← Beranda
Soroti Sanitasi di Pesantren, Muhaimin Sebut MCK Tidak Sebanding dengan Jumlah Santri
Sabik Aji TaufanSelasa, 4 Agustus 2026 | 21.56 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyoroti pentingnya fasilitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) di lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, banyak pesantren yang jumlah MCK-nya tidak rasional dibanding total santri.

Atas dasar itu, Muhaimin meluncurkan Program 10.000 MCK untuk pondok pesantren di seluruh Indonesia. Mengalami program ini dilakukan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8).

Muhaimin mengatakan program ini dijalankan oleh Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP). Dengan program ini diharapkan bisa menghadirkan lingkungan pendidikan yang baik bagi para santri. Terutama sanitasi yang layak.

"Alhamdulillah, hari ini FPTP memulai langkah konkret untuk pesantren. Saya salut karena belum lama ini FPTP sukses menggelar Ijtima Ulama yang diikuti ratusan ulama dari seluruh Indonesia, dan hari ini menghadirkan program yang sangat strategis, yaitu pembangunan MCK untuk pesantren," ujar Muhaimin.

Baca Juga: 62 Korban Selamat KMP Mutiara Sentosa II Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Menko Pemberdayaan Masyarakat itu menilai, sanitasi merupakan aspek penting dalam menghadirkan lingkungan yang sehat. Dengan kualitas lingkungan yang baik maka kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung lebih maksimal.

"Kita tahu pangkal kemajuan itu adalah ilmu. Kita tahu mencari ilmu itu di pesantren. Kita tahu syarat mendapatkan ilmu adalah sehat, dan syarat sehat adalah lingkungan yang baik. Yang paling pokok adalah bagaimana MCK dipenuhi dengan standar yang memadai," tegasnya.

Dia memaparkan, sampai saat ini masih banyak pesantren yang memiliki keterbatasan soal fasilitas sanitasi. Jumlah MCK yang ada terkadang tidak sebanding dengan total santrinya.

"Rasionya sangat tidak rasional. Ada pesantren dengan ribuan santri tetapi MCK-nya hanya 40, 50, atau 100. Itu sudah jauh dari memadai. Karena itu kepedulian terhadap sanitasi pesantren harus menjadi gerakan bersama," jelasnya.

Ia menilai Program 10.000 MCK merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas lingkungan pendidikan pesantren. Menurutnya, gerakan tersebut juga sejalan dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan transformasi bangsa melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memastikan, partai ya memiliki keberpihakan terhadap pesantren. Visi ini sejalan dengan amanat perjuangan para pendiri partai.

"Kehadiran saya di sini bukan semata sebagai Wakil Ketua DPR RI, tetapi saya hadir bersama sejumlah anggota DPR sebagai kader PKB, partai yang dilahirkan dari rahim pesantren," ujar Cucun.

Melalui Program 10.000 MCK, PKB bersama FPTP berharap kualitas sanitasi pondok pesantren di seluruh Indonesia semakin baik sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan mendukung lahirnya generasi santri yang unggul sebagai pilar kemajuan bangsa.

EDITOR: Sabik Aji Taufan