JawaPos.com - Triumph Scrambler 400 XC punya tampilan yang identik dengan motor petualang. Namun, ketika digunakan untuk aktivitas harian, motor ini pun terasa sangat bersahabat dengan karakter jalan perkotaan.
Wartawan JawaPos.com berkesempatan menggunakan Triumph Scrambler 400 XC untuk perjalanan komuter Bogor-Jakarta, termasuk mencobanya di tengah lalu lintas Jakarta. Motor lansiran brand otomotif asal Inggris itu juga sempat diajak melipir sejenak ke kawasan Puncak, Bogor.
Dari beberapa rute tersebut, karakter yang paling terasa adalah handling yang mudah dikendalikan, posisi berkendara nyaman, serta respons mesin yang cukup agresif ketika dibutuhkan.
Nyaman Menembus Kemacetan Jakarta
Dengan posisi duduk 835 mm dan setang yang lebar, posisi berkendara Scrambler 400 XC terasa tegak. Posisi ini membuat pandangan pengendara lebih leluasa ketika menghadapi kepadatan lalu lintas.
Meski secara tampilan motor terlihat cukup besar, Scrambler 400 XC tidak terasa sulit diajak bermanuver. Bobot basahnya 186 kilogram juga masih tergolong mudah dikendalikan ketika motor sudah bergerak.
Karakter tersebut terasa ketika motor digunakan di antara kepadatan kendaraan Jakarta. Setang lebar memberikan kontrol yang baik saat berpindah jalur, sementara respons mesin membuat pengendara tidak perlu terlalu banyak membuka gas ketika mencari celah untuk mengikuti arus lalu lintas.
Kopling juga relatif ringan karena menggunakan sistem slip and assist clutch. Fitur tersebut terasa membantu ketika motor harus berhenti dan kembali berjalan berulang kali di tengah kemacetan.
Tarikan Gas Mumpuni
Triumph Scrambler 400 XC menggunakan mesin satu silinder berkapasitas 398 cc, DOHC empat katup, berpendingin cairan.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 40 PS pada 8.000 rpm dan torsi puncak 37,5 Nm pada 6.500 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi manual enam percepatan. Dalam penggunaan sehari-hari, karakter tenaga tersebut terasa menyenangkan.
Putaran bawah hingga menengah memberikan respons yang relatif kuat. Saat harus berakselerasi setelah lampu lalu lintas berubah hijau, tarikan terasa kuat tanpa perlu memutar gas terlalu dalam.
Karakter tersebut juga terasa ketika digunakan untuk aktivitas dari Bogor menuju Jakarta, begitupun sebaliknya.
Saat kondisi jalan mulai terbuka, perpindahan gigi ke posisi yang lebih tinggi membuat motor tetap nyaman diajak melaju.
Di sisi lain, ketika lalu lintas mulai padat, karakter mesin yang responsif tetap mudah dikontrol. Pengendara tidak perlu terus-menerus memainkan putaran mesin tinggi untuk mendapatkan tenaga.
Handling Enak untuk Harian
Salah satu hal yang paling menyenangkan dari Scrambler 400 XC adalah handling. Motor terasa lincah ketika digunakan di jalan perkotaan. Setang yang lebar memberikan leverage yang baik, sementara posisi berkendara yang tegak membuat motor mudah diarahkan.
Suspensi depan menggunakan upside-down Big Piston Fork berdiameter 43 mm dengan travel 150 mm. Di belakang terdapat monoshock dengan reservoir eksternal dan pengaturan preload, juga dengan travel 150 mm.
Kombinasi tersebut membuat Scrambler 400 XC nyaman melewati jalan yang permukaannya tidak selalu mulus.
Karakter ini semakin terasa ketika melintasi sambungan aspal, jalan bergelombang, maupun polisi tidur. Suspensi mampu bekerja cukup baik tanpa membuat motor terasa terlalu limbung.
Penggunaan pelek jari-jari tubeless berukuran 19 inci di depan dan 17 inci di belakang juga memberikan karakter khas scrambler. Sedangkan ban yang digunakan berukuran 100/90-19 di depan dan 140/80-17 di belakang.
