JawaPos.com — Kemenangan yang sempat berada di genggaman Venezia di babak pertama akhirnya sirna di tangan AS Roma. Tim asuhan Ivan Juric membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Venezia pada laga Serie A di Stadion Olimpico, Minggu (29/9/2024).
Jay Idzes, bintang Timnas Indonesia yang memperkuat Venezia, bermain penuh dalam laga ini. Namun, mimpinya meraih kemenangan di kandang AS Roma kandas setelah timnya gagal mempertahankan keunggulan di babak kedua.
AS Roma menguasai permainan sejak awal, namun Venezia berhasil unggul lebih dulu melalui Joel Pohjanpalo. Striker asal Finlandia tersebut mencetak gol pembuka di menit ke-44, memanfaatkan bola rebound di dalam kotak penalti.
Meski begitu, AS Roma tidak menyerah dan terus menggempur pertahanan Venezia. Pertahanan solid yang dipimpin oleh Jay Idzes sempat membuat Roma frustasi, namun situasi berubah di babak kedua.
Bryan Cristante menjadi pahlawan bagi AS Roma dengan gol penyeimbang di menit ke-74. Tembakannya dari jarak jauh terpantul dan menaklukkan kiper Venezia, Jesse Joronen, yang tak mampu berbuat banyak.
Gol tersebut membuat mental Venezia jatuh, dan AS Roma terus menekan. Hanya berselang sembilan menit, Niccolo Pisilli memastikan kemenangan Roma dengan sundulannya yang memanfaatkan umpan dari tendangan sudut.
Venezia yang sempat memimpin harus mengakui keunggulan AS Roma setelah skor berbalik 2-1. Mimpi Jay Idzes membawa pulang poin dari Olimpico akhirnya kandas.
Di babak pertama, Venezia sempat tampil percaya diri dengan serangan balik cepat. Namun, ketenangan lini belakang AS Roma membuat mereka sulit menambah gol.
Sementara itu, Jay Idzes yang mendapatkan kartu kuning di menit ke-39, tak mampu menghindari kekalahan timnya. Tackle kerasnya membuat wasit Rosario Abisso tak ragu mengeluarkan kartu untuk kapten Timnas Indonesia tersebut.
Ivan Juric, pelatih AS Roma, sudah memprediksi pertandingan akan berlangsung sengit. Ia memuji performa Venezia yang dinilai agresif dan punya kemampuan mengalirkan bola dengan baik.
"Hari ini adalah ujian yang sangat penting karena kami bermain pada Kamis malam tetapi secara mental kami siap,"ujar Ivan Juric dikutip dari DAZN, Minggu (29/9).
Juric juga memberikan kepercayaan penuh pada pemain mudanya seperti Pisilli dan Kone. Kedua pemain ini menjadi andalan di lini tengah Roma dan berhasil memberikan kontribusi besar dalam kemenangan ini.
"Kone? Dia memiliki segalanya, kekuatan, kecepatan dan teknik. Melawan Athletic, saya sangat menyukainya dari sudut pandang taktis. Kami harus banyak bekerja sama dengannya, ia memiliki potensi yang besar, begitu juga dengan Pisilli," jelasnya.
Di sisi lain, Venezia yang baru memetik satu kemenangan dari lima laga Serie A musim ini, kembali terpuruk. Mereka kini berada di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-18 dengan hanya empat poin.
Kemenangan ini membuat AS Roma naik ke posisi kesembilan klasemen sementara Serie A. Il Giallorossi mengoleksi enam poin dari lima pertandingan, hasil satu kemenangan dan tiga kali seri.
Meski begitu, kemenangan Roma tak lepas dari perjuangan keras di babak kedua. Venezia sempat memberikan perlawanan sengit di babak pertama, namun akhirnya tak mampu menahan gempuran AS Roma.
Laga ini juga menunjukkan betapa pentingnya konsistensi dalam bermain selama 90 menit penuh. Venezia yang unggul lebih dulu akhirnya harus puas pulang tanpa poin.
Pada pertandingan lain, Como 1907 yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia, Hartono Bersaudara, juga meraih kemenangan di pekan kelima Serie A. Mereka menang 3-2 atas Atalanta di kandang lawan.
Kemenangan ini membuat Como menjauh dari zona degradasi sementara dengan mengoleksi lima poin dari lima pertandingan. Seperti Venezia, Como juga memiliki unsur Indonesia di dalam timnya.
Pekan kelima Serie A kali ini terasa spesial bagi fans sepak bola Indonesia. Dua tim yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia, Venezia dan Como, sama-sama menunjukkan performa yang apik.
Namun, nasib berbeda dialami oleh Jay Idzes dan timnya Venezia. Meskipun berhasil meraih kemenangan di pekan sebelumnya, mereka kini harus kembali ke jalur negatif dengan kekalahan dari AS Roma.
Kekalahan ini tentu menjadi pelajaran penting bagi Venezia dan Idzes. Mereka harus segera bangkit dan memperbaiki performa jika ingin bertahan di Serie A musim ini.
Meski begitu, perjalanan Venezia dan Jay Idzes di Serie A masih panjang. Masih banyak kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki posisi di klasemen dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Kehadiran Idzes di Serie A tentu menjadi kebanggaan bagi fans sepak bola Indonesia. Meski gagal mencuri poin dari AS Roma, Idzes tetap menjadi pilar penting di lini belakang Venezia.
Perjalanan panjang Serie A masih akan memberikan banyak kesempatan bagi Venezia dan Idzes untuk bangkit. Mereka harus terus berjuang untuk menghindari zona degradasi dan tetap bertahan di liga utama Italia ini.
Bagi fans sepak bola Indonesia, Jay Idzes tetap menjadi sosok yang patut diacungi jempol. Meski kalah, kontribusinya di lini belakang Venezia tak bisa dianggap remeh.
Kini, perhatian beralih ke laga-laga berikutnya di Serie A. Baik AS Roma maupun Venezia harus terus berjuang keras untuk mencapai tujuan masing-masing di akhir musim ini.