JawaPos.com - Real Madrid di bawah arahan Xabi Alonso mulai terasa berbeda dari era Carlo Ancelotti. Jika dulu permainan Los Blancos dikenal pasif dan jarang ambil risiko, kini strategi terlihat lebih konservatif.
Alonso tampaknya ingin tim bermain lebih terkontrol, menguasai tempo, dan meminimalkan kesalahan.
Namun, bukan hanya perubahan gaya bermain yang terlihat. Sang pelatih juga melakukan sesuatu yang jarang dilakukan Ancelotti: rotasi skuad besar-besaran sejak awal musim.
Baca Juga: Bursa Transfer Eropa: Real Madrid Buru Adam Wharton, Xabi Alonso Saingi Duo Manchester dan Liverpool
Bahkan di pekan kedua La Liga, Alonso sudah berani membuat keputusan yang bikin para penggemar mengernyitkan dahi.
Dilansir dari Sporting News, beberapa nama masuk dan keluar dari starting eleven secara mengejutkan, termasuk beberapa pemain yang sebelumnya tidak disangka bakal tampil sebagai starter.
Rodrygo Kembali ke Starting Eleven
Keputusan paling mencuri perhatian tentu soal Rodrygo. Pemain asal Brasil itu sebelumnya dicadangkan dalam tujuh laga berturut-turut dan bahkan sama sekali tidak dimainkan saat Madrid menghadapi Osasuna.
Banyak yang menduga posisinya bakal semakin tersingkir dengan kedatangan pemain baru. Namun, Alonso justru memberikan kejutan dengan memainkannya sejak menit awal melawan Real Oviedo.
Menariknya, Rodrygo ditempatkan di posisi favoritnya di sisi kiri serangan. Posisi ini sebelumnya dikuasai oleh Vinicius Jr., namun Alonso tampaknya ingin memberikan kesempatan kepada Rodrygo untuk membuktikan diri.
Keputusan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa perebutan posisi winger kiri di Madrid kini semakin ketat.
Baca Juga: Xabi Alonso Jelaskan Keputusan Cadangkan Rodrygo, Tegaskan Masih Masuk Rencana Utama Real Madrid
Mastantuono Langsung Dapat Kepercayaan Besar
Selain Rodrygo, nama Franco Mastantuono juga menjadi sorotan. Pemain muda asal Argentina ini baru beberapa minggu bergabung dengan Madrid, tapi sudah dipercaya turun sebagai starter.
Padahal, banyak yang menduga Alonso akan lebih berhati-hati dalam memberikan menit bermain kepada talenta muda.
Namun, performa Mastantuono selama sesi latihan dan pramusim tampaknya cukup meyakinkan. Dibanding Brahim Diaz yang tampil kurang konsisten sebagai starter, Mastantuono dinilai punya potensi memberikan energi baru di lini serang.
Keputusan ini menunjukkan bahwa Alonso berani memberi panggung bagi pemain muda jika mereka siap.
Carvajal Kembali Setelah Cedera ACL
Keputusan mengejutkan lainnya adalah dimasukkannya Dani Carvajal sebagai starter. Bek kanan berpengalaman itu akhirnya kembali tampil sejak pulih dari cedera ACL yang membuatnya absen lama musim lalu.
Carvajal menggantikan Trent Alexander-Arnold, pemain baru yang sempat menjadi starter di laga sebelumnya.
Performa Trent sebenarnya tidak buruk, tapi Alonso tampaknya ingin memberikan keseimbangan dengan mengandalkan pengalaman Carvajal, terutama dalam laga yang berpotensi sulit.
Trent, Diaz, dan Vini Jr. Dicadangkan
Di sisi lain, beberapa pemain bintang justru harus menerima kenyataan duduk di bangku cadangan. Trent Alexander-Arnold, yang awalnya digadang-gadang bakal jadi bek kanan utama, tiba-tiba tidak dimainkan sejak awal.
Belum jelas apakah ini murni rotasi atau ada faktor adaptasi yang masih berlangsung?
Brahim Diaz juga kembali ke peran semula sebagai pemain pelapis. Keputusan ini mungkin tidak terlalu mengejutkan karena Diaz memang lebih sering memberikan dampak dari bangku cadangan ketimbang saat menjadi starter.
Namun, yang paling mengejutkan tentu saja dicadangkannya Vinicius Jr. Sejak menjadi bagian penting dalam dua kesuksesan Liga Champions terakhir Madrid, Vini hampir selalu jadi starter.
Keputusan Alonso menaruhnya di bangku cadangan adalah langkah berani. Mungkin ini terkait performa Vini yang belum mencapai level terbaiknya, atau sekadar strategi untuk memberi kesempatan pemain lain tampil.
Strategi Baru Alonso atau Sekadar Uji Coba?
Keputusan Alonso merombak susunan pemain di awal musim tentu mengundang banyak spekulasi.
Apakah ini tanda bahwa ia ingin membangun sistem baru dengan pemain yang lebih segar? Atau sekadar rotasi sementara sebelum skuad utama benar-benar terbentuk?
Yang jelas, Alonso terlihat tidak ragu mengambil risiko untuk menciptakan persaingan sehat di dalam tim. Pemain yang tampil bagus akan mendapatkan kesempatan, tak peduli nama besar atau status bintang.
Jika strategi ini berhasil, Madrid bisa punya kedalaman skuad yang luar biasa dan siap menghadapi jadwal padat musim ini. Tapi jika tidak, keputusan ini bisa jadi bumerang dan memicu ketidakpuasan di ruang ganti.