← Beranda
Bruno Fernandes Ogah Gabung Al-Nassr Meski Dirayu Cristiano Ronaldo, Manchester United Berpotensi Kehilangan Rp2 Triliun
Alvin Fahrizal BayyuniSenin, 4 Agustus 2025 | 00.16 WIB
Bruno Fernandes. (Dok. MUFC)



JawaPos.com - Gelandang serang Manchester United, Bruno Fernandes, menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik untuk pindah ke Al-Nassr dalam waktu dekat, meski digoda oleh tawaran fantastis dan kehadiran kompatriotnya, Cristiano Ronaldo. Klub Arab Saudi tersebut bahkan disebut siap menggelontorkan dana hingga 100 juta Poundsterling, atau setara dengan Rp2 triliun untuk memboyong sang kapten Setan Merah.

Pernyataan ini menjadi penegasan sikap Fernandes terhadap godaan dari Liga Pro Saudi yang kian agresif memburu bintang-bintang Eropa, dan juga menjadi sinyal bahwa ia masih ingin menorehkan prestasi di kompetisi Eropa bersama Manchester United.

Ketertarikan Al-Nassr bukan sekadar rumor semata. Klub yang bermarkas di Riyadh itu memang sedang aktif membangun skuad bertabur bintang, dipimpin langsung oleh pelatih Jorge Jesus—yang notabene pernah menjadi pelatih Fernandes di Sporting Lisbon—dan diperkuat oleh Cristiano Ronaldo, rekan setim Fernandes di Timnas Portugal. Bahkan, Ronaldo yang kini juga memiliki saham di Al-Nassr, secara aktif mendorong klub agar merekrut Fernandes secepatnya.

Menurut laporan dari Sports Mole, Ronaldo dilaporkan sudah menghubungi Fernandes secara pribadi untuk membujuknya bergabung dengan Al-Nassr. Namun, bujukan itu tampaknya tak membuahkan hasil.

Laporan terbaru yang disampaikan oleh jurnalis Ben Jacobs menyebutkan bahwa Fernandes masih berkomitmen untuk bertahan di Manchester United setidaknya hingga akhir musim 2025–2026.

"Bruno Fernandes belum tertarik untuk meninggalkan Eropa dan ingin fokus bersama Manchester United dalam menghadapi musim baru," menurut laporan yang dikutip dari Sports Mole.

Fernandes sendiri bergabung dengan Manchester United pada Januari 2020 dari Sporting Lisbon dan langsung menjadi salah satu rekrutan terbaik klub dalam satu dekade terakhir. Dalam 290 penampilan bersama United, pemain berusia 30 tahun itu telah mencetak 98 gol dan memberikan 86 assist.

Musim lalu, ia kembali tampil konsisten dengan mencetak 19 gol dan memberikan 19 assist dari total 57 pertandingan di semua kompetisi. Statistik itu menunjukkan bahwa Fernandes masih menjadi jantung permainan Manchester United, sekaligus sosok tak tergantikan di lini tengah.

Dalam masa pramusim 2025 ini, Fernandes juga menunjukkan performa yang solid, menambah keyakinan manajemen dan pelatih Ruben Amorim bahwa sang kapten masih memiliki peran vital dalam proyek kebangkitan Setan Merah.

Meski menolak pindah ke Arab Saudi musim ini, masa depan Fernandes di Old Trafford tetap menjadi perbincangan hangat. Kontraknya bersama Manchester United akan berakhir pada musim panas 2026, yang berarti musim depan ia akan memasuki 12 bulan terakhir dalam kontraknya.

Jika tak ada perpanjangan kontrak hingga saat itu, maka peluang Fernandes hengkang akan terbuka lebar. Apalagi, jika ada tawaran besar seperti dari Al-Nassr yang datang lagi tahun depan. Manchester United tentu tidak akan mudah melepas pemain kunci mereka, namun pertimbangan finansial dan proyek jangka panjang akan menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan.

Masih menurut laporan yang sama, banyak hal akan bergantung pada performa Manchester United musim ini, terutama apakah mereka bisa kembali ke Liga Champions atau tidak. Jika target itu tercapai, maka peluang Fernandes untuk bertahan akan jauh lebih besar.

Situasi ini mengingatkan pada sejumlah kasus pemain bintang yang dilepas klub besar karena nilai jual yang sangat tinggi di tahun-tahun terakhir kontrak mereka. Jika tawaran 100 juta Poundsterling benar-benar datang kembali, manajemen Setan Merah mungkin harus mempertimbangkan opsi tersebut secara serius.

Dalam konteks Liga Pro Saudi yang agresif memburu nama-nama besar dari Eropa, Fernandes menjadi target premium. Setelah sukses merekrut Ronaldo, Karim Benzema, hingga N’Golo Kante, nama Fernandes tentu akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi promosi liga tersebut secara global.

Namun berbeda dengan sejumlah pemain yang memilih hengkang karena faktor finansial dan usia, Fernandes disebut masih memprioritaskan tantangan kompetitif di Eropa. Usianya yang baru menginjak 30 tahun dan ambisinya membawa Manchester United kembali bersaing di papan atas Eropa membuatnya belum tergoda dengan glamor Liga Arab.

Penolakan Fernandes terhadap tawaran dari Timur Tengah ini menunjukkan bahwa tidak semua pemain tertarik hanya pada aspek finansial dalam karier mereka. Beberapa masih memprioritaskan tantangan olahraga, loyalitas, dan warisan di klub yang mereka bela.

Bagi Manchester United sendiri, sikap Fernandes tentu menjadi angin segar. Di tengah masa transisi yang dipimpin pelatih baru Ruben Amorim, keberadaan kapten yang loyal dan konsisten seperti Fernandes bisa menjadi fondasi penting dalam membangun tim yang kompetitif.

Meskipun begitu, pihak klub tetap harus bijak menyiapkan opsi ke depan, termasuk kemungkinan kehilangan Fernandes jika negosiasi kontrak baru tak menemui titik terang. Dalam dunia sepak bola modern, loyalitas pemain seringkali harus diseimbangkan dengan strategi bisnis klub yang berorientasi pada keberlanjutan dan keuntungan jangka panjang.

Musim 2025–2026 akan menjadi musim krusial bagi Fernandes dan Manchester United. Jika keduanya berhasil mencapai target, seperti finis di empat besar atau bahkan meraih trofi, maka kemungkinan besar Fernandes akan memperpanjang masa baktinya. Namun jika performa klub kembali menurun, maka skenario perpisahan bisa saja menjadi kenyataan di musim panas 2026.

Untuk saat ini, para penggemar Setan Merah bisa sedikit bernafas lega. Sang kapten tetap di jalur merah, masih ingin membawa Manchester United menuju era baru yang lebih gemilang.

Dengan segala spekulasi yang beredar, satu hal yang pasti: Bruno Fernandes belum habis. Dan untuk sekarang, ia masih milik Old Trafford.

 

EDITOR: Hendra