JawaPos.com - Pembahasan dan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 perlu memperhatikan tiga aspek utama, mulai dari pendapatan negara, kualitas belanja, hingga pengelolaan defisit dan utang.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengatakan, pendapatan negara harus dihimpun secara optimal tanpa melemahkan daya beli masyarakat maupun mengganggu keberlangsungan dunia usaha.
“Pertama, pendapatan negara harus dihimpun secara adil, tanpa melemahkan daya beli masyarakat dan keberlangsungan dunia usaha. Negara harus menghimpun pendapatan negara secara optimal, tetapi juga harus adil dalam membagi beban,” ujar Puan dalam Rapat Paripurna, Jakarta, Jumat (14/8).
Puan mengatakan, pemerintah perlu memastikan kebijakan penghimpunan pendapatan tidak hanya mengejar peningkatan penerimaan, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan dunia usaha dalam menanggung beban tersebut.
Baca Juga: FPI Tuntut Orang Tua Grup Minta Maaf di Atas Mobil Komando soal Challenge Hafalan Alquran
Aspek kedua yang menjadi perhatian DPR RI adalah kualitas belanja negara. Ia meminta belanja dalam APBN 2027 semakin efektif dan diarahkan pada program yang memberikan hasil.
“Kedua belanja negara harus semakin berkualitas, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.
Lanjutnya, ia juga meminta agar defisit dan utang harus dikelola secara hati-hati, terukur, dan bertanggung jawab.
“Setiap pembiayaan harus dilihat dari manfaat, risiko, dan bebannya bagi generasi mendatang,” ucapnya.