JawaPos.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasanuddin Wahid menekankan pentingnya pesantren harus ramah anak. Adanya berbagai kejahatan di lingkungan pesantren tidak menggambarkan keseluruhan kondisi pesantren sesungguhnya.
Cak Udin menyampaikan, eksisten pesantren perlu dijaga dengan penguatan perlindungan santri. Dengan begitu, tujuan adanya pesantren untuk mencetak sumber daya unggul bisa tercapai.
Dalam Halaqah Pesantren Ramah Anak bersama ratusan pengasuh pondok pesantren di Kota Malang, Jawa Timur, Cak Udin mengatakan, pesantren harus mengambil langkah adaptif terhadap perkembangan zaman. Namun, tetap menjaga nilai keislaman tidak hilang.
Pesantren harus memastikan tidak ada tindakan perundungan maupun kekerasan seksual terjadi di lingkungannya. Pesantren membutuhkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ramah anak.
Baca Juga: Kemendikdasmen Resmi Buka Pendaftaran TKA 2026, Waktu Persiapan Peserta Lebih Panjang
"Program Halaqah Pesantren Ramah Anak ini merupakan kerja sama kami dengan pesantren di seluruh Indonesia. Sebelumnya telah dilaksanakan di Yogyakarta, Makassar, Jawa Barat, dan Palembang. Kini Malang menjadi tuan rumah," ujar Cak Udin, Minggu (2/8).
Menurutnya, Pesantren Ramah Anak harus menjadi standar baru dalam pengelolaan pondok pesantren di Indonesia. Dengan demikian, masyarakat semakin yakin bahwa pesantren tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga memiliki sistem perlindungan anak yang kuat, profesional, dan berkelanjutan.
Melalui forum ini, PKB mendorong pesantren agar meningkatkan kualitas pendidikan. Pesantren dipercaya mampu menjawab tantangan zaman dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Adanya kasus di pesantren tidak seharusnya menjadi pemghakiman terhadap kondisi sesungguhnya diseluruh pesantren. Pasalnya, kejahatan seperti ini hanya dilakukan oleh segelintir oknum saja.
"Satu-dua kasus itu dilakukan oleh oknum, tetapi sayangnya kemudian digeneralisasi. Padahal pesantren secara kelembagaan tidak pernah mengajarkan hal tersebut. Pesantren justru menjadi tempat berseminya nilai-nilai keislaman yang menekankan akhlakul karimah, adab, dan kesopanan," tegasnya.
Ia menilai tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pesantren hingga saat ini menjadi bukti bahwa pesantren tetap menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya dalam membentuk karakter generasi bangsa.
Menurut Cak Udin, justru karena pesantren memiliki posisi strategis sebagai pusat pendidikan karakter, maka seluruh elemen pesantren perlu terus melakukan pembenahan agar kepercayaan masyarakat semakin kuat. Penguatan Pesantren Ramah Anak menjadi ikhtiar kolektif agar setiap santri memperoleh perlindungan maksimal selama menempuh pendidikan.
Baca Juga: Tim Hukum Eks Menag Yaqut Cholil Harapkan Persidangan Dugaan Korupsi Kuota Haji Berjalan Objektif
"Kegiatan ini kami selenggarakan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pesantren, sekaligus meningkatkan kualitasnya sebagai lembaga pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak, ramah santri, dan ramah lingkungan," pungkasnya.
Salah satu hasil utama halaqah tersebut adalah penyusunan SOP Pesantren Ramah Anak yang akan menjadi pedoman bersama bagi pondok pesantren. Selain itu, para pengasuh dan tenaga pendidik mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan, deteksi dini, serta mekanisme penanganan kekerasan seksual.