← Beranda
Janji Tak Lagi Hambur-Hamburkan Anggaran MBG, Nanik S. Deyang Ngaku Bakal Dipelototi
Syahrul YunizarSelasa, 9 Juni 2026 | 01.33 WIB
Nanik S. Deyang resmi menjadi kepala BGN setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin sore (8/6). Dia berjanji bakal efisien menggunakan anggaran MBG. (BPMI Setpres)

 

JawaPos.com - Usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin sore (8/6), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang berjanji tidak akan menghambur-hamburkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Efisiensi menjadi kata kunci yang dia tekankan dalam menjalankan tugas.

Kini Nanik sudah resmi menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya bertugas sebagai kepala BGN dan diciduk Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dugaan korupsi. Dia naik jabatan dari wakil kepala BGN. Sementara 2 wakil Dadan, Lodewyk Pusung serta Sony Sonjaya, yang juga terjerat kasus dugaan korupsi digantikan oleh Agustina Arumsari dan Trenggono.

”Tentu ini satu amanah yang harus kami jalankan dengan baik, benar, tulus, ikhlas, jujur. Karena, ini adalah program yang sangat bagus sekali. Kita bertanggung jawab untuk bisa mencerdaskan anak-anak bangsa, sekaligus bisa untuk menggerakkan ekonomi,” kata dia.

Menurut Nanik, di bawah kendali dirinya, BGN akan sangat berhati-hati dan efisien dalam penggunaan anggaran. Dia bersyukur karena Agustina Arumsari dan Trenggono mendampinginya sebagai wakil kepala BGN yang baru. Khusus Arum, Nanik menyatakan bahwa perempuan itu bakal memelototi dirinya dalam penggunaan anggaran MBG.

Baca Juga: Beri Bantuan Korban Kebakaran Kemayoran, Korlantas Polri Bakal Permudah Pengurusan SIM hingga BPKB

”Di sini, saya ditemani Ibu Arumsari, yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan. Dengan teliti, dengan benar. Saya tidak akan mengambil keputusan apapun berkait pengeluaran duit bila Ibu Sari tidak oke,” ujarnya.

Sementara itu, Trenggono yang sebelumnya berdinas sebagai perwira tinggi (pati) TNI AD dengan pangkat mayjen TNI kini sudah mengajukan pensiun dini. Trenggono, kata Nanik, akan membantu dirinya menggarap dapur-dapur MBG di daerah 3T dan kawasan-kawasan lain yang memang benar-benar membutuhkan program MBG.

”Langkah kami adalah, pertama-tama, seperti yang beberapa waktu lalu saya sampaikan, kami konsen pada efisiensi anggaran. Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi. Efisiensi ini kami lakukan,” kata dia.

Nanik pun menegaskan kembali, moratorium pembangunan dapur MBG di seluruh Indonesia. BGN akan mengkaji kembali kebutuhan ideal jumlah dapur untuk melayani penerima manfaat. Dia memastikan, langkah tersebut berjalan sebagai bentuk penataan ulang untuk memetakan kebutuhan program MBG di setiap daerah di Indonesia.

”Kami tata apakah dapur ini melayani, ini sudah bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada atau sebetulnya berlebihan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Nanik akan mengambil langkah untuk melakukan refocusing penerima manfaat. Menurut dia, langkah itu penting untuk memastikan bahwa program MBG menyasar penerima manfaat yang dinilai benar-benar membutuhkan. Tidak lagi asal didistribusikan. Misalnya kepada anak-anak yang gizinya sudah terjamin dan terpenuhi.

”Jadi, kami akan arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi. Ini kami akan refocusing sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini benar 63 juta itu butuh. Atau sebetulnya bisa dikurangi, kemudian nanti kami tambah yang belum memperoleh,” terang dia.

EDITOR: Sabik Aji Taufan