← Beranda
Tiga Perubahan Kunci Liverpool Jelang Leg Kedua Liga Champions Melawan PSG
Bramasta JPSelasa, 11 Maret 2025 | 20.40 WIB
Pemain-pemian Liverpool pada leg pertama Liga Champions lawan PSG pada Kamis (6/3). (AP Photo/Christophe Ena)

JawaPos.com-Liverpool dipaksa bekerja keras untuk mengembangkan permainan pada pertemuan leg pertama Liga Champions, Kamis (6/3) dini hari WIB. Tapi pasukan Arne Slot secara mengejutkan berhasil mencuri kemenangan 1-0 melawan Paris Saint-Germain di Parc des Princes.

Pertandingan di markas PSG tersebut bisa dibilang berat sebelah, dengan Les Parisiens mendominasi pertandingan melawan The Reds yang secara tampil lebih lambat. Liverpool tidak dapat menahan kecepatan dan intensitas tuan rumah.

Keberuntungan berpihak pada pasukan Arne Slot dan anak asuhannya saat mencetak gol tunggal kemenangan di pengujung laga melalui Harvey Elliott yang baru masuk dari bangku cadangan setelah menaklukan Donnarumma.

Menyadur dari 90min, The Reds dianggap telah menjejakkan satu kaki di perempat final, tetapi jika penampilan serupa terjadi di leg kedua di Anfield bisa jadi akan menghasilkan kemuraman bagi Liverpool. Pertandingan ini masih jauh dari kata dimenangkan.

Liverpool harus melakukan perbaikan signifikan jika ingin mengamankan tempat di delapan besar. Berikut tiga perubahan yang harus dilakukan The Reds pimpinan juru taktik asal Belanda itu.

Membatasi Penguasaan Bola PSG

Pelatih kepala PSG, Luis Enrique mengungkap ambisinya pada leg pertama lalu dengan memberi instruksi Ousmane Dembele dan kawan kawan untuk menguasai bola selama mungkin.

"Liverpool dapat menciptakan bahaya tanpa bola. Mungkin mereka tidak terlalu membutuhkan bola seperti kami. Kami akan mencoba memaksakan permainan kami dengan mempertahankan penguasaan bola,” ujar pelatih asal Spanyol berusia 54 tahun itu

Hasilnya Les Parisiens mengakhiri pertandingan leg pertama dengan penguasaan bola sebesar 71 persen dengan trio lini tengah Vitinha, Joao Neves, dan Fabian Ruiz, meski mereka harus menelan kekalahan menyakitkan. 

Ketidakmampuan The Reds untuk mempertahankan penguasaan bola menjadi masalah yang signifikan di Paris. Mereka terus gagal melewati tekanan tinggi PSG, sehingga dengan cepat tim pimpinan  Enrique mendapatkan bola kembali. Itu harus berubah ketika Liverpool menjamu leg kedua di Anfield.

Laga yang akan dilaksanakan pada Rabu (12/3) dini hari WIB, merupakan keunggulan untuk Liverpool karena tampil di hadapan pendukungnya dengan keunggulan satu gol, tetapi mereka harus mampu menguasai bola lebih lama dibandingkan PSG untuk mengubah perkembangan permainan di lapangan.

The Reds mesti mengelola bola dengan lebih baik jika mereka ingin menghindari kebangkitan Les Parisiens pada leg kedua, dengan para superstar dan etos kerja pemain di lapangan mesti tampil maksimal.

Memainkan Darwin Nunez & Curtis Jones dari Awal Pertandingan

Pergantian pemain Slot memberikan dampak yang cukup besar di pertandingan leg pertama. Tentu saja, Elliott yang menghasilkan gol penentu dengan satu dari tiga sentuhan, tetapi pemain Liverpool lainnya di tengah pertandingan juga memberikan kontribusi maksimal

Seperti Wataru Endo masuk ke lapangan dengan waktu tersisa lebih dari sepuluh menit, menampilkan perjuangan tanpa lelah untuk melindungi lini pertahanan. Ditambah lagi dengan masuknya Darwin Nunez dan Curtis Jones pada laga itu telah membantu pasukan Merseyside membatasi serangan PSG.

Jones menggantikan Luis Diaz dan dengan cepat memberikan bantuan Andy Robertson untuk bertahan menghadapi agresivitas Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Khvicha Kvaratskhelia, yang saling bertukar posisi. Gelandang itu membantu menstabilkan aliran bola di sisi kiri Liverpool.

Sementara Nunez berkontribusi tidak hanya memberikan assist untuk gol Elliott, dia juga menawarkan opsi penyerang yang terus berlari di belakang garis pertahanan PSG. Dia hanya mendapat 12 sentuhan tetapi membuat Marquinhos dan Willian Pacho kesulitan dibandingkan dengan Diogo Jota.

Sementara Liverpool berharap untuk memperbaiki penguasaan bola yang lebih besar di Anfield pada laga leg kedua, Jones dan Nunez adalah dua kunci untuk memberi ancaman kepada pertahanan andalan Luis Enrique.

Memanfaatkan Atmosfer Stadion Anfield

Setiap penampilan Liverpool di kompetisi Eropa ketika berlangsung di Anfield, mereka telah menulis banyak sejarah dengan berbagai trofi di kompetisi kontinental. The Reds pasukan Slot perlu memanfaatkan itu untuk terus bersinar dan merebut satu tempat di perempat final.

Para pendukung setia yang selalu memadati Stadion Anfield tak henti riuh untuk mendukung Liverpool pada Rabu (12/3) dengan memanfaatkan mereka sebagai kekuatan pemain ke-12.

Dalam menghadapi kesulitan, Liverpool tertinggal jauh dari PSG dalam hal intensitas permainan. Mereka juga terlalu menerapkan garis lini pertahanan terlalu rendah, sehingga dengan muda pemain seperti Joao Neves dan Vitinha terus mengalirkan bola ke lini serang Les Parisiens.

Dengan begitu Liverpool harus mempercepat tempo permainan ketika tidak menguasai bola, dengan memanfaatkan dukungan dari pendukung tuan rumah. Mereka harus memaksa PSG melakukan kesalahan ketika membangun serangan. Jika tidak, The Reds bisa mendapat masalah.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah