JawaPos.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar Sitorus meminta pemerintah menempatkan keselamatan korban gempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai prioritas.
Pemerintah tidak bisa hanya berhenti pada tahap evakuasi korban. Selanjutnya harus memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi.
“Keselamatan korban harus menjadi prioritas," kata Sihar kepada wartawan, Selasa (18/8).
Politikus PDI Perjuangan ini juga menyoroti rusaknya 18 fasilitas kesehatan di NTT akibat gempa. Situasi ini menandakan fasilitas untuk merawat korban luka semakin berkurang.
Atas dasar itu, pemerintah harus memastikan bahwa seluruh korban tertangani dengan maksimal.
Baca Juga: Trump Klaim Kim Jong Un Respons Ajakan Dialog, AS Evaluasi Latihan Militer Bareng Korea Selatan
Sejauh ini BNPB, Basarnas, dan unsur SAR telah bekerja dengan baik memanfaatkan waktu emas atau golden hour 72 jam pertama untuk penanganan korban.
Namun masa kritis ini menuntut lebih dari evakuasi. Ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, dan dukungan psikososial harus dipastikan sampai ke titik terjauh, bukan hanya di lokasi yang mudah dijangkau kamera dan bantuan.
Sihar juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan jaringan fasilitas kesehatan. Ia menekankan soal pemerataan agar bantuan tidak menumpuk di satu wilayah sementara desa-desa terpencil menunggu tanpa kepastian.
"Pemerintah tidak boleh hanya hadir saat evakuasi, tetapi harus memastikan setiap korban mendapatkan layanan kesehatan, obat-obatan, dan dukungan pemulihan hingga kondisi benar-benar pulih,” tegasnya.
Di sisi lain, pemulihan fasilitas kesehatan juga harus tetap berjalan. Dengan begitu, penanganan medis untuk korban semakin maksimal.