JawaPos.com - PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengajak sejumlah jurnalis merasakan langsung kemampuan kendaraan elektrifikasi terbaru melalui rangkaian media drive bertema Joy Beyond the Road.
Salah satu model yang menjadi perhatian adalah Toyota Veloz Hybrid EV, MPV hybrid yang diposisikan sebagai salah satu andalan baru Toyota di era elektrifikasi.
“Toyota Veloz Hybrid adalah andalan baru kami di sektor elektrifikasi yang terbukti diterima masyarakat dengan penjualan sekitar 2.000 unit per bulan. Kenyamanan dan keandalannya menjadi keunggulan utama,” ujar Marketing Director PT TAM, Hiroyuki Oide pada Selasa (15/9).
Kesempatan mengendarai Veloz Hybrid EV dimulai dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), menuju Parangtritis, Malioboro, Solo, kemudian kembali ke Malioboro. Rute tersebut memberikan kesempatan merasakan karakter Veloz Hybrid EV di berbagai kondisi, mulai dari lalu lintas perkotaan hingga perjalanan antarkota.
“Setiap orang mempunyai definisi joy atau kebahagiaan yang berbeda ketika berkendara,” kata Marketing Director PT TAM, Bansar Maduma.
Veloz Hybrid EV menawarkan sisi kenyamanan dan efisiensi yang cocok untuk perjalanan keluarga. Menurut Bansar, karakter tersebut menjadi salah satu cara Toyota menghadirkan pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen.
“Mulai dari kendaraan elektrifikasi sebagai transportasi utama yang andal dan nyaman, sampai kendaraan yang mampu memberikan sensasi berkendara lebih tinggi,” ujar Bansar.
Veloz Hybrid EV itu sendiri mengandalkan mesin bensin 2NR-VEX 1.500 cc yang bekerja bersama motor listrik melalui sistem Series-Parallel Hybrid. Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 91 PS pada 5.500 rpm dengan torsi maksimum 121 Nm pada 4.000-4.800 rpm. Motor listrik menghasilkan tenaga 80 PS dan torsi 141 Nm, dengan tenaga gabungan sistem mencapai 111 PS.
“Toyota Hybrid System bekerja secara otomatis sehingga pengemudi tidak perlu mengubah kebiasaan berkendara,” kata Hiroyuki.
Pernyataan tersebut terasa saat Veloz Hybrid EV digunakan dari YIA menuju Parangtritis dan kemudian ke kawasan Malioboro di Kota Jogjakarta. Mobil dapat bergerak menggunakan tenaga listrik dalam kondisi tertentu, kemudian mesin bensin bekerja ketika kebutuhan tenaga meningkat. Perpindahan sumber tenaga berlangsung halus sehingga nyaris tidak mengganggu kenyamanan.
“Performa yang halus dan responsif menjadi salah satu keunggulan dari sistem hybrid ini,” ujar Hiroyuki.
Toyota juga membekali sistem tersebut dengan Energy Regenerative Brake System untuk mengubah energi saat deselerasi menjadi energi listrik yang disimpan kembali ke baterai. Tersedia pula EV Mode untuk berkendara menggunakan tenaga listrik dalam kondisi tertentu.
Di balik kemudi, Veloz Hybrid EV terasa mudah dikendalikan. Setir relatif ringan, sementara respons pedal akselerator terasa natural. Karakter tersebut membuat mobil nyaman digunakan ketika menghadapi lalu lintas perkotaan maupun saat harus melakukan akselerasi di jalan antarkota.
“Veloz Hybrid EV kami kembangkan dengan mempertahankan nilai dasar sebuah MPV Toyota, yaitu nyaman, praktis dan mudah digunakan sehari-hari,” tutur Hiroyuki.
Kenyamanan juga dirasakan penumpang. Suspensi Veloz Hybrid EV cenderung mengutamakan kenyamanan, sedangkan karakter sistem hybrid membuat kabin terasa lebih senyap ketika mobil melaju menggunakan tenaga listrik.
“Mobil ini dirancang agar keluarga tetap mendapatkan kenyamanan dalam perjalanan, sekaligus menikmati efisiensi dari teknologi hybrid,” kata Hiroyuki yang biasa disapa Pak Heru itu.
Menariknya, dalam perjalanan tersebut Veloz Hybrid EV mampu mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 1 liter untuk 24 kilometer. “Efisiensi menjadi salah satu alasan utama konsumen memilih Veloz Hybrid EV,” ujar Hiroyuki.
Dari Malioboro, perjalanan dilanjutkan menuju Solo. Ruas antarkota menjadi kesempatan untuk merasakan karakter Veloz Hybrid EV pada kecepatan lebih tinggi. Motor listrik memberikan respons awal ketika mobil membutuhkan akselerasi, kemudian mesin bensin bekerja sesuai kebutuhan.
Meski mengedepankan efisiensi, Veloz Hybrid EV tidak terasa kekurangan tenaga. Respons motor listrik membuat akselerasi awal terasa cukup sigap, sementara kerja mesin bensin menjaga suplai tenaga ketika mobil melaju lebih cepat.
Veloz Hybrid EV juga menawarkan fitur keselamatan yang semakin lengkap. Varian tertentu telah dilengkapi Toyota Safety Sense (TSS), termasuk Adaptive Cruise Control (ACC) yang membantu menjaga jarak dengan kendaraan di depan sekaligus menyesuaikan kecepatan.
“Adaptive Cruise Control menjadi salah satu fitur yang kami hadirkan untuk memberikan kemudahan dan rasa aman bagi pengemudi,” kata Hiroyuki.
Mobil tersebut juga terintegrasi dengan T Intouch melalui aplikasi m-TOYOTA untuk membantu pemilik memantau lokasi kendaraan, posisi parkir, riwayat perjalanan hingga informasi servis.
Veloz Hybrid EV tidak membutuhkan adaptasi khusus bagi pengemudi yang sebelumnya terbiasa menggunakan mobil bermesin bensin. Sistem hybrid bekerja otomatis dan menentukan penggunaan mesin bensin, motor listrik, atau keduanya sesuai kondisi berkendara.
Baca Juga: Penjualan Mobil Elektrifikasi Toyota di Indonesia Naik 86 Persen, Veloz Hybrid Jadi Andalan
“Yang kami inginkan adalah setiap pelanggan bisa menemukan Joy sesuai kebutuhan dan gaya hidupnya masing-masing,” tutur Bansar. (*)