Diajak ke Puncak, Tetap Aman dan Nyaman
Pengujian kemudian berlanjut ke kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Rute ini memberikan karakter berbeda karena terdapat tanjakan dan tikungan yang lebih banyak dibandingkan perjalanan dalam kota.
Mesin 398 cc terasa cukup bertenaga menghadapi tanjakan. Torsi 37,5 Nm membuat motor tidak kesulitan menjaga momentum ketika menghadapi kontur jalan yang menanjak.
Yang menarik, selama digunakan menuju kawasan Puncak, temperatur mesin tetap terasa normal. Tidak muncul sensasi panas mesin yang mengganggu kenyamanan saat berkendara.
Hal tersebut membuat Scrambler 400 XC terasa fleksibel. Motor bisa digunakan untuk perjalanan komuter pada hari kerja, tetapi tetap memiliki kemampuan untuk diajak keluar kota ketika akhir pekan.
Konsumsi BBM Scrambler 400 XC
Untuk konsumsi bahan bakar, angka yang didapat tentu sangat bergantung pada kondisi lalu lintas dan gaya berkendara.
Triumph mencantumkan konsumsi kombinasi Scrambler 400 XC sebesar 3,8 liter per 100 kilometer atau sekitar 26,3 km/l dalam pengujian standar. Triumph juga memberikan catatan bahwa angka tersebut diperoleh dalam kondisi pengujian tertentu sehingga hasil penggunaan di jalan raya dapat berbeda.
Dalam penggunaan harian di Jakarta, konsumsi realistis dapat berada di kisaran 20-23 km/l ketika menghadapi kemacetan, terutama jika motor lebih sering berhenti, berjalan pelan, dan melakukan akselerasi berulang.
Sementara ketika melewati jalan yang lebih lengang dengan kecepatan relatif konstan, konsumsi dapat berada di kisaran 25-28 km/l.
Dengan kapasitas tangki 13 liter, secara teoritis jarak tempuhnya cukup jauh untuk kebutuhan komuter. Namun, untuk penggunaan sehari-hari, angka konsumsi aktual tetap lebih relevan dibandingkan klaim pengujian standar.
Fitur Adventure Lebih Lengkap
Sebagai varian XC, motor ini mendapatkan sejumlah perlengkapan yang membuat tampilannya lebih berkarakter adventure.
Scrambler 400 XC menggunakan pelek jari-jari tubeless dengan pelek aluminium Excel, high-level front mudguard, flyscreen, hand guard, engine guard bagian bawah, serta aluminium sump guard.
Motor juga memiliki traction control yang dapat dinonaktifkan dan Off-Road ABS mode. Sistem pengereman depan menggunakan cakram 320 mm dengan kaliper radial empat piston, sedangkan rem belakang menggunakan cakram 230 mm.
Untuk kebutuhan harian, tersedia pula soket USB-C di area kokpit. Instrumen menggunakan kombinasi speedometer analog dengan layar LCD multifungsi.
Kesimpulan
Triumph Scrambler 400 XC memang membawa tampilan dan perlengkapan yang mengarah ke penggunaan adventure. Namun, setelah digunakan untuk rute Bogor-Jakarta, aktivitas di jalanan Jakarta, hingga perjalanan menuju Puncak, karakter motor ini justru terasa sangat cocok untuk penggunaan harian.
Handling menjadi salah satu daya tarik utamanya. Motor mudah dikendalikan, posisi berkendara nyaman, dan suspensinya mampu menghadapi karakter jalan perkotaan.
Mesin 398 cc juga memberikan respons yang menyenangkan. Tarikannya terasa mantap ketika dibutuhkan, tetapi tetap mudah dikontrol saat menghadapi kemacetan.
Dengan konsumsi sekitar 20-23 km/l dalam kondisi macet dan sekitar 25-28 km/l ketika jalan lebih lengang, Scrambler 400 XC juga masih cukup masuk akal untuk digunakan sebagai kendaraan komuter.
Baca Juga: Triumph Luncurkan Scrambler 400 XC dan Tiger 900 Alpine Edition, Harga Mulai Rp 199 Juta
Bagi pengendara yang membutuhkan satu motor untuk aktivitas harian di kota sekaligus perjalanan akhir pekan ke daerah seperti Puncak, karakter Scrambler 400 XC terasa sangat mumpuni. (*)