JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kasus penyerangan kantor Kantor PWI Solok Selatan, Sumatera Barat diusut tuntas. Tindakan pelaku dianggap sudah mengancam kebebasan pers.
Sahroni mengatakan, dalang penyerangan ini harus diungkap. Seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai aturan yang berlaku.
“Ini teror terhadap pers, polisi harus segera usut tuntas siapa dalangnya. Karena pasti ini ada kepentingan orang-orang tertentu yang mungkin ingin kasusnya tidak dibuka oleh pers, kuat diduga begitu,” ujar Sahroni dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5).
Politikus Partai NasDem itu menyampaikan, teror terhadap kebebasan pers tidak dibenarkan. Aparat perlu bertindak tegas dalam menyikapi kasus ini.
Baca Juga: KPK Amankan 3 Unit Hardtop dan Satu Mobil Alphard saat Geledah Rumah Bupati Ponorogo
“Sebenarnya secara umum, saya tidak mau teror-teror seperti perusakan kantor, penyiraman air keras, pengiriman anggota tubuh binatang, dan sebagainya ini makin marak," imbuhnya.
Pemberian hukuman berat bisa mencegah peristiwa berulang. Sehingga kebebasan pers tidak terancam.
"Makanya ketika ada kasus seperti ini, harus diusut tuntas dan dicari pelakunya sampai ketemu. Pastikan juga dijerat dengan hukuman berat,” tutup Sahroni.
Sebelumnya, Kantor PWI Solok Selatan, Sumatera Barat, diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) pada Senin (18/5) malam. Akibat serangan ini, bangunan mengalami kerusakan cukup parah.