← Beranda
Komunikasi Jujur dan Objektif Jadi Kunci Pemerintah Mendapat Kepercayaan Publik
Hendra• Sabtu, 26 September 2026 | 06.25 WIB
Ujang Komarudin menilai pemerintah perlu membangun komunikasi yang jujur, objektif, dan sederhana agar kebijakan dipercaya publik. (Dok. Antara)

JawaPos.com - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai tantangan terbesar pemerintah dalam menjelaskan kebijakan kepada publik adalah membangun komunikasi yang dapat dipercaya. Menurutnya, pemerintah perlu menyampaikan kondisi pemerintahan, program, maupun situasi negara secara jujur, objektif, dan dengan bahasa yang sederhana.

"Tantangan terbesar bagi pemerintah itu menjelaskan kondisi pemerintahan, kondisi program-program pemerintah, termasuk kondisi negara dengan sejujur-jujurnya, sebaik-baiknya, dan dengan cara yang sederhana," kata Ujang kepada JawaPos.com.

Pihaknya menambahkan, komunikasi yang dibangun berdasarkan kejujuran, objektivitas, dan kebenaran akan membuat informasi pemerintah lebih mudah dipercaya masyarakat. Sebaliknya, komunikasi yang tidak objektif justru dapat merugikan pemerintah sendiri.

Ujang mengatakan pemerintah memiliki sejumlah program prioritas dan program unggulan yang ditujukan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya tetap terdapat kekurangan maupun persoalan yang menjadi perhatian publik.

"Program baiknya banyak, program bagusnya banyak, tetapi masyarakat masih melihat program-program yang jelek, yang kurang, yang bolong itu," sambungnya.

Karena itu, menurut Ujang, pihak yang bertanggung jawab di bidang komunikasi pemerintah perlu memberikan penjelasan secara terbuka terhadap berbagai kritik yang muncul di tengah masyarakat.

"Di situ tugas dari bidang komunikasi pemerintah, siapa pun mereka, untuk menjelaskan dengan benar, dengan baik apa yang menjadi kritik-kritik dari publik," pungkasnya.

EDITOR: Hendra