicu semangat tim dan suporter, meski musim ini derbi tidak akan berlangsung karena berbeda kasta kompetisi, NEC Nijmegen sekarang bermain di Eredivisie.

Tapi, semangat tidak mau kalah dengan rival mereka diyakini akan membuat mental bermain Vitesse akan tetap berkobar.

Para penggemar berharap tim kesayangan mereka bisa bertahan di tengah badai masalah yang ada. Sebab, Vitesse dikenal sebagai salah satu klub bersejarah di Belanda dengan basis fans yang kuat.

Mengembalikan kejayaan di Eredivisie jelas bukan perkara mudah. Dengan hukuman minus 36 poin, tunggakan stadion, dan krisis pemain, Vitesse harus benar-benar menemukan solusi dalam waktu singkat.

Kemenangan hukum terkait lisensi memang menjadi titik terang. Namun, perjuangan nyata baru saja dimulai. Apabila masalah keuangan dan skuad tidak segera teratasi, mimpi kembali ke kasta tertinggi hanya akan jadi harapan semu.

Untuk sementara, semua mata akan tertuju pada laga perdana melawan Jong AZ. Laga ini akan menjadi gambaran pertama seberapa siap Vitesse mengarungi musim penuh tantangan di Eerste Divisie 2025/2026.

EDITOR: Edi Yulianto