JawaPos.com - Generasi muda diyakini akan memegang peran besar dalam kemajuan bangsa Indonesia. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menempatkan pemuda sebagai kunci dalam kemajuan politik tanah air pada masa mendatang.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PKB, M. Hasanuddin Wahid saat menerima kunjungan delegasi International Republican Institute (IRI) dalam rangka Regional Political Party Exchange Program in Indonesia di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Senin (3/8).
Dalam pertemuan ini kedua pihak saling bertukar pikiran mengenai pengalaman demokrasi, regenerasi kepemimpinan politik, serta peningkatan partisipasi generasi muda dalam tata kelola partai politik di kawasan Asia.
Hasanuddin menyampaikan, Kunjungan seperti ini membawa banyak manfaat. Diantaranya memperkuat kerja sama, memperluas perspektif, sekaligus saling berbagi praktik baik dalam membangun partai politik.
Baca Juga: Biaya Berobat di Indonesia Diprediksi Naik Tinggi, Ini 5 Langkah agar Keuangan Keluarga
"Kami menyambut baik kunjungan International Republican Institute ke DPP PKB. Pertemuan seperti ini sangat penting untuk memperkuat persahabatan, bertukar pengalaman, sekaligus membangun kolaborasi yang lebih erat antarlembaga politik di kawasan," ujar Cak Udin sapaan akrabnya.
Dia memastikan, PKB memberikan ruang yang besar bagi generasi muda untuk menekuni jalur politik. Partai secara konsisten menempatkan kader muda dalam struktur inti organisasi.
"PKB percaya bahwa masa depan politik Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, kami tidak hanya memberi ruang partisipasi, tetapi juga menempatkan mereka dalam posisi strategis. Saat ini, banyak anak muda yang menjadi bagian dari Pengurus Harian DPP PKB dan terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan partai," tegasnya.
Menurut Cak Udin, regenerasi kepemimpinan bukan sekadar slogan, melainkan menjadi bagian dari strategi besar PKB dalam membangun partai yang modern, inklusif, dan mampu menjawab tantangan politik masa depan.
Ia berharap pertemuan bersama IRI tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.
"Kami berharap pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih produktif. Ke depan, kami terbuka untuk berbagai program lanjutan seperti pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas kader muda, hingga forum-forum diskusi yang dapat memperkuat demokrasi dan kepemimpinan politik di kawasan," pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri Head of Delegation Ashley Banduro (Taiwan/USA), Atyrah Hanim binti Razali (Kuala Lumpur, Malaysia), Neow Choo Seong (Kuala Lumpur, Malaysia), Syarifah Rashifa (Kuala Lumpur, Malaysia), Rojessa Tiamson (Manila, Filipina), serta John Fluharty (Bangladesh/USA).