JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang belakangan mengalami tekanan, meski telah mencapai Rp 17.600 per dolar AS. Prabowo menyebut kondisi ekonomi Indonesia masih kuat dan stabil.
Dia bahkan berkelakar selama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih bisa tersenyum, maka masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kurs dolar AS.
“Ada yang ngurus keuangan, Purbaya. Sekarang populer banget, Purbaya ini. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, tidak usah khawatir itu, mau dolar berapa ribu kek,” ujar Prabowo saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Prabowo juga menilai pelemahan rupiah tidak terlalu berdampak langsung bagi masyarakat di pedesaan yang aktivitas ekonominya menggunakan rupiah.
“Kan kalian di desa-desa gak pakai dolar,” sambungnya.
Baca Juga: Sempat Tertimbun Longsor, Tim SAR Gabungan Temukan 2 Korban Longsor di Curug Cileat Subang
Kemudian Prabowo melanjutkan dengan berseloroh kepada sejumlah menteri dan pengusaha yang hadir. Menurut dia, pihak yang lebih merasakan dampak pelemahan rupiah justru kalangan yang sering bepergian ke luar negeri.
“Yang pusing yang itu, yang suka keluar negeri. Hayo siapa nih?,” kata Prabowo disambut tawa hadirin.
Ia kemudian menyebut beberapa nama, mulai dari mantan istrinya yang menjabat Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, hingga Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.
"Mbak Titik ini, pusing ini. Mana lagi ini, menteri tapi pengusaha, coba aku cek. Trenggono, Trenggono, udah gak keluar negeri, oh kok ke pulau-pulau, oke, oke, oke," ujar Prabowo.
"Rosan, tapi gak dia udah botak, gak apa-apa lo duduk aja. Anin, Anin lo pusing boleh, lo pengusaha lo," sambungnya.
Meski demikian, Prabowo tetap menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi kuat. Dia meminta publik tetap percaya terhadap kemampuan nasional menghadapi tekanan global.
“Percaya, ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat, percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita,” tandas Prabowo.