JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming bertolak ke Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Senin (28/9). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan penanganan terhadap warga yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang berjalan optimal.
Gibran menegaskan, keselamatan dan pemulihan kesehatan para korban harus menjadi perhatian utama pemerintah. Selain itu, kepastian bagi keluarga korban, percepatan investigasi, serta penguatan sistem pengawasan keamanan pangan juga menjadi hal yang harus segera dilakukan.
“Hari ini saya langsung datang untuk memastikan korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat,” kata Gibran dalam keterangannya, Senin (28/9).
Menurut Gibran, seluruh korban yang masih mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan harus memperoleh pelayanan medis hingga kondisi mereka benar-benar pulih. Pemerintah juga perlu memastikan tidak ada pasien yang kehilangan akses terhadap layanan kesehatan setelah diperbolehkan kembali ke rumah.
Baca Juga: Dibayangi Sikap Hawkish The Fed dan Data Ekonomi AS, Rupiah Berpotensi Tertekan
Ia menambahkan, warga yang sebelumnya telah dinyatakan dapat pulang namun kembali merasakan keluhan kesehatan harus tetap mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis lanjutan.
Selain memastikan layanan kesehatan tersedia, Gibran menyatakan biaya pengobatan para korban harus ditanggung sehingga tidak menjadi beban bagi keluarga. Karena itu, mekanisme pembiayaan perlu dipastikan berjalan dengan baik di seluruh fasilitas kesehatan yang menangani pasien.
Sementara mengenai penyebab kejadian tersebut, Gibran menyebut proses pemeriksaan masih berlangsung. Dia meminta investigasi segera diselesaikan dan hasilnya disampaikan kepada masyarakat secara terbuka.
“Penyebab kejadian masih dalam proses pemeriksaan. Tetapi investigasi harus segera dituntaskan dan penyampaian hasil investigasi harus secara transparan, sehingga dapat menjadi pembelajaran bersama,” ujar Gibran.
Gibran juga meminta evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, terutama pada aspek keamanan pangan. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya berkaitan dengan makanan yang telah siap dibagikan. Pemerintah perlu memastikan seluruh tahapan, mulai dari penerapan standar higiene, waktu pengolahan, proses penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan di lapangan berjalan sesuai ketentuan.
“Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, standar keamanan pangan harus dipastikan, dan setiap temuan harus segera diperbaiki. Kita ingin program prioritas Presiden ini memberikan manfaat sebesar-besarnya dengan keamanan dan kualitas makanan sebagai prioritas,” tegas Gibran.
Baca Juga: Kriminalitas di Jaktim Masih Tinggi, Sahroni: Penegakan Hukum Tidak Boleh Lembek Supaya Jera
Sebelumnya, dugaan keracunan makanan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, menyebabkan ratusan warga mengalami gangguan kesehatan. Berdasarkan data per Jumat (25/9) pukul 13.00 WIB, jumlah korban mencapai 521 orang.
Data tersebut disampaikan Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, Suyono. Dari total 521 pasien, sebanyak 173 orang telah dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Sementara itu, 326 orang lainnya menjalani rawat jalan. Adapun 23 pasien masih menjalani perawatan inap di Puskesmas Bawang.