JawaPos.com–Manchester United tengah mencari kemenagan berharga di kompetisi kontinental yang sudah tidak asing bagi Setan Merah. Mereka akan melaksanakan laga leg pertama perempat final Liga Europa melawan Olympique Lyon pada Jumat (11/3) dini hari WIB.
Musim ini United asuhan Ruben Amorim jauh lebih konsisten ketika tampil di Eropa daripada ketika bermain di liga domestik. Setan Merah menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Liga Europa dan memiliki peluang bagus untuk setidaknya meraih satu trofi musim ini.
Tetapi tim bermarkas di Old Trafford ini harus menghadapi hadangan Lyon yang bangkit dari keterpurukan musim ini menjadi risiko besar bagi status tak terkalahkan United di Liga Europa.
Sang juru taktik asal Portugal berusia 40 tahun harus mampu memaksimalkan kemampuan para anak asuhannya selama perjalanan mereka ke markas Les Gones.
Prediksi Starting Line Up Manchester United Asuhan Ruben Amorim (3-4-2-1)
Andre Onana (GK: Penjaga Gawang)
Untuk posisi kiper, Onana masih menjadi favorit akan mengisi di bawah mistar Setan Merah. dia terus dipercaya Amorim dan tak tergantikan selama tak mengalami cedera.
Baru-baru ini penjaga gawang asal Kamerun ini saling perang psikologis dengan beberapa kata-kata kasar dari mantan gelandang United Nemanja Matic, yang akan bermain untuk Lyon. Onana disebut sebagai salah satu kiper terburuk dalam sejarah klub.
Noussair Mazraoui: (RCB: Bek Tengah Kanan)
Mazraoui merupakan salah satu pemain United yang tampil lebih sangat baik selama derby Manchester tanpa gol akhir pekan lalu. Mantan pemain Ajax ini juga menjadi pemain bertahan paling konsisten setelah bergabung ke Old Trafford pada awal musim.
Dia ditugaskan sedikit lebih berat pada laga ini harus waspada tinggi melawan tim Lyon yang produktif. Corentin Tolisso yang mengisi penyerangan sisi kiri Les Gones akan sering mengancam sisi kanan yang dijaga Mazraoui.
Harry Maguire (CB: Bek Tengah)
Alexandre Lacazette yang akan menjadi lawan duel yang sepadan untuk Maguire pada Jumat (11/4) dini hari nanti. Ini akan menjadi pertarungan kecerdasan, bukan kecepatan atau atletisme antara kedua pemain.
Mantan striker Arsenal ini menjadi kapten Lyon sejak datang ke Stadion Groupama. Dengan segudang pengalaman, dia mampu memimpin tim muda ini menduduki peringkat kelima Liga Prancis sementara membuat rapornya akan sedikit mengkhawatirkan bagi Maguire.
Leny Yoro (LCB: Bek Tengah Kiri)
Pemain kelahiran Prancis ini akan pulang ke negara kelahirannya demi membawa kemenangan untuk pasukan Setan Merah. Dia lebih mengenal Lyon daripada siapa pun di skuad United dan mungkin Yoro memiliki tekad untuk mengalahkan mantan pelatihnya, Paulo Fonseca.
Keduanya pernah bekerja sama saat sama-sama menjadi pilar penting di Lille, sebelum cabut ke liga top Eropa lain. Bek 19 tahun ini juga patut berterima kasih kepada sang pelatih yang berkontribusi membesarkan namanya sebagai salah satu bek muda terbaik Eropa saat ini.
Diogo Dalot (RM: Gelandang Kanan)
Dalot akan terus waspada dengan kelincahan dan kecepatan kaki pemain sisi kiri dari Lyon. Thiago Almada yang kerap kali menusuk lewat sayap meski tempat aslinya gelandang tengah, membuat pemain United satu ini harus bekerja ekstra untuk mengawasinya.
Tak hanya Almada, bek sayap kiri Nicolas Tagliafico, akan menjadi ancaman lainnya bagi pemain United bernomor punggung 20 ini. Pasalnya bek sayap timnas Argentina itu sering membantu serangan dengan memanfaatkan kecepatannya yang akan sangat sulit dibendung.
Casemiro (CM: Gelandang Tengah)
Casemiro tidak akan menjadi orang tertua di pertandingan ini karena ada nama Nemanja Matic yang berusia 36 tahun. Kedua pemain senior ini akan adu kecerdasan dalam mengatur tempo dan memberi umpan-umpan manis dari lini tengah masing-masing tim.
Gelandang United ini telah menghasilkan beberapa penampilan yang mengesankan selama sebulan terakhir ketika diberikan kesempatan oleh Ruben Amorim untuk merumput.
Manuel Ugarte (CM: Gelandang Tengah)
Ugarte memberikan dua assist selama pertemuan dengan Lyon saat masih berseragam Paris Saint-Germain. Jumlah assist naik dua kali lipat sejak bergabung dengan United pada awal musim ini.
Gelandang enerjik asal Uruguay ini masih menjadi favorit untuk menjadi rekan duet pemain senior seperti Casemiro karena tenaganya sangat dibutuhkan pada laga ini untuk mengimbangi kecerdikan gelandang Les Gones seperti Rayan Cherki.
Patrick Dorgu (LM: Gelandang Kiri)
Tampil kurang meyakinkan di sisi kiri selama derby Manchester pekan lalu, mantan pilar Lecce ini mungkin perlu meningkatkan level lagi dengan kembalinya Luke Shaw ke skuad pada hari pertandingan melawan Lyon.
Sebelum penampilan buruknya, Dorgu selalu tampil konsisten menjaga kelancaran sisi kiri United selama ini, membantu menyerang dan bertahan merupakan tugas beratnya pada laga ini karena Lyon memiliki beberapa senjata mematikan dengan pemain-pemain cepat.
Bruno Fernandes (AM: Gelandang Serang)
Kapten United tetap menjadi satu-satunya mesin gol yang konsisten sepanjang musim buruk Setan Merah ini. Mereka akan membutuhkan Fernandes untuk menampilkan sebagian keajaiban khasnya seperti yang dilakukannya di babak 16 besar melawan Real Sociedad.
Sudah tak terbantahkan lagi, seberapa pentingnya gelandang Portugal ini untuk skuad Amorim. Dari 46 laga di semua kompetisi yang ia telah jalani, Bruno Fernandes telah mencatatkan 16 gol dan 15 assist menjadi satu-satunya pemain United yang masih bersinar di musim ini.
Alejandro Garnacho (AM: Gelandang Serang)
Pemain muda berusia 20 tahun ini tampil sedikit menurun dibanding musim lalu, dengan Amorim sangat membutuhkan konsistensi dan hasil yang lebih baik dari pemain kelahiran Argentina yang berbakat itu.
Beberapa kritik pedas dari penggemar, bahkan para pengamat sepak bola mungkin akan memacu diri Garnacho untuk bisa mengembalikan lagi level bermainnya yang pernah ia pertontonkan sebelumnya.
Joshua Zirkzee (ST: Striker)
Penampilan mengecewakan dari Rasmus Hojlund di akhir pekan lalu mungkin bisa membuat Zirkzee sedikit lebih bersemangat. Ia mencetak gol Eropa pertamanya untuk United pada lawatan terakhir mereka ke markas Real Sociedad.
Meski jumlah kontribusi dalam statistiknya tak sesuai harapan, Zirkzee akan sangat diandalkan ketika United berlaga di Liga Eropa setelah pembuktiannya pada babak 16 besar lalu.