JawaPos.com - Manchester United kembali gagal meraih kemenangan perdana di Liga Primer musim ini setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Fulham di Craven Cottage.
Gary Neville, eks kapten sekaligus legenda klub, langsung memberikan analisis tajam tentang performa tim asuhan Ruben Amorim tersebut.
Gol bunuh diri kontroversial Rodrigo Muniz sempat membawa Setan Merah unggul lebih dulu. Namun, keunggulan itu lenyap setelah Emile Smith Rowe mencetak gol penyeimbang di penghujung laga.
Hasil ini membuat optimisme yang sempat muncul usai perekrutan pemain baru kembali memudar.
Baca Juga: Serangan Manchester United Menjanjikan, Tapi Masih Ada PR yang Harus Diselesaikan
Neville, yang kini menjadi analis di Sky Sports, menyoroti tiga masalah besar yang kembali terlihat jelas di tubuh United.
1. Lini Tengah Lemah, MU Butuh Gelandang Baru
Bagi Neville, masalah utama Manchester United masih sama seperti musim lalu: rapuhnya lini tengah.
Ruben Amorim memulai laga dengan menempatkan Casemiro dan Bruno Fernandes sebagai duo gelandang tengah. Kobbie Mainoo, yang diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang, justru tidak dimainkan sama sekali.
“Optimisme saya sedikit teruji karena luka lama kembali terbuka,” ujar Neville dalam The Gary Neville Podcast.
Ia juga menyoroti betapa rapuhnya koordinasi antara lini tengah dan lini belakang. Posisi yang terlalu renggang membuat area itu menjadi celah yang mudah dieksploitasi Fulham.
“Tiga pemain depan bermain tinggi, lima pemain belakang cenderung mundur, sehingga ruang di tengah terbuka sangat lebar,” jelas Neville.
Tak hanya itu, Neville menilai kualitas serangan United juga terhambat karena kurangnya kreativitas dari lini tengah. Masuknya Mason Mount dan Manuel Ugarte di babak kedua tidak banyak membantu memperbaiki alur permainan.
Baca Juga: Onana Hanya Jadi Tamu VIP di Bangku Cadangan, Hojlund Menghilang dari Skuad Manchester United
2. Benjamin Sesko Belum Siap Tampil Maksimal
Pergantian pemain juga mendapat sorotan tajam dari Neville. Menurutnya, United justru tampil lebih buruk setiap kali melakukan rotasi di babak kedua.
Contoh paling jelas adalah masuknya Benjamin Sesko menggantikan Casemiro di awal babak kedua. Pemain asal Slovenia itu, yang diboyong dari RB Leipzig seharga £73,7 juta, belum mampu memberikan dampak berarti dalam dua laga perdananya.
“Sesko masih jauh dari kata bugar. Dia terlihat belum berada di level terbaiknya,” kata Neville.
Ia menambahkan bahwa Sesko membutuhkan lebih banyak menit bermain agar bisa cepat beradaptasi dengan intensitas Liga Primer.
Neville menyarankan agar Amorim memberinya waktu penuh saat melawan Grimsby Town di Piala Carabao, sebelum menurunkannya lagi melawan Burnley di liga akhir pekan mendatang.
3. Bruno Fernandes Kehilangan Fokus Setelah Gagal Penalti
Masalah lain yang tidak kalah penting adalah mentalitas Bruno Fernandes. Sang kapten gagal mengeksekusi penalti di babak pertama setelah insiden unik: wasit Chris Kavanagh menabraknya tepat sebelum melakukan tendangan.
Fernandes terlihat frustrasi sepanjang sisa laga, bahkan terus memprotes wasit ketika babak kedua dimulai. Neville menilai hal ini berdampak langsung pada performanya.
“Bruno membiarkan kegagalan itu menguasai pikirannya. Kamu bisa lihat ekspresinya—dia kesal, dan itu mengganggu fokusnya sepanjang pertandingan,” ujar Neville.
Meski demikian, Neville menegaskan bahwa masalah terbesar United bukanlah kegagalan penalti, melainkan kelemahan struktural di lini tengah dan kondisi fisik pemain yang belum optimal.
Dari ketiga poin yang disorot Neville, satu pesan paling jelas adalah kebutuhan mendesak akan gelandang baru. Dengan jadwal padat, performa yang tidak konsisten, serta lawan yang semakin tangguh, United tidak bisa mengandalkan skuad yang ada.
Apakah manajemen akan segera bertindak di bursa transfer? Atau Ruben Amorim akan mencari solusi dari dalam tim? Pertanyaan itu akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.