← Beranda
Prabowo: TNI-Polri dan ASN Harus Digaji Layak agar Tak Memeras Rakyat dan Korupsi
Muhammad RidwanSenin, 13 Juli 2026 | 15.57 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto. (YouTube Setpres)
 

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pemberian gaji yang layak bagi aparat negara, mulai dari anggota TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), hingga tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. Menurutnya, kesejahteraan aparatur menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah praktik pemerasan maupun tindak pidana korupsi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7).

"Guru-guru butuh gaji yang baik, dokter-dokter, perawat-perawat butuh gaji yang baik, tentara dan polisi butuh gaji yang baik supaya mereka tidak memeras dari rakyat. Pegawai negeri butuh gaji yang baik supaya mereka tidak korupsi," kata Prabowo.

Prabowo juga menegaskan, Indonesia memiliki potensi kekayaan yang sangat besar. Ia mencontohkan, total aset badan usaha milik negara (BUMN) yang telah dikonsolidasikan kini mencapai sekitar 1 triliun dolar Amerika Serikat.

Meski demikian, ia menyayangkan masih adanya praktik korupsi yang menggerogoti kekayaan negara. Karena itu, Prabowo kembali mengingatkan para pelaku korupsi agar segera menghentikan tindakan mereka dan mengembalikan aset yang menjadi hak rakyat.

"Hentikan, rakyat tidak bodoh. Hentikan, kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik. Kita bangsa pemaaf, tapi rakyat butuh keadilan, rakyat butuh kesejahteraan. Rakyat butuh sekolah yang baik," tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan mengesampingkan perbedaan. Menurutnya, kemajuan Indonesia hanya dapat dicapai apabila seluruh pihak bekerja sama dan tidak terjebak dalam konflik maupun pertikaian.

Baca Juga: Komentari Penanganan Korupsi Febrie Adriansyah, Mahfud MD: Penyerahan Kasus dari Penyidik Polri ke Kejaksaan Tak Ada Dalam KUHAP

"Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian. Tidak ada. Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga. Apapun latar belakang kita, apapun suku kita, apapun latar belakang kita, apapun partai kita," pungkasnya.

EDITOR: Kuswandi