JawaPos.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menutup 328 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak dirinya menjabat pada 20 Oktober 2024 dan diklaim mampu menghemat anggaran negara hingga Rp 50 triliun.
Prabowo mengatakan penghematan tersebut berasal dari berkurangnya biaya operasional atau overhead, mulai dari gaji direksi dan komisaris hingga biaya sewa gedung, kendaraan, serta rapat kerja.
“BUMN umpamanya, sampai hari ini kita sudah tutup 328 BUMN lebih. Itu kita bisa hemat Rp50 triliun dari _overhead_. Gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, rapat kerja,” kata Prabowo dalam program ‘Presiden Prabowo Menjawab’, Rabu (16/9).
Prabowo mengatakan, target hingga akhir tahun ini bisa menutup 750 BUMN, sehingga masih ada sekitar 400 BUMN lagi yang harus ditutup. Dengan penutupan ratusan BUMN itu, ia berharap anggaran yang bisa dihemat mencapai Rp 100 triliun.
Baca Juga: Eks Pejabat Kemenag Ungkap Alasan Keselamatan di Balik Pengaturan Kuota Haji 2024
“Uang itu banyak di Indonesia, (tapi) yang menikmati hanya segelintir orang yang berani juga, berani maling,” ucapnya.
Selain melakukan efisiensi terhadap BUMN, Prabowo mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan kinerja perusahaan negara sekaligus memperketat pengawasan untuk mencegah praktik yang merugikan negara.
Salah satu perusahaan yang disorot adalah PT Pupuk Indonesia. Prabowo menyebut perusahaan tersebut mampu meningkatkan keuntungan bersih hingga 252 persen, meski pemerintah menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen.
“PT Pupuk, Dirutnya luar biasa. PT Pupuk untung bersih naik 252 persen. Padahal, kita turunkan harga pupuk 20 persen. Dan dengan turun 20 persen, volume tambah, pupuk di mana-mana banyak, PT Pupuk untung 252 persen,” ujarnya.
Pemerintah juga menyoroti upaya pemberantasan aktivitas pertambangan ilegal di sejumlah wilayah, termasuk Bangka Belitung.
Menurut Prabowo, penertiban tersebut berdampak terhadap kinerja PT Timah Tbk. Ia menyebut keuntungan perusahaan meningkat hingga sembilan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“PT Timah sekarang untung. Untungnya Anda mungkin tidak percaya, PT Timah itu keuntungannya sembilan kali, 900 persen,” katanya.
Baca Juga: Penyidikan Kasus Suap HGB Summarecon: KPK Belum Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
Prabowo mengatakan capaian ini bisa terwujud karena pemerintah dan seluruh jajaran direksi BUMN yang ada saat ini tak mau main-main dengan rakyat dan mencari keuntungan sendiri.
“Karena direksi dan kita semua, kita tidak mau patgulipat. Kita tidak mau mencuri dari negara,” tegasnya.