JawaPos.com - Ruben Amorim akhirnya bisa bernapas lega setelah Manchester United menyetujui penjualan Alejandro Garnacho ke Chelsea, menurut laporan Fabrizio Romano.
Keputusan ini menutup babak penuh ketegangan antara sang pemain muda dan pelatih asal Portugal tersebut.
Sejak akhir musim lalu, Amorim sudah memberi tahu Garnacho bahwa ia tidak akan lagi menjadi bagian dari skuad utama. Situasi ini memaksa winger asal Argentina itu berlatih terpisah dari tim inti selama pramusim.
Baca Juga: Krisis Tak Kunjung Usai, Ruben Amorim Jadi Manajer Terburuk Manchester United Era Pasca-Ferguson
Chelsea mengamankan tanda tangan Garnacho dengan mahar £40 juta. Jumlah tersebut menjadi keuntungan murni bagi Manchester United karena pemain berusia 21 tahun itu merupakan produk akademi.
Dalam kesepakatan ini, United juga menyisipkan klausul penjualan kembali sebesar 10 persen.
Kontrak berdurasi tujuh tahun menanti Garnacho di Stamford Bridge. Sang pemain sebelumnya menolak sejumlah tawaran, termasuk dari beberapa klub Liga Premier lain dan tim dari Arab Saudi, demi bergabung dengan Chelsea.
Baca Juga: Alejandro Garnacho Ukir Sejarah, Jadi Penjualan Akademi Terbesar Manchester United Menuju Chelsea
Mengapa Chelsea Memilih Garnacho?
Chelsea sudah memantau Garnacho sejak Juli, menjadikannya prioritas utama untuk memperkuat sektor serangan. Sejak bergabung dari Atletico Madrid pada 2020, Garnacho tampil dalam 144 laga bersama Manchester United dan mencetak 26 gol.
Rekam jejak itu membuatnya dinilai sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Premier League.
Bagi Garnacho, pindah ke Chelsea juga terasa logis. Ia ingin tetap bermain di Liga Premier, menjaga kariernya di level tertinggi dan bersaing di panggung besar.
Amorim: Talenta Besar, Tapi Tak Cocok
Amorim mengakui potensi Garnacho namun menyebutkan bahwa hubungan kerja mereka tidak berjalan sesuai harapan.
“Dia anak yang sangat berbakat, dan terkadang hal-hal tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Tidak selalu ada penjelasan spesifik,” ujar Amorim.
“Terkadang kita terhubung dengan satu pelatih, terkadang kita mencari tantangan baru. Ini wajar dalam sepak bola, yang terpenting adalah semua pihak mendapatkan solusi terbaik.”
Keberhasilan menjual Garnacho menjadi langkah bisnis besar bagi Manchester United. Klub yang kerap dikritik karena kurang maksimal dalam melepas pemain ini akhirnya mendapat pemasukan signifikan.
“Ini adalah penjualan terbesar untuk produk akademi United,” ungkap sumber internal klub.
Dengan keuntungan bersih dan ruang gaji yang lebih longgar, United kini memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat skuad di bursa transfer mendatang